Viral Bupati Karanganyar Pidato Tanpa Masker dan Minta Masyarakat Tak Perlu Takut dengan Omicron

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Selasa, 15 Februari 2022 | 18:30 WIB
Viral Bupati Karanganyar Pidato Tanpa Masker dan Minta Masyarakat Tak Perlu Takut dengan Omicron
Viral Bupati Karanganyar Pidato Tanpa Masker dan Minta Masyarakat Tak Perlu Takut dengan Omicron. (Dok: YouTube/DikRaffa Channel)

Suara.com - Video pidato Bupati Karanganyar Juliyatmono viral di media sosial. Pasalnya, ia berpidato disuatu acara dengan tidak memakai masker dan membahas tentang Covid-19 varian Omicron.

Dari video yang beredar, Juliyatmono nampak menghadiri suatu acara di area terbuka yang dihadiri banyak orang. Dalam bahasa jawa, Juliyatmono meminta masyarakat sebaiknya menganggap Omicron juga Covid-19 tidak ada. 

"Yang penting dijaga sendiri-sendiri begitu saja ya. Tidak usah memikirkan Omicron ataupun Covid. Aggap saja sudah tidak ada, begitu ya," kata Yuli setelah diterjemahkan, dikutip dari video yang beredar, Selasa (15/2/2022).

Meski begitu, ia juga mengingatkan agar masyarakat tetap memakai masker. Namun, ia mengatkan tidak perlu terlalu cemas karena Omicron hanya seperti pilek biasa. 

"Agar patut ya pakailah masker, begitu saja ya. Jadi Insyaallah karena Omicron ini hanya seperti pilek biasa, tidak perlu takut-takut," ujarnya.

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Ia pun mengimbau kepada masyarakat tak perlu terburu-buru lakukan tes Covid-19 apabila mengalami gejala seperti infeksi virus corona. Terpenting, kata Juliyatmono, tetap berada di rumah selama masih mengalami gejala.

"Nanti kalau ada yang pilek di rumah, tidak usah periksa dulu. Tidak usah periksa kemana-mana dulu, ya. Di rumah saja nanti tiga hari makan kenyang punya uang, sehat," kata Juliyatmono.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 Pemerintah, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, masih masuk dalam PPKM level 2. Kasus positif Covid-19 di wilayah tersebut tercatat melonjak sejak pertengahan Januari lalu.

Dikutip dari situs Satgas Covid-19 Karanganyar, kasus positif bertambah sebanyak 111 dalam satu hari per Senin (14/2) pukul 12.00 WIB.

Hingga saat ini, masih ada 869 orang yang positif Covid-19 di daerah tersebut. Kebanyakan menjalani isolasi mandiri, 761 orang. Sementara, 108 orang lainnya perlu dirawat di rumah sakit.

Adapun total kasus Covid-19 sejak awal pandemi di Karanganyar telah mencapai 23.713 kasus dengan kematian 1.399 jiwa.

Berikut video lengkapnya. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Puluhan Jamaah asal Jambi Positif Covid-19 Sepulang Ibadah Umrah

Puluhan Jamaah asal Jambi Positif Covid-19 Sepulang Ibadah Umrah

Riau | Selasa, 15 Februari 2022 | 15:33 WIB

Terekam Bawa Dokumen Penting Saat Beli Tempe, Warganet: Tetap Tenang di Era Gempuran Ayang

Terekam Bawa Dokumen Penting Saat Beli Tempe, Warganet: Tetap Tenang di Era Gempuran Ayang

News | Selasa, 15 Februari 2022 | 15:38 WIB

Viral Beli Hair Dryer, Cewek ini Heran dan Takut Bentuknya Berubah Bak Panggangan, Warganet Ngeri: Hair Fryer

Viral Beli Hair Dryer, Cewek ini Heran dan Takut Bentuknya Berubah Bak Panggangan, Warganet Ngeri: Hair Fryer

Hits | Selasa, 15 Februari 2022 | 15:31 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB