Menelusuri Sebab Intoleransi Laktosa Pada Orang Dewasa Indonesia, Adakah Solusi Alternatifnya?

Bimo Aria Fundrika

Jum'at, 11 Februari 2022 | 11:50 WIB
Menelusuri Sebab Intoleransi Laktosa Pada Orang Dewasa Indonesia, Adakah Solusi Alternatifnya?
Ilustrasi intoleransi laktosa. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Suara.com - Nyaris lebih dari dua puluh tahun Asti tidak pernah sadar kalau dirinya punya masalah saat minum susu. Sejak kecil perempuan bernama lengkap Asti Candramaya itu memang tidak begitu suka minum susu. Dalam beberapa kesempatan ia kerap dipaksa mengonsumsi susu oleh orang tuanya. 

“Jadi dari kecil gue enggak terlalu suka susu, karena dulu kurus, walaupun sekarang juga masih (kurus) begini, akhirnya dipaksa minum susu,” ujar perempuan berusia 28 tahun itu. 

Sepanjang ingatannya, Asti masih mengonsumsi susu hingga ia duduk di kelas enam Sekolah Dasar (SD). Tidak ada masalah berarti pada kala itu. Hingga di sekitar tahun 2015 ia menyadari ada sesuatu yang tidak beres dengan perutnya. Usai Asti mengonsumsi susu, tubuhnya selalu gemetar. Perutnya kembung. Sejurus kemudian ia mengalami diare. 

Setiap mengonsumsi susu atau makanan berasal dari olahan susu, sebanyak itu pula ia mengalami diare. Mulanya Asti tidak pernah tahu bahwa kondisi yang dialaminya kerap dikenal dengan intoleransi laktosa. Hingga pada suatu saat ia menonton sebuah tayangan di YouTube yang membahas tentang intoleransi laktosa. 

“Jadi setelah dari situ, baru sadar kalo ternyata gue enggak bisa minum susu, engggak bisa juga makan-makan produk dairy,” ujar Asti. 

Ilustrasi Susu (Pixabay)
Ilustrasi Susu (Pixabay)

Mungkinkah Intoleransi Laktosa Terjadi Saat Dewasa?

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Gastroenterohepatologi Ari Fahrial Syam menjelaskan bahwa  intoleransi laktosa terjadi ketika tubuh tidak mampu memecah jenis gula alami yang disebut dengan laktosa. 

Ari menjelaskan, bahwa setiap bayi baru lahir umumnya mempunyai kemampuan untuk memproduksi laktase, atau enzim yang membantu usus kecil mencerna laktosa. Laktosa ini umumnya ditemukan dalam produk susu, seperti susu dan yogurt. 

“Nah seiring bertambahnya usia, kadar laktase seseorang itu bisa dapat mulai menurun. Artinya tidak  ada lagi yang menghentikan laktosa yang dikonsumsi untuk masuk ke usus besar yang tidak tercerna, di mana bakteri memecah gula dan menciptakan kelebihan gas dan cairan dalam prosesnya,” ujar Ari saat dihubungi Suara.com beberapa waktu lalu. 

baca juga

Ari mengatakan kondisi kekurangan laktase pada usia dewasa cukup umum. Menurut jurnal The Lancet. Gastroenterology & Hepatology sekitar 68 persen populasi dunia mengalami malabsorbsi laktosa atau ketidakmampuan mencerna laktosa. 

Selain itu, lanjut Ari, faktor genetik juga mempengaruhi intoleransi laktosa banyak terjadi pada masyarakat di Indonesia. Ari menjelaskan bahwa nenek moyang orang-orang di Asia, termasuk Indonesia tidak mempunyai kebiasaan minum susu. Ini tidak terlepas dari kondisi hidup di Asia yang tidak menguntungkan bagi sapi perah. 

Hal tersebut berbeda dengan nenek moyang orang Eropa yang tinggal di daerah dengan akses susu yang lebih terjangkau. Sehingga mereka meneruskan mutasi yang memungkinkan produksi laktase jangka panjang pada orang dewasa. 

“Karena orang-orang kita itu sejak dulu tidak terbiasa minum susu. Karena akses ke susu juga sangat mahal dan sulit. Makanya orang-orang kita enggak mengembangkan mutasi yang persisten laktase,” kata dia. 

Susu Bebas Laktosa Jadi Alternatif

Meski demikian, Ari mengatakan bahwa belakangan mulai banyak produk susu bebas laktosa atau lactose-free. Ia menjelaskan, susu bebas laktosa bisa menjadi alternatif mudah yang membantu orang menghilangkan gejala tidak nyaman seperti sakit perut dan diare yang kerap muncul tadi. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Alternatif Pengganti Susu Sapi yang Baik untuk Kesehatan, Wajib Dicoba!

5 Alternatif Pengganti Susu Sapi yang Baik untuk Kesehatan, Wajib Dicoba!

Your Say | Jum'at, 11 Februari 2022 | 11:31 WIB

Daftar Obat Diare Ampuh, Baik yang Alami Maupun Bisa Ditemukan di Apotek

Daftar Obat Diare Ampuh, Baik yang Alami Maupun Bisa Ditemukan di Apotek

Health | Jum'at, 11 Februari 2022 | 10:49 WIB

Makanan Berkalsium yang Bisa Menggantikan Susu Sapi, Salah Satunya Tahu

Makanan Berkalsium yang Bisa Menggantikan Susu Sapi, Salah Satunya Tahu

Health | Jum'at, 11 Februari 2022 | 09:49 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×