Pernah Positif Covid-19, Seberapa Lama Seorang Bisa Terinfeksi Ulang Virus Corona?

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Senin, 07 Februari 2022 | 14:55 WIB
Pernah Positif Covid-19, Seberapa Lama Seorang Bisa Terinfeksi Ulang Virus Corona?
Ilustrasi virus corona, covid-19. (Pexels/@Anna Nandhu Kumar)

Suara.com - Di tengah peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia banyak masyarakat yang seblumnya sempat positif kembali terinfeksi. Ini kaena virus corona dianggap sebagai virus yang sangat mudah menular. 

Sementara virus telah menyerang kita dalam berbagai bentuk mutasi, kemunculan mutasi baru di masa depan tidak dapat dikesampingkan.

Reinfeksi atau infeksi ulang dari virus ini dimungkinkan jika perilaku pencegahan Covid-19 yang sesuai tidak diikuti dengan benar. Dari sekian banyak pencegahan yang justru dapat memutus mata rantai penularan Covid-19, yang efektif adalah memakai masker, menjaga kebersihan tangan.

"Reinfeksi dengan virus penyebab Covid-19 berarti seseorang terinfeksi, sembuh, dan kemudian terinfeksi lagi. Setelah sembuh dari Covid-19, sebagian besar individu akan memiliki perlindungan dari infeksi berulang. Namun, infeksi ulang memang terjadi setelah COVID- 19," kata Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Tentang seberapa cepat seseorang bisa mendapatkan infeksi lagi, para ahli memiliki pendapat yang beragam. Sebagian besar dari mereka telah menghubungkan kekebalan dengan infeksi ulang.

“Kebanyakan orang yang terinfeksi virus Covid-19, baik yang memiliki gejala maupun tidak, menghasilkan antibodi (protein yang melawan infeksi) dan sel-sel tempur. Bagi mereka yang sembuh, kemungkinan infeksi ulang tampak sangat rendah dalam tiga bulan pertama. setelah infeksi awal. Dan mungkin bahkan setelah itu, tingkat antibodi yang rendah mungkin dapat melindungi terhadap infeksi ulang," kata para ahli di Medanta dengan demikian mengisyaratkan kemungkinan infeksi ulang.

Laporan lain mengatakan begitu seseorang pulih dari varian virus corona apa pun, kemungkinan infeksi ulang sangat rendah. Dalam kasus varian leluhur virus corona, kemungkinan infeksi ulang kurang dari 5 persen.

"Jika Anda mengalami infeksi ringan, tidak mendapatkan respons kekebalan yang sangat baik, dan Anda terpapar lagi dengan virus dalam dosis besar, itu pasti mungkin," Dr Thomas Russo, profesor dan kepala penyakit menular di Universitas di Buffalo di New York, kepada media.

Infeksi Covid-19 terjadi ketika seseorang terpapar virus corona. Biasanya virus corona menyebar melalui droplet yang dihasilkan saat orang yang terinfeksi batuk, bersin, atau berbicara. Oleh karena itu, menutup hidung dan mulut serta membersihkan tangan sangat penting.

Dengan semakin banyak orang terinfeksi, virus juga semakin terus bereplikasi. Protokol kesehatan banyakdiabaikan akhir-akhir ini, sehingga memberi ruang bagi penyebaran virus. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memimpin dalam menciptakan kesadaran tentang infeksi Covid-19 bersama dengan pemerintah semua negara.

Risiko utama infeksi ulang dapat melalui paparan individu tanpa gejala. Ini adalah orang-orang yang membawa virus tetapi tidak menunjukkan gejala. Selama gelombang ketiga Covid-19, di mana sebagian besar Omicron bertanggung jawab, sebagian besar infeksi disebarkan oleh pembawa tanpa gejala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cegah Peradangan Jantung, CDC Ingin Jeda Penyuntikkan Dosis Keempat Vaksin Covid-19 Diperpendek

Cegah Peradangan Jantung, CDC Ingin Jeda Penyuntikkan Dosis Keempat Vaksin Covid-19 Diperpendek

Health | Senin, 07 Februari 2022 | 14:24 WIB

Rusun Daan Mogot Siapkan 1100 Unit Tempat untuk Isolasi Mandiri

Rusun Daan Mogot Siapkan 1100 Unit Tempat untuk Isolasi Mandiri

Foto | Senin, 07 Februari 2022 | 14:23 WIB

Iuran JKN Sama, Kenapa Masih Ada Kesenjangan Fasilitas RS di Indonesia Timur?

Iuran JKN Sama, Kenapa Masih Ada Kesenjangan Fasilitas RS di Indonesia Timur?

Health | Senin, 07 Februari 2022 | 14:30 WIB

Terkini

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan

Health | Jum'at, 22 Mei 2026 | 13:11 WIB