Covid-19 Sebabkan Bayi Lahir Mati? Ini Kata Ilmuwan

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Rabu, 16 Februari 2022 | 16:50 WIB
Covid-19 Sebabkan Bayi Lahir Mati? Ini Kata Ilmuwan
Ilustrasi bayi baru lahir (Unsplash/Isaac Quesada)

Suara.com - Infeksi Covid-19 diketahui menyebabkan bayi lahir mati pada ibu hamil yang tidak divaksinasi, tetapi mekanismenya belum benar-benar dipahami. 

Dilansir Zeenews, sebuah tim peneliti internasional beranggotakan 44 orang mempelajari 64 kasus lahir mati dan empat kematian neonatal dini dari 12 negara untuk menentukan bagaimana Covid-19 menyebabkan kematian perinatal pada ibu hamil yang tidak divaksinasi.

Pada laporan yang dipublikasikan di Archives of Pathology & Laboratory Medicine, menunjukkan bahwa infeksi Covid-19 dapat menghancurkan plasenta, membuat janin kekurangan oksigen.

Seperti yang juga juga dikutip USA Today, para peneliti menentukan virus mencapai plasenta dan menyebabkannya gagal melewati aliran darah ibu, sebuah proses yang dikenal sebagai viremia.

Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)
Ilustrasi bayi (Unsplash/Liane)

"Studi kami mengidentifikasi insufisiensi plasenta sebagai akar penyebab lahir mati pada ibu hamil dengan Covid-19 selama kehamilan," kata Dr David Schwartz, seorang ahli patologi berbasis di Atlanta yang memimpin penelitian tersebut.

"Di antara 68 kasus, rata-rata 77 persen plasenta telah hancur dan tidak berguna untuk mendukung kebutuhan janin yang kritis, yang mengakibatkan lahir mati atau kematian neonatal dini," tambahnya.

Dalam semua kasus yang diteliti, peneliti menemukan plasenta dari ibu yang terinfeksi memiliki kelainan parah yang disebut plasenta SARS-CoV-2, kata Schwartz.

Tim juga menemukan lesi yang diinduksi virus di plasenta menghalangi aliran darah dan oksigen ibu dan janin, membunuh jaringan plasenta dan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki, kata laporan itu.

Selanjutnya, di hampir semua kasus, peningkatan diamati pada fibrin - protein kunci yang terlibat dengan pembekuan darah - begitu "masif" sehingga menghalangi aliran darah dan oksigen ke plasenta.

baca juga

Semua plasenta juga menunjukkan sel-sel mati yang membentuk penghalang sel utama antara ibu dan janin, yang dikenal sebagai nekrosis trofoblas.

Komplikasi plasenta lain yang mungkin disebabkan oleh virus adalah akumulasi langka sel inflamasi yang disebut intervillositis histiositik kronis, yang terlihat pada 97 persen kasus yang dipelajari oleh tim peneliti internasional.

Selain itu, para peneliti berasumsi bahwa banyak infeksi berasal dari varian Delta, dan bukan Omicron.

Meskipun infeksi virus, bakteri, dan parasit lain yang terjadi pada kehamilan dan menyebabkan kelahiran mati berjalan melalui plasenta dan merusak organ janin, namun Schwartz mengatakan SARS-CoV-2 tampaknya berhenti di plasenta dan menyebabkan kerusakan paling besar di sana.

"Kerusakan plasenta sangat parah sehingga janin terinfeksi atau tidak mungkin tidak relevan," katanya.

Penelitian telah menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 aman dan efektif untuk ibu hamil. Penelitian juga menunjukkan bahwa antibodi dari vaksin dapat masuk ke janin dan melindungi bayi dari Covid-19 setelah lahir.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Aturan Karantina Covid-19 Terbaru: PPLN Sudah Vaksin Booster Hanya Karantina 3 Hari

Aturan Karantina Covid-19 Terbaru: PPLN Sudah Vaksin Booster Hanya Karantina 3 Hari

News | Rabu, 16 Februari 2022 | 15:40 WIB

Kabar Baik, Kini Pasien Dengan Hasil Antigen Positif Covid-19 Bisa Pakai Telemedicine dan Dapat Obat Gratis

Kabar Baik, Kini Pasien Dengan Hasil Antigen Positif Covid-19 Bisa Pakai Telemedicine dan Dapat Obat Gratis

Health | Rabu, 16 Februari 2022 | 15:33 WIB

Bantah 3 Pasien Covid-19 di Palembang Meninggal saat Isoman, Kemenkes Minta Pemda Klarifikasi

Bantah 3 Pasien Covid-19 di Palembang Meninggal saat Isoman, Kemenkes Minta Pemda Klarifikasi

News | Rabu, 16 Februari 2022 | 15:32 WIB

Terkini

58 Tahun DBD di Indonesia, Ancaman Belum Usai: Mungkinkah Nol Kematian pada 2030?

58 Tahun DBD di Indonesia, Ancaman Belum Usai: Mungkinkah Nol Kematian pada 2030?

Health | Minggu, 06 September 2026 | 19:35 WIB

Korban Tewas di Gaza Tembus 73.651 Orang

Korban Tewas di Gaza Tembus 73.651 Orang

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:34 WIB

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 4 Dampak yang Wajib Diwaspadai

Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus? Ini 4 Dampak yang Wajib Diwaspadai

Tekno | Minggu, 06 September 2026 | 19:30 WIB

Serunya Amartha 10X Run 2026: Lari, Ngemil, Sampai Bawa Pulang Ikan Cupang dan Sayur-Mayur

Serunya Amartha 10X Run 2026: Lari, Ngemil, Sampai Bawa Pulang Ikan Cupang dan Sayur-Mayur

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 19:28 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Rusak Mobil Permanen, Jangan Langsung Dilap

Abu Vulkanik Anak Krakatau Bisa Rusak Mobil Permanen, Jangan Langsung Dilap

Lifestyle | Minggu, 06 September 2026 | 19:26 WIB

Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak

Erupsi Anak Krakatau Batalkan 4 Penerbangan di Tanjungpinang, 469 Penumpang Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 19:22 WIB

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi: 6 Daerah di Lampung Diselimuti Abu Vulkanik

Gunung Anak Krakatau Masih Erupsi: 6 Daerah di Lampung Diselimuti Abu Vulkanik

Lampung | Minggu, 06 September 2026 | 19:16 WIB

Ratusan Penerbangan Lion Group Batal akibat Erupsi Anak Krakatau

Ratusan Penerbangan Lion Group Batal akibat Erupsi Anak Krakatau

Bisnis | Minggu, 06 September 2026 | 19:15 WIB

Timnas Indonesia Gebuk Australia 2-0, Garuda Muda ke Piala Asia U-20 2027 dengan Rekor Sempurna

Timnas Indonesia Gebuk Australia 2-0, Garuda Muda ke Piala Asia U-20 2027 dengan Rekor Sempurna

Bola | Minggu, 06 September 2026 | 19:10 WIB

Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan di Bandara Samarinda Dibatalkan

Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan di Bandara Samarinda Dibatalkan

Kaltim | Minggu, 06 September 2026 | 19:09 WIB

×