Waspada, WHO Sebut Omicron Subvarian BA.2 Bakal Mendominasi Kasus di Banyak Negara

Bimo Aria Fundrika

Senin, 07 Februari 2022 | 14:45 WIB
Waspada, WHO Sebut Omicron Subvarian BA.2 Bakal Mendominasi Kasus di Banyak Negara
Ilustrasi Virus Corona Varian Omicron (Envato)

Suara.com - Varian Omicron yang pertama kali terdeteksi di Afrika Selatan pada akhir November masih merupakan jenis virus yang dominan di sebagian besar negara.

Tapi, kini banyak negara khawatir tentang penyebaran subvarian BA.2. Varian tersebut menjadi strain utama yang beredar di beberapa negara termasuk Denmark, Inggris, India dan Afrika Selatan. Dikutip dari Jerusalem Post, subvarian ini memiliki sebanyak 27 mutasi yang tidak ditemukan pada varian Omicron asli, BA.1.

Namun, apakah ini cukup untuk menjadikannya ancaman nyata bagi negara-negara yang masih berjuang untuk pulih dari gelombang Omicron dan

Direktur darurat regional untuk Organisasi Kesehatan Dunia, Dr. Dorit Nitzan, menjelaskan apa yang bakal terjadi dari sub-varian, dan apa artinya bagi masa depan pandemi.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

"Proses yang akan adalah bahwa itu akan menjadi varian dominan baru, karena setelah melewati ambang batas tertentu, itu menjadi dominan - seperti yang kita lihat di Denmark dan Inggris," katanya.

Namun, katanya, tampaknya tidak ada risiko infeksi ulang bagi mereka yang telah tertular varian Omicron asli, karena kedua varian tersebut tidak cukup berbeda, meskipun belum ada penelitian yang cukup untuk memastikannya secara pasti.

Dalam hal persamaan dan perbedaan BA.1 dan BA.2, Nitzan menjelaskan bahwa perbedaan yang paling menonjol saat ini adalah transmisibilitas sub-varian.

"Ini bergerak dari orang ke orang lebih cepat," jelasnya. “Jika Anda bersama seseorang di ruangan yang memiliki virus, Anda akan mendapatkannya.

Saat Anda melepas masker untuk minum dan makan seorang tidak akan pernah tahu kapan akan terinfeksi. Hal itu salah satunya terjadi di Denmark.

baca juga

Mengenai masa inkubasi beberapa orang melaporkan waktu yang lebih pendek hanya dua hingga tiga hari setelah terpapar. Yang lain telah melaporkan periode inkubasi yang luar biasa panjang, kadang-kadang memakan waktu hingga dua minggu untuk menunjukkan gejala setelah terpapar.

Nitzan mengatakan sulit untuk mendapatkan pembacaan yang akurat tentang masa inkubasi di tempat-tempat seperti Inggris dan Denmark karena begitu banyak orang yang membawa virus, dan kasus positif seringkali tidak dapat dilacak ke satu titik infeksi tertentu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ridwan Kamil Sebut 80 Persen Kasus Covid-19 di Jabar ada di Bogor, Bekasi, Depok dan Bandung

Ridwan Kamil Sebut 80 Persen Kasus Covid-19 di Jabar ada di Bogor, Bekasi, Depok dan Bandung

Bekaci | Senin, 07 Februari 2022 | 14:39 WIB

Waduh! Kasus COVID-19 di Italia Tembus 77 Ribu, 229 Di Antaranya Meninggal

Waduh! Kasus COVID-19 di Italia Tembus 77 Ribu, 229 Di Antaranya Meninggal

Health | Senin, 07 Februari 2022 | 14:36 WIB

COVID-19 Menggila, 12 Sekolah di Kota Cimahi Ditutup Sementara

COVID-19 Menggila, 12 Sekolah di Kota Cimahi Ditutup Sementara

Jabar | Senin, 07 Februari 2022 | 14:36 WIB

Terkini

Tak Cuma Tanggap Darurat, Pemerintah Jamin Pemulihan Gempa NTT Berlanjut ke Rekonstruksi

Tak Cuma Tanggap Darurat, Pemerintah Jamin Pemulihan Gempa NTT Berlanjut ke Rekonstruksi

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:49 WIB

Salat Istisqa untuk Minta Hujan Boleh Dilakukan Sendiri? Ini Penjelasan dan Tata Caranya

Salat Istisqa untuk Minta Hujan Boleh Dilakukan Sendiri? Ini Penjelasan dan Tata Caranya

Lifestyle | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:45 WIB

Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Terdorong Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Anjlok 2 Persen Terdorong Harapan Pembukaan Selat Hormuz

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:41 WIB

Pekanbaru Diguyur Hujan, tapi Masih Diselimuti Kabut Asap

Pekanbaru Diguyur Hujan, tapi Masih Diselimuti Kabut Asap

Riau | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

Modus Permen! Gummy Ganja Asal Inggris Dipesan Warga Bekasi 4 Kali Lewat Website

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:39 WIB

Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta

Mac Mini dan Mac Studio Dapat Chip Baru Apple, Harganya Tembus Rp323 Juta

Tekno | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:33 WIB

Khotbah dari Bawah Mimbar: Dakwah Sederhana yang Diam-diam Sampai ke Hati

Khotbah dari Bawah Mimbar: Dakwah Sederhana yang Diam-diam Sampai ke Hati

Your Say | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:30 WIB

Rekening Diblokir Bukan Berarti Nasabah Bersalah, YLKI Ingatkan Bank Soal Hak Konsumen

Rekening Diblokir Bukan Berarti Nasabah Bersalah, YLKI Ingatkan Bank Soal Hak Konsumen

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:19 WIB

Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian

Korban Tewas Tembus 103 Jiwa! Prabowo Baru Tinjau Gempa NTT di Hari ke 11 Setelah Kejadian

News | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:13 WIB

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Produksi Meledak 758%, EMAS Tancap Gas Besarkan Tambang Pani

Bisnis | Rabu, 26 Agustus 2026 | 08:12 WIB

×