Kasus Covid-19 RI Menurun Dua Hari Terakhir, Epidemiolog Sebut Datanya Kacau Hinga Tunjukkan Bukti Ini

Bimo Aria Fundrika, Dini Afrianti Efendi

Selasa, 15 Februari 2022 | 12:10 WIB
Kasus Covid-19 RI Menurun Dua Hari Terakhir, Epidemiolog Sebut Datanya Kacau Hinga Tunjukkan Bukti Ini
Petugas kesehatan melakukan tes usap (swab test) PCR di Jakarta, Jumat (29/10/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Tri Yunis Miko Wahyono menilai adanya kekacauan data kasus konfirmasi positif Covid-19 Indonesia beberapa hari belakangan.

Perlu diketahui data Kementerian Kesehatan per 12 Februari 2022 ditemukan 55.209 kasus baru, lalu menurun 44.526 di 13 Februari, dan kembali menurun di 36.501 pada 14 Februari.

Hal ini karena tidak selarasnya kenyataan di lapangan dengan potret kasus yang dipublikasi pemerintah. Karena ditemukan masih banyaknya masyarakat yang mengantri tes antigen dan PCR di beberapa laboratorium atau klinik.

"Data hari ini, Minggu dan Sabtu itu aneh, saya melihat meningkat jauh, dan Senin menurun. Saya melihat ada reporting bias, jadi tidak bisa melihat trennya seperti apa," ujar Tri Yunis saat dihubungi suara.com, Selasa (15/2/2022).

Fenomena ini ia kemukakan setelah melihat di Jakarta dan Depok melihat antrian tes PCR, tapi di beberapa daerah banyak masyarakat yang putuskan tidak memeriksakan diri.

tes PCR di Bandara Radin Inten II Lampung. [ANTARA]
tes PCR di Bandara Radin Inten II Lampung. [ANTARA]

"Di Indonesia Jawa Tengah banyak yang sepakat tidak akan periksa, itu yang bahaya. Kemudian di Jawa Timur menurut saya telah terjadi tren positif, tapi keanehannya Malang sudah ada kasus Omicron tapi Surabaya aneh tidak ada atau baru sedikit," kata dia.

Padahal menurut Tri Yunis, dari sisi mobilitas jika orang ingin menjangkau Malang biasanya akan melewati Surabaya lebih dulu untuk melakukan penerbangan.

Hal ini, menurut dia aneh, karena harusnya Surabaya ditemukan lebih banyak kasus dibandingkan Malang.

"Jadi keanehan data itu terjadi, menurut saya ada reporting bias di Indonesia. Kalau di pusatnya sendiri (dikatakan) akan dikontrol, saya pesimis dengan pemerintah. Jumlah yang ditangkap surveilansnya sangat berbeda dengan di lapangan," papar Tri Yunis.

baca juga

Terakhir, Tri Yunis juga menyoroti penurunan kasus nasional ini tidak dibarengi dengan menurunnya angka kematian harian.

Perlu diketahui, data Kemenkes mencatat terjadi 107 kematian baru per 12 Februari 2022, lalu bertambah jadi 111 kematian baru di 13 Februari, dan bertambah lagi 145 kematian baru di 14 Februari.

"Seharusnya kalau kasus konfirmasi menurun, maka kematian juga menurun. Jadi artinya ada kasus di masyarakat yang tidak terdiagnosis. Nggak jago surveilansnya," tutup Tri Yunis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

68 Persen Pasien COVID-19 yang Meninggal karena Belum Vaksinasi Dosis Lengkap

68 Persen Pasien COVID-19 yang Meninggal karena Belum Vaksinasi Dosis Lengkap

Lampung | Selasa, 15 Februari 2022 | 11:47 WIB

Amerika Larang Warganya Kunjungi Beberapa Negara Terkait Peningkatan Kasus Covid-19, Salah Satunya Indonesia

Amerika Larang Warganya Kunjungi Beberapa Negara Terkait Peningkatan Kasus Covid-19, Salah Satunya Indonesia

Jogja | Selasa, 15 Februari 2022 | 11:43 WIB

Berapa Lama Pasien Omicron Harus Karantina? Ini Rekomendasi CDC

Berapa Lama Pasien Omicron Harus Karantina? Ini Rekomendasi CDC

Health | Selasa, 15 Februari 2022 | 11:55 WIB

Terkini

Review Lagu 'Patient Zero' Taylor Swift: Pesan Menohok Buat Kamu yang Terjebak Hubungan Manipulatif

Review Lagu 'Patient Zero' Taylor Swift: Pesan Menohok Buat Kamu yang Terjebak Hubungan Manipulatif

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 08:20 WIB

Di Tengah Heboh Lapas Cibinong, Napi Narkoba Pekanbaru Kabur Belum Ditangkap

Di Tengah Heboh Lapas Cibinong, Napi Narkoba Pekanbaru Kabur Belum Ditangkap

Riau | Sabtu, 26 September 2026 | 08:19 WIB

PDIP: Guruh Soekarnoputra Sosok Marhaenis dan Pejuang Partai

PDIP: Guruh Soekarnoputra Sosok Marhaenis dan Pejuang Partai

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:17 WIB

Promo Belanja di SOGO dari BRI Khusus Oktober 2026

Promo Belanja di SOGO dari BRI Khusus Oktober 2026

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 08:16 WIB

Promo Akhir Bulan: Diskon 50% Ban Ban Tea Pakai BRImo

Promo Akhir Bulan: Diskon 50% Ban Ban Tea Pakai BRImo

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 08:12 WIB

Guruh Soekarnoputra Berpulang, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Guruh Soekarnoputra Berpulang, PDIP Kibarkan Bendera Setengah Tiang

News | Sabtu, 26 September 2026 | 08:10 WIB

Cara Dapat Diskon Hotel 8% Pakai Kartu Virtual BRI

Cara Dapat Diskon Hotel 8% Pakai Kartu Virtual BRI

Bri | Sabtu, 26 September 2026 | 08:00 WIB

Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif

Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif

Entertainment | Sabtu, 26 September 2026 | 08:00 WIB

Heboh Bupati Husniah Talenrang Dikabarkan Ditahan, Begini Kata Polisi

Heboh Bupati Husniah Talenrang Dikabarkan Ditahan, Begini Kata Polisi

Sulsel | Sabtu, 26 September 2026 | 07:56 WIB

Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya

Mengenal Kondisi 'Gigi Hiu' pada Masa Pertumbuhan Anak dan Langkah Penanganannya

Health | Sabtu, 26 September 2026 | 07:49 WIB

×