Satu dari Empat Anak Indonesia Alami Stunting, Menkes Minta Seluruh Pihak Terlibat Perbaiki Gizi

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 25 Januari 2022 | 15:00 WIB
Satu dari Empat Anak Indonesia Alami Stunting, Menkes Minta Seluruh Pihak Terlibat Perbaiki Gizi
Menkes Budi Gunadi Sadikin. [Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden]

Suara.com - Masalah gizi masih jadi tantangan kesehatan bagi banyak anak di Indonesia. Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 menunjukkan bila satu dari empat anak Indonesia masih mengalami kekerdilan (stunting).

Bahkan, satu dari 10 anak mengalami gizi kurang. Menanggapi hal tersebut Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin membeberkan kondisi gizi pada anak di Indonesia saat ini masih banyak yang tidak mendapatkan asupan gizi untuk mencapai potensi maksimal dari tumbuh kembangnya, terutama pada anak yang tinggal di lingkungan rentan.

Oleh sebab itu meminta kepada seluruh pihak untuk terlibat aktif dalam memperbaiki gizi anak-anak bangsa sebagai momentum menyambut Hari Gizi Nasional ke-62.

Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)
Ilustrasi stunting, tinggi badan anak. (Envato Elements)

“Gizi yang baik adalah fondasi penting bagi seorang anak untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata Budi seperti dikutip dari ANTARA.

Menurut Budi, upaya-upaya strategis itu memerlukan bantuan dari seluruh pihak, mulai dan dapat dilakukan melalui deteksi dini, seperti keluarga yang mulai rutin melakukan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak di Posyandu.

Sementara untuk pemerintah dan berbagai pihak lainnya, bisa membantu menggencarkan promosi pemberian makanan pada bayi dan anak yang mencakup inisiasi menyusui dini (IMB), pemberian ASI eksklusif sampai dua tahun, termasuk pemberian makanan pendamping ASI (MP ASI) yang mengutamakan protein hewani.

“Sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, sebagai langkah awal yang mudah dan mampu dilaksanakan. Dianjurkan untuk memberikan telur satu butir setiap hari untuk mencukupi kebutuhan protein anak,” tegas Budi.

Melalui peringatan Hari Gizi Nasional ke-62, Budi berharap akan semakin banyak pihak yang meningkatkan komitmen dan mempererat kerja sama guna meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat demi mencapai target penurunan angka kekerdilan menjadi 14 persen pada tahun 2024.

“Saya yakin, ini akan memberi dampak signifikan terhadap percepatan perbaikan gizi di Indonesia. Sebagai bukti keseriusan kita untuk menyelamatkan generasi bangsa dan mencapai Indonesia emas pada tahun 2045. Anak sehat, Indonesia tumbuh,” kata dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sejarah Hari Gizi Nasional yang Diperingati Setiap 25 Januari dan Berkenalan dengan Tokohnya

Sejarah Hari Gizi Nasional yang Diperingati Setiap 25 Januari dan Berkenalan dengan Tokohnya

News | Selasa, 25 Januari 2022 | 12:45 WIB

Biar Hemat Biaya JKN dan Terhindar Penyakit Katastrofik, Menkes Minta Masyarakat Hidup Sehat

Biar Hemat Biaya JKN dan Terhindar Penyakit Katastrofik, Menkes Minta Masyarakat Hidup Sehat

News | Selasa, 25 Januari 2022 | 12:27 WIB

Antisipasi Lonjakan Omicron, Menkes Telah Siapkan 80 Ribu Tempat Tidur

Antisipasi Lonjakan Omicron, Menkes Telah Siapkan 80 Ribu Tempat Tidur

Health | Senin, 24 Januari 2022 | 16:35 WIB

Terkini

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Saat Lambung Mulai Sensitif, Ini Pilihan Makanan yang Lebih Ramah di Perut

Health | Rabu, 10 Juni 2026 | 17:20 WIB

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB