Sindrom Patah Hati Itu Nyata, Begini Bentuk Fisiknya dan Ketahui Penyebabnya!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 11 Februari 2022 | 16:29 WIB
Sindrom Patah Hati Itu Nyata, Begini Bentuk Fisiknya dan Ketahui Penyebabnya!
Ilustrasi patah hati (freepik)

Suara.com - Tahukah Anda bahwa sindrom patah hati itu nyata? Sindrom ini bisa menyebabkan rasa sakit fisik dan masalah jantung.

Sindrom patah hati, yang juga dikenal sebagai kardiomiopati Takotsubo, terjadi ketika seseorang mengalami stres fisik atau emosional yang tiba-tiba dan akut. Kondisi ini dapat melemahkan ventrikel kiri jantung secara cepat.

Memahami sindrom patah hati

Sindrom patah hati pertama kali dijelaskan di Jepang pada 1990-an, menurut Insider. Ini adalah suatu kondisi di mana ventrikel kiri jantung, ruang pemompaan utama jantung, menggelembung, sementara pangkal jantung berkontraksi.

Kondisi ini mungkin berbahaya karena berdampak negatif pada kemampuan jantung dalam memompa darah secara benar.

Kardiomiopati Takotsubo berbeda dengan serangan jantung.

Sindrom patah hati atau Kardiomiopati Takotsubo (Lisi M/Medscape)
Sindrom patah hati atau Kardiomiopati Takotsubo (Lisi M/Medscape)

"Serangan jantung sering disebabkan oleh penyumbatan akibat penumpukan plak di dinding arteri. Sementara kardiomiopati Takotsubo dipicu oleh respons emosional atau fisik yang parah, memengaruhi otot jantung secara langsung," jelas kepala petugas medis dari Intuitive Health, Jay Woody.

Sindrom patah hati disebabkan oleh peristiwa traumatis emosional yang berdampak negatif pada jantung.

Woody mengatakan contoh paling umum dari stresor yang dapat menyebabkan kondisi ini adalah kesedihan karena kehilangan orang tercinta.

Tetapi perasaan takut, marah, terkejut, dan emosi lain yang intens juga bisa mejadi pemicunya.

Sindrom patah hati jarang menyebabkan kematian. Studi tahun 2015 mencatat tingkat kematiannya 5,6% per tahun. Meski begitu, kondisi ini lebih sering (sebanyak 20%) mengakibatkan gagal jantung.

Kondisi ini dapat pulih dalam satu hingga enam minggu, dan sembuh sepenuhnya dalam satu hingga dua bulan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Timnas U-23 Batal Ikut Piala AFF di Kamboja, Warganet Ramai-ramai Patah Hati: Nangis Banget

Timnas U-23 Batal Ikut Piala AFF di Kamboja, Warganet Ramai-ramai Patah Hati: Nangis Banget

Surakarta | Jum'at, 11 Februari 2022 | 08:55 WIB

7 Zodiak Paling Mudah Patah Hati yang Perasaannya Rapuh, Biasanya Juga Susah Banget Move On

7 Zodiak Paling Mudah Patah Hati yang Perasaannya Rapuh, Biasanya Juga Susah Banget Move On

Lifestyle | Rabu, 09 Februari 2022 | 17:37 WIB

Elektabilitas Airlangga Masih Rendah, Sekjen Golkar: Kalau Tinggi Tak Perlu Sombong, Kalau Rendah Jangan Patah Hati

Elektabilitas Airlangga Masih Rendah, Sekjen Golkar: Kalau Tinggi Tak Perlu Sombong, Kalau Rendah Jangan Patah Hati

News | Selasa, 08 Februari 2022 | 17:08 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB