WHO Soroti Tumpukkan Limbah Medis Selama Pandemi Covid-19, Disebut Berpotensi Jadi Ancaman Kesehatan Selanjutnya

Risna Halidi, Lilis Varwati

Selasa, 01 Februari 2022 | 15:32 WIB
WHO Soroti Tumpukkan Limbah Medis Selama Pandemi Covid-19, Disebut Berpotensi Jadi Ancaman Kesehatan Selanjutnya
Penemuan limbah medis, kondom dan jarum suntik yang menumpuk dan berserakan dekat gedung Sekolah Luara Biasa (SLB) Negeri 2 Mataram Nusa Tenggara Barat pada Rabu (22/12/2021). [Foto : Istimewa/beritabali.com]

Suara.com - Kondisi pandemi Covid-19 yang telah terjadi selama lebih dari dua tahun telah menyebabkan penumpukkan sampah medis di seluruh dunia.

Berbagai limbah medis seperti jarum suntik bekas, alat uji bekas, dan botol vaksin bekas saat ini telah menumpuk hingga puluhan ribu ton. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyebut, tumpukan sampah tersebut memiliki risiko kesehatan berbahaya bagi manusia dan lingkungan.

Beberapa limbah medis bisa saja menjadi sumber penularan virus corona, membuat petugas kesehatan mengalami luka bakar, luka tertusuk bekas jarum suntik, juga terpapar kuman penyebab penyakit dari alat medis lainnya, kata laporan WHO.

Masyarakat yang tinggal dekat dengan tempat pembuangan sampah yang dikelola buruk juga dapat terpengaruh melalui udara karena terkontaminasi dari pembakaran sampah, kualitas air yang buruk atau hama pembawa penyakit.

Laporan WHO itu menyerukan reformasi dan investasi, termasuk melalui pengurangan penggunaan kemasan berbahan plastik dan menggunakan alat pelindung yang bisa dipakai dalam waktu lama juga dapat didaur ulang.

Dikutip dari Channel News Asia, WHO memperkirakan ada sekitar 87.000 ton alat pelindung diri (APD), atau setara dengan berat beberapa ratus paus biru, telah dipesan melalui portal PBB hingga November 2021. Sebagian besar APD itu diperkirakan telah berakhir sebagai limbah medis.

Melalui laporannya, WHO juga menyebutkan sekitar 140 juta alat uji menghasilkan 2.600 ton limbah, sebagian besar sampah plastik juga limbah kimia yang setara untuk mengisi sepertiga kolam renang Olimpiade.

Selain itu, diperkirakan bahwa sekitar delapan miliar dosis vaksin yang diberikan secara global telah menghasilkan tambahan 144.000 ton limbah dalam bentuk botol kaca, jarum suntik, jarum, dan kotak pengaman.

Laporan WHO itu tidak menyebutkan contoh spesifik di mana penumpukan limbah medis yang paling parah terjadi.

baca juga

Tetapi, berkaca dari peristiwa sebelum pandemi covid-19 terjadi, pengolahan dan pembuangan limbah resmi yang terbatas banyak terjadi di pedesaan India serta sejumlah besar lumpur tinja dari fasilitas karantina di Madagaskar.

Bahkan sebelum pandemi, sekitar sepertiga fasilitas kesehatan tidak dilengkapi untuk menangani beban limbah yang ada, kata WHO. Sekitar 60 persen dari masalah limbah medis yang ada di dunia hanya tersebar di negara-negara miskin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap, Vaksin Covid-19 PFizer Untuk Anak di Bawah Lima Tahun Bakal Segera Tersedia

Siap-siap, Vaksin Covid-19 PFizer Untuk Anak di Bawah Lima Tahun Bakal Segera Tersedia

Health | Selasa, 01 Februari 2022 | 15:30 WIB

Penjelasan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Singaraja Bali yang Belasan Gurunya Positif Covid-19

Penjelasan Kepala Sekolah SMP Negeri 3 Singaraja Bali yang Belasan Gurunya Positif Covid-19

Bali | Selasa, 01 Februari 2022 | 15:14 WIB

Batam Terkonfirmasi Tambah 18 Kasus Covid-19 Saat Imlek

Batam Terkonfirmasi Tambah 18 Kasus Covid-19 Saat Imlek

Batam | Selasa, 01 Februari 2022 | 15:11 WIB

Terkini

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda Diperpanjang 3 Hari

Foto | Selasa, 15 September 2026 | 06:00 WIB

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

20 Kardus dan Koper Berisi Uang Ratusan Miliar Diamankan KPK saat OTT Kasus HGB Bogor

News | Selasa, 15 September 2026 | 00:17 WIB

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 00:04 WIB

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

KPK Tangkap 17 Orang saat OTT Kasus HGB Bogor! Ada Fahd A Rafiq hingga Arif Sugiyanto

News | Senin, 14 September 2026 | 23:56 WIB

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Disulap 'Penyihir' Makassar, Toyota Alphard 2012 Ini Bisa 'Time Travel' ke Tahun 2026

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 23:54 WIB

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Kepala BPN Kabupaten Bogor Diamankan KPK dalam OTT, 17 Orang Diperiksa

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 23:42 WIB

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

Di Balik Penembakan 3 ASN di Muliama: Mengapa Konflik Bersenjata Papua Tak Kunjung Reda?

News | Senin, 14 September 2026 | 22:51 WIB

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor

News | Senin, 14 September 2026 | 22:08 WIB

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

KPK Konfirmasi Penindakan Senyap, Pihak Kantor Pertanahan Terjaring OTT

Bogor | Senin, 14 September 2026 | 22:05 WIB

×