Biar Hemat Biaya JKN dan Terhindar Penyakit Katastrofik, Menkes Minta Masyarakat Hidup Sehat

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Selasa, 25 Januari 2022 | 12:27 WIB
Biar Hemat Biaya JKN dan Terhindar Penyakit Katastrofik, Menkes Minta Masyarakat Hidup Sehat
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat ditemui di DPR RI. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat hidup lebih sehat. Sebabnya beberapa penyakit katastrofik, semisal jantung dan kanker menjadi beban besar pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional.

Budi berujar penyakit katasfofik mengalami peningkatan di masyarakat. Dampaknya penyakit-penyakit tersebut membuat masyarakat mengalami penderitaan.

"Menyebabkan penderitaan masyarakat, menyebabkan masyarakat jadi tidak produktif karena tidak bisa bekerja harus tinggal di rumah atau di rumah sakit dan juga membebani negara paling besar," kata Budi dalam paparannya di rapat dengan Komisi IX DPR, Selasa (25/1/2022).

Berdasarkan analisis data dari BPJS Kesehatan tahun 2020, sebagaimana dalam paparan yang disampaikan Budi, tercatat rincian biaya penyakit katasfofik yang harus ditanggung. Angkanyapun tidak kecil, mencapai triliunan.

"Dari hasil analisa di BPJS kita lihat bahwa penyakit jantung itu membebani negara Rp10 triliun; kanker itu Rp3,5 triliun, stroke Rp2,5 triliun, dan gagal ginjal Rp 2,3 triliun," kata Budi.

Budi mengatakan penyakit katasfofik yang membebani pembiayaan JKN itu sebenarnya bisa dicegah dengan pola hidup sehat.

Karena itu Budi meminta masyarakat menerapkan hidup lebih sehat. Selain untuk mencegah penyakit, pola hidup sehat diharapkan menghindarkan dari tanggungan biaya besar untuk pengobatan.

"Kita dorong agar mereka bisa hidup lebih sehat sehingga tidak usah sampai sakit jantung atau sakit cancer dengan stadium lanjut," ujar Budi.

"Tindakan-tindakan promotif preventif ini yang ingin kita lakukan. Sekali lagi bukan hanya untuk menghemat tapi juga membuat masyarakat hidupnya jadi lebih nyaman. Jadi tidak perlu dia sakit," tandas Budi.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Pertolongan Pertama Serangan Jantung, Lalukan 6 Hal Ini

Cara Pertolongan Pertama Serangan Jantung, Lalukan 6 Hal Ini

Sulsel | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:33 WIB

Maura Magnalia Anak Nurul Arifin Meninggal di Meja Makan, Diduga Serangan Jantung

Maura Magnalia Anak Nurul Arifin Meninggal di Meja Makan, Diduga Serangan Jantung

Banten | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:14 WIB

Berkaca dari Maura Magnalia Meninggal, Daftar Gejala Serangan Jantung Senyap

Berkaca dari Maura Magnalia Meninggal, Daftar Gejala Serangan Jantung Senyap

Sulsel | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:11 WIB

Berkaca dari Maura Magnalia, Ini Gejala Penyakit Jantung Seperti dialami Putri Nurul Arifin - Mayong Suryo Laksono

Berkaca dari Maura Magnalia, Ini Gejala Penyakit Jantung Seperti dialami Putri Nurul Arifin - Mayong Suryo Laksono

Health | Selasa, 25 Januari 2022 | 11:06 WIB

Kronologis Maura Magnalia Meninggal Dunia karena Serangan Jantung di Meja Makan, Usianya Masih 28 Tahun

Kronologis Maura Magnalia Meninggal Dunia karena Serangan Jantung di Meja Makan, Usianya Masih 28 Tahun

Sulsel | Selasa, 25 Januari 2022 | 10:52 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×