facebook

Alih-alih Menyehatkan, 3 Jenis Sayuran Ini Malah Tingkatkan Risiko Kanker Perut!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Alih-alih Menyehatkan, 3 Jenis Sayuran Ini Malah Tingkatkan Risiko Kanker Perut!
Ilustrasi sayuran (Unplash/Anna Kaminova)

Ada beberapa jenis sayuran yang bisa meningkatkan risiko kanker perut.

Suara.com - Kanker adalah penyebab utama kematian di seluruh dunia. Kita bisa mengatasinya dengan cara menghindari faktor risiko penyebab kanker.

Sebuah penelitian pun terus mencari tahu mengenai hubungan gaya hidup tertentu bisa mempengaruhi risiko seseorang terkena kanker.

Diet sehat salah satu subjek penelitian yang sedang berlangsung. Sejumlah item makanan pun ditemukan mampu meningkatkan risiko kanker, meskipun tergolong makanan sehat.

Salah satu penemuan peneliti yang paling mengejutkan mengenai hal itu adalah sayuran non-tepung yang diawetkan bisa meningkatkan risiko seseorang menderita kanker perut.

Baca Juga: Selain Whole Genome Sequencing, Ini Cara Lain untuk Deteksi Virus Corona Varian Omicron

Lembaga amal kanker World Cancer Research Fund (WCRF) menemukan hal itu setelah melalui penilaian analisis komprehensif.

ilustrasi kanker perut (Pixabay)
ilustrasi kanker perut (Pixabay)

Pengawetan makanan dapat didefinisikan sebagai proses menangani makanan sedemikian rupa untuk menghentikan atau memperlambat pembusukan dan mencegah penyakit bawaan makanan sambil mempertahankan nilai gizi, tekstur dan rasa.

Guna memaksimalkan umur simpan sayuran ini, sayuran seringkali diasinkan dan diasamkan, yang mana bisa meningkatkan risiko kanker perut.

WCRF pun menemukan bahwa kadar garam yang tinggi mengubah viskositas lendir yang melindungi perut dan meningkatkan pembentukan senyawa N-nitroso pada hewan.

"Selain itu, asupan garam yang tinggi dapat merangsang kolonisasi H. pylori, faktor risiko terkuat dari kanker perut," kata WCRF dikutip dari Express.

Baca Juga: Pandemi Virus Corona Bisa Berakhir di Eropa, Begini Kata WHO

Pada model hewan, kadar garam yang tinggi juga telah terbukti bertanggung jawab atas kerusakan sel utama yang menyebabkan perkembangan kanker perut.

Kesimpulannya, ada bukti kuat bahwa makanan yang diawetkan dengan cara pengasinan, termasuk sayuran yang diawetkan meningkatkan risiko kanker perut bila dikonsumsi.

Khususnya pada sayuran non-tepung, yakni sayuran yang dipisahkan menjadi beberapa kelompok sesuai dengan kandungan pati masing-masing. Berikut ini, beberapa contoh sayuran non-tepung.

  1. Wortel, bit, lobak dan sayuran berdaun hijau
  2. Sayuran silangan, seperti kubis, pak choy, brokoli, dan selada air
  3. Sayur allium, seperti bawang merah, bawang putih dan daun bawang

Sayuran bertepung seperti kentang, ubi jalar (ubi), singkong (ubi kayu), sagu ubi dan talas mengandung kadar karbohidrat yang lebih tinggi daripada sayuran non-tepung.

Banyak bukti menggambarkan risiko yang terkait dengan pengasinan dan pengawetan makanan. Sebuah studi dalam British Journal of Cancer menemukan bahwa orang yang makan makanan asin secara teratur melipatgandakan risiko kanker perut.

Komentar