Masuk Tahun Ketiga Pandemi Covid-19, Dokter Top AS Dr Anthony Fauci Serukan Kembali Hidup Normal

Risna Halidi, Lilis Varwati

Kamis, 17 Februari 2022 | 17:32 WIB
Masuk Tahun Ketiga Pandemi Covid-19, Dokter Top AS Dr Anthony Fauci Serukan Kembali Hidup Normal
Direktur Institut Alergi dan Penyakit Menular Nasional AS, Anthony Fauci [AFP]

Suara.com - Dokter spesialis penyakit menular terkemuka Amerika Serikat Dr Anthony Fauci mengatakan bahwa sudah waktunya bagi AS mulai kembali ke keadaan normal seperti sebelum wabah Covid-19. 

Meski begitu, ia mengingatkan bahwa AS memang tetap masih dalam risiko paparan virus corona.

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Fauci mengatakan sejumlah negara bagian AS menghadapi pilihan sulit dalam upaya untuk menyeimbangkan kehidupan ekonomi dengan melindungi warganya dari infeksi dalam fase tahun ketiga pandemi Covid-19 saat ini.

"Tidak ada solusi sempurna untuk ini," kata Fauci yang juga penasihat medis utama Presiden Joe Biden dan anggota Tim Tanggap Ccovid-19 Gedung Putih.

Sebelumnya, pejabat kesehatan AS mengatakan, sedang mempersiapkan panduan baru terkait Covid-19, seiring dengan lonjakan kasus Omicron yang sudah menurun.

Beberapa negara bagian, termasuk New Jersey, New York, California, Connecticut, Delaware dan Oregon bahkan telah menghapus aturan wajib masker di sekolah atau tempat umum lainnya mulai beberapa minggu mendatang.

"Fakta bahwa dunia dan Amerika Serikat hanya sampai di sini dengan Covid. Mereka benar-benar perlu mendapatkan hidup mereka kembali. Anda tidak boleh sembrono dan melupakan (aturan Covid-19) segalanya, tetapi Anda harus mulai beranjak ke arah (hidup normal) itu," kata Fauci.

Meski angka kematian akibat Covid-19 di AS masih tetap tinggi, dengan sekitar 2.200 orang meninggal setiap hari. Menurut pemerintah, kebanyakan dari mereka belum divaksinasi Covid-19.

Sementara itu, rata-rata kasus mingguan Covid-19 sekitar 147 ribu atau turun 40 persen dari minggu sebelumnya, menurut data pemerintah. Selama periode yang sama, penerimaan rumah sakit turun sekitar 28 persen menjadi 9.500 per hari.

baca juga

Fauci mengakui bahwa kebijakan yang direvisi negara dapat melibatkan pertukaran dan beberapa infeksi yang tidak perlu. Tetapi terlalu mengetatkan aturan juga berbahaya.

"Dampaknya bisa pada kesehatan mental, pada perkembangan anak-anak, berdampak pada sekolah. Aakah itu seimbang dengan mencoba menjadi benar-benar murni dan melindungi dari infeksi? Saya tidak punya jawaban yang tepat untuk itu," ucap Fauci.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Meroket! 206 Pasien Covid-19 di Indonesia Meninggal Dalam Sehari, Masih Bisakah Omicron Disebut Ringan?

Meroket! 206 Pasien Covid-19 di Indonesia Meninggal Dalam Sehari, Masih Bisakah Omicron Disebut Ringan?

Health | Kamis, 17 Februari 2022 | 17:10 WIB

Studi: Antibodi dari Vaksin Covid-19 Pfizer akan Semakin Kuat Berbulan-bulan setelah Imunisasi

Studi: Antibodi dari Vaksin Covid-19 Pfizer akan Semakin Kuat Berbulan-bulan setelah Imunisasi

Health | Kamis, 17 Februari 2022 | 17:05 WIB

Jepang Bakal Umumkan Pelonggaran Pembatasan Covid-19, Masa Karantina Diperpendek

Jepang Bakal Umumkan Pelonggaran Pembatasan Covid-19, Masa Karantina Diperpendek

Jogja | Kamis, 17 Februari 2022 | 16:03 WIB

Terkini

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Menolak Mati di Usia 30: Kebangkitan 'Case 15', Cetak Biru Punk Rock Superman Is Dead

Entertainment | Minggu, 27 September 2026 | 00:01 WIB

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

TPA Cikundul Sukabumi Terbakar, Api Merambat Hingga Dasar Gunungan Sampah

News | Sabtu, 26 September 2026 | 23:28 WIB

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Tim Gabungan Buka Pintu Satu per Satu Usut Dugaan Pelanggaran di Lapas Cibinong

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 23:20 WIB

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Klarifikasi Pengelola TPST Abu & Co di Tangsel, Mengaku Belum Mengantongi Izin dan Dokumen IPAL

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:44 WIB

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Kejar PAD Rp520 Juta dari Sektor Parkir 2026, Dishub Kota Tangsel Imbau Pengelola Taat Regulasi

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:34 WIB

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Realisasi Pajak Parkir Capai Rp15 Miliar, Bapenda Kota Tangsel Siapkan 6 Jurus Optimalkan PAD

Banten | Sabtu, 26 September 2026 | 22:20 WIB

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

65 Kasus Flu Babi H1N1 Terdeteksi di Bandung

Jabar | Sabtu, 26 September 2026 | 22:14 WIB

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Menikmati Sejuknya Jogja dengan Nuansa Jepang di Onsen Resort Kaliurang

Your Say | Sabtu, 26 September 2026 | 21:59 WIB

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya

Lifestyle | Sabtu, 26 September 2026 | 21:25 WIB

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Isuzu Andalkan Kualitas dan Layanan Purnajual untuk Hadapi Gempuran Merek China

Otomotif | Sabtu, 26 September 2026 | 20:54 WIB

×