facebook

Manusia Punya 6 Indera, yang Keenam Berhubungan dengan Kondisi Internal di Dalam Tubuh

Arendya Nariswari | Rosiana Chozanah
Manusia Punya 6 Indera, yang Keenam Berhubungan dengan Kondisi Internal di Dalam Tubuh
Ilustrasi Lapar dan Makan. (Pexels//George Milton)

Indera interosepsi ini membantu kita merasakan dan menafsirkan sinyal internal yang mengatur fungsi vital dalam tubuh.

Suara.com - Semua orang tahu bahwa manusia memiliki lima panca indera, yakni penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecap, dan sentuhan.

Tapi tidak semuanya mengatahui bahwa manusia punya indera tambahan, yakni interosepsi. Ini adalah pengertian dari keadaan internal tubuh kita.

Indera interosepsi ini membantu kita merasakan dan menafsirkan sinyal internal yang mengatur fungsi vital dalam tubuh, seperti rasa lapar, haus, suhu tubuh, dan detak jantung.

Sayangnya, banyak orang yang mengabaikannya. Padahal, ini adalah indera yang sangat penting karena dapat menunjukkan bahwa setiap sistem di dalam tubuh bekerja secara optimal, lapor The Conversation.

Baca Juga: Daftar 5 Artis Indonesia Menderita Gangguan Mental OCD, Termasuk Aliando Syarief dan Prilly Latuconsina

Interosepsi juga penting untuk kesehatan mental. Sebab, indera ini berkontribusi pada banyak proses psikologis, seperti pengambilan keputusan, kemampuan sosial, dan kesejahteraan emosional.

Ilustrasi sakit perut (pixabay)
Ilustrasi indera interosepsi bekerja (pixabay)

Bahkan, gangguan indera interosepsi dilaporkan dalam banyak kondisi kesehatan mental, termasuk depresi, kecemasan, dan gangguan makan.

Hal itu juga menjelaskan mengapa banyak penyakit mental memiliki gejala yang sama, seperti tidur terganggu atau kelelahan.

Tetapi ternyata ada perbedaan dalam bagaimana wanita dan pria menerima sinyal indera keenam ini.

Sebuah analisis baru menunjukkan bahwa wanita cenderung kurang akurat dalam merasakan sinyal interosepsi dari jantung dibanding pria.

Baca Juga: 5 Cara Ini Bisa Membantumu Mengatasi Mental Block, Kepribadian Perfeksionis Wajib Tahu!

Sementara perbedaan tersebut telah terdeteksi, para ilmuwan belum mengetahui apa penyebabnya. Para peneliti memiliki beberapa teori, termasuk perubahan fisiologis dan hormonal yang dialami kebanyakan pria dan wanita.

Komentar