Gen pada Indera Penciuman Ternyata Bisa Mendorong Metastasis Kanker Payudara

Selasa, 04 Januari 2022 | 15:50 WIB
Gen pada Indera Penciuman Ternyata Bisa Mendorong Metastasis Kanker Payudara
Foto oleh Anna Tarazevich dari Pexels

Suara.com - Peneliti dari Massachusetts General Hospital (MGH) menemukan bahwa gen reseptor yang membantu indera penciuman ternyata memiliki peran dalam metastasis kanker payudara ke daerah otak, tulang, dan paru-paru.

Metastasis kanker merupakan perkembangan sel kanker ke organ lain di sekitar organ utama yang terkena kanker.

"Persepsi umum tentang peran reseptor penciuman, yang melapisi rongga hidung dan menyampaikan data sensorik ke otak, adalah untuk mengenali bau," ujar penulis senior studi ini, Bakhos Tannous, dilansir Eurekalert.

Ternyata reseptor yang disebut OR5B21 ini merupakan onkogen baru dan mungkin menonjol dalam perkembangan kanker, dengan mengarahkan sel kanker payudara ke otak dan bagian lain di tubuh.

Tim peneliti mempelajari temuan ini dalam riset model hewan. Mereka melihat reseptor OR5B21 meningkatkan atau membuat sel kanker payudara bermetastasis melalui jalur pensinyalan yang mengaktifkan proses transisi epitelial-mesenkimal (EMT).

Ilustrasi hidung. (Shutterstock)
Ilustrasi hidung. (Shutterstock)

EMT mendorong beberapa perubahan biokimia, atau fenotipikal, dalam sel penciuman yang mencakup peningkatan kapasitas perkembangan ke organ jauh, terutama otak.

“Aktivasi ini mengubah berbagai sinyal ekstraseluler menjadi pesan intraseluler melalui jalur pensinyalan NF-κB/STAT, menghasilkan proliferasi sel, invasi, dan metastasis,” jelas penulis utama Mao Li.

Ia menambahkan bahwa ini adalah temuan baru, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dengan tepat bagaimana OR5B21 menginduksi metastasis.

Kanker payudara merupakan penyebab utama kanker pada wanita. Lebih dari dua juta kasus baru dilaporkan setiap tahunnya.

Baca Juga: Begal Payudara Kerjai Korban Saat Naik Motor, Belanja, dan Lari Pagi: Artis Pun Diincar

Selain itu, migrasi kanker payudara ke otak adalah penyebab utama kematian akibat penyakit ini, menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan terapi target baru untuk menunda atau menghentikan metastasisnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI