Tinggal di Negara Paling Bahagia di Dunia Justru Meningkatkan Tekanan Batin, Kok Bisa?

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 20 Februari 2022 | 11:08 WIB
Tinggal di Negara Paling Bahagia di Dunia Justru Meningkatkan Tekanan Batin, Kok Bisa?
Ilustrasi Kopenhage, Denmark (Shutterstock)

Suara.com - World Happiness Report mendaftar tiga negara paling bahagia di dunia, yakni Finlandia, Islandia, dan Denmark. Ranking ini dipertimbangkan berdasarkan kesehatan mental hingga respons pemerintah terhadap pandemi.

Tetapi ternyata tinggal di negara yang paling bahagia di dunia tidak seperti yang kita pikirkan, lho!

Dalam sebuah penelitian baru yang terbit di Scientific Reports menunjukkan bahwa masyarakat cenderung mengalami kesejahteraan yang buruk karena tekanan sosial untuk bahagia di negara-negara paling bahagia tersebut.

Bahkan, tekanan untuk selalu bahagia itu ditunjukkan melalui saluran seperti media sosial, buku, hingga iklan. Akhirnya orang-orang mengembangkan perasaan tentang jenis emosi apa yang akan dihargai dan tidak dihargai oleh lingkungan.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa semakin seseorang mengalami tekanan untuk merasa bahagia, semakin mereka mengalami depresi.

Warga berjalan di tepi laut di hari yang cerah tapi membekukan pada Boxing Day di Helsinki, Finlandia, Minggu (26/12/2021). ANTARA FOTO/Lehtikuva/Heikki Saukkomaa via REUTERS/AWW/djo
Warga berjalan di tepi laut di hari yang cerah tapi membekukan pada Boxing Day di Helsinki, Finlandia, Minggu (26/12/2021). ANTARA FOTO/Lehtikuva/Heikki Saukkomaa via REUTERS/AWW/djo

Studi yang dipimpin oleh profesor di Sekolah Ilmu Psikologi Melbourne, Universitas Melbourne, Brock Bastian, menyurvei 7.443 orang dari 40 negara tentang kesejahteraan emosional, kepuasan hidup dan keluhan suasana hati.

Lalu peneliti menimbang hasilnya terhadap persepsi peserta tentang tekanan sosial untuk selalu berperilaku positif.

"Apa yang kami temukan mengonfirmasi temuan kami sebelumnya," tulis Bastian, dilansir Science Alert.

Di seluruh dunia, ketika orang melaporkan merasakan tekanan untuk mengalami kebahagiaan dan menghindari kesedihan, mereka cenderung mengalami kekurangan dalam kesehatan mental.

baca juga

Artinya, mereka mengalami kepuasan yang lebih rendah dengan hidup, lebih banyak emosi negatif, lebih sedikit emosi positif, serta tingkat depresi, kecemasan, hingga stres yang lebih tinggi.

"Tidak berarti rata-rata orang tidak bahagia di negara-negara iu. Tetapi bagi mereka yang sudah merasakan banyak tekanan untuk tetap tegar, tinggal di negara paling bahagia dapat menyebabkan kesejahteraan yang buruk," imbuh Bastian.

Namun, kebahagiaan tidak terbatas pada ekspresi bahagia yang terlihat dari luar saja. Ada isyarat lain yang lebih halus, seperti memiliki lebih banyak kontak sosial atau terlibat dalam aktivitas menyenangkan.

Sinyal-sinyal tersebut cenderung lebih kuat di negara-negara paling bahagia, meningkatkan efek ekspektasi sosial. Di negara-negara seperti ini, perasaan bahagia dapat dengan mudah dilihat sebagai norma yang diharapkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Fakta-fakta Menarik di 3 Negara Paling Bahagia di Dunia

Fakta-fakta Menarik di 3 Negara Paling Bahagia di Dunia

Your Say | Jum'at, 24 Desember 2021 | 13:12 WIB

Di Tengah Pandemi, Inilah 10 Negara Paling Bahagia

Di Tengah Pandemi, Inilah 10 Negara Paling Bahagia

Lifestyle | Selasa, 23 Maret 2021 | 11:43 WIB

Finlandia Negara Paling Bahagia Sedunia, Indonesia Ranking 96

Finlandia Negara Paling Bahagia Sedunia, Indonesia Ranking 96

News | Kamis, 15 Maret 2018 | 09:47 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×