Studi Baru: Kekurangan Vitamin D Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 07 Februari 2022 | 10:34 WIB
Studi Baru: Kekurangan Vitamin D Dapat Meningkatkan Risiko Penyakit Kardiovaskular
Ilustrasi penyakit jantung (Shutterstock)

Suara.com - Vitamin D merupakan salah satu dari beberapa kebutuhan nutrisi agar tubuh sehat. Selain paparan sinar matahari, vitamin ini juga dapat diperoleh melalui makanan, seperti daging merah, hati, kuning telur, dan ikan berminyak.

Berdasarkan Inverse, vitamin D sangat penting untuk penyerapan kalsium oleh tubuh. Nutrisi ini juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang dapat melindungi sel.

Selain itu, ternyata vitamin D juga berkaitan dengan kesehatan kardiovaskular atau jantung. Hal ini dibuktikan dalam sebuah studi yang terbit di European Heart Journal.

Dalam studi ini, peneliti menggunakan sampel darah, informasi genetik, dan riwayat kesehatan 295.788 orang untuk mengungkap hubungan antara rendahnya vitamin D dan risiko penyakit kardiovaskular.

Meskipun peran pastinya dalam kesehatan kardiovaskular tidak diketahui, jantung tampaknya membutuhkan vitamin D.

Ilustrasi vitamin D (Shutterstock)

“Kami telah lama mengetahui bahwa berbagai bagian dalam sistem kardiovaskular mengekspresikan reseptor untuk hormon vitamin D, serta enzim yang diperlukan untuk metabolisme vitamin D," jelas profesor epidemiologi nutrisi dan genetik, Hyppönen, di University of South Australia.

Menggunakan metode pengacakan Mendel, peneliti kemudian mengelompokkan semua peserta dalam profil genetik yang sama.

Hal itu memungkinkan peneliti untuk mengisolasi kadar vitamin D sebagai satu-satunya faktor yang berdampak pada tingkat penyakit kardiovaskular.

Hasilnya ditemukan bahwa kekurangan vitamin D dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Beban penyakit ini dapat dikurangi dengan meningkatkan asupan vitamin D yang rendah di masyarakat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berita Hits Kesehatan: Vitamin D Cegah Penyakit Autoimun, Kata Menteri Kesehatan Soal PTM 100 Persen

Berita Hits Kesehatan: Vitamin D Cegah Penyakit Autoimun, Kata Menteri Kesehatan Soal PTM 100 Persen

Health | Jum'at, 28 Januari 2022 | 20:55 WIB

Tidak Hanya Meningkatkan Sistem Kekebalan, Vitamin D Dapat Mencegah Penyakit Autoimun

Tidak Hanya Meningkatkan Sistem Kekebalan, Vitamin D Dapat Mencegah Penyakit Autoimun

Health | Jum'at, 28 Januari 2022 | 14:31 WIB

Benarkah Suplemen Vitamin D Mampu Turunkan Risiko Autoimun? Ini Faktanya

Benarkah Suplemen Vitamin D Mampu Turunkan Risiko Autoimun? Ini Faktanya

Health | Kamis, 27 Januari 2022 | 15:30 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB