Seorang Bayi Meninggal setelah Menderita Demam Lassa, Penyakit yang Berasal dari Afrika Barat

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Minggu, 20 Februari 2022 | 14:02 WIB
Seorang Bayi Meninggal setelah Menderita Demam Lassa, Penyakit yang Berasal dari Afrika Barat
Ilustrasi bayi. (Unsplash)

Suara.com - Seorang bayi baru lahir di Inggris meninggal dunia minggu lalu setelah mengalami demam Lassa, sebuah infeksi virus akut yang umumnya mewabah di beberapa bagian Afrika Barat.

Selain sang bayi, virus juga menginfeksi dua anggota keluarga lainnya. Namun, salah satunya sudah pulih.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) melaporkan bahwa mereka baru saja pulang dari Afrika Barat dan ketika terinfeksi dirawat di Royal Free London NHS Foundation Trust.

Demam Lassa merupakan penyakit zoonosis, artinya ditularkan ke manusia melalui kontak hewan yang terinfeksi, lapor Live Science.

Vektor hewan penyebar demam Lassa adalah tikus multimammate (Mastomys natalensis), yang hidup di seluruh Afrika Barat dan menyebarkan virus melalui kotoran serta urin.

Penampakan virus Lassa (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS)
Penampakan virus Lassa (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS)

Seseorang bisa terinfeksi Lassa jika berkontak langsung dengan partikel yang terkontaminasi kotoran tikus yang terinfeksi, atau melalui kontak darah, air liur, atau kotoran orang yang terinfeksi.

Gejalanya berupa sakit kepala, kelemahan otot ringan, dan demam rendah. Umumnya, tanda-tanda bisa memakan waktu hingga tiga minggu setelah terpapar virus.

Pada infeksi parah, orang bisa mengalami muntah, gangguan pernapasan, pendarahan, masalah neurologis dan kegagalan organ.

Demam Lassa sangat jarang menyebabkan kematian, hanya sekitar satu persen kemungkinannya.

UKHSA pun memantau orang-orang yang telah melakukan kontak dengan keluarga tersebut, termasuk pasien dan pekerja medis di mana bayi meninggal, yaitu Rumah Sakit Luton dan Dunstable.

Untungnya, Kepala Penasihat Medis di UKHSA Susan Hopkis mengatakan bahwa demam Lassa tidak mudah menyebar dan risiko penularan antar orang sangat rendah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Di Tengah Ancaman Varian Omicron, 10 Negara ini Malah Zero Kasus Virus Corona Covid-19!

Di Tengah Ancaman Varian Omicron, 10 Negara ini Malah Zero Kasus Virus Corona Covid-19!

Health | Sabtu, 19 Februari 2022 | 17:52 WIB

Gejala Virus Corona Covid-19 Makin Ringan, Ahli Prediksi Pandemi Segera Berakhir!

Gejala Virus Corona Covid-19 Makin Ringan, Ahli Prediksi Pandemi Segera Berakhir!

Health | Sabtu, 19 Februari 2022 | 16:50 WIB

Obat Anti Virus Covid-19 untuk Terapi Pasien Dipasarkan di Indonesia

Obat Anti Virus Covid-19 untuk Terapi Pasien Dipasarkan di Indonesia

Batam | Sabtu, 19 Februari 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Quinn Salman Selalu Sempatkan Waktu Bermain Bersama Keluarga, Ternyata Manfaatnya Bagus Banget?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 16:57 WIB

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Mobilitas Tinggi Bikin Kulit Lebih Rentan Terpapar Kuman, Kapan Perlu Antiseptik?

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 14:09 WIB

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Ancaman Tak Terlihat bagi Lingkungan Perairan: Residu Antidepresan Meningkat di Sungai

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:10 WIB

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Layanan Ortopedi Dalam Negeri Kian Dekat dengan Standar Internasional

Health | Selasa, 09 Juni 2026 | 08:05 WIB

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Pengembangan Vaksin Dalam Negeri Kian Maju, Perlindungan terhadap HPV Jadi Fokus

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 16:48 WIB

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Mikroplastik Ada di Makanan, Minuman, hingga Udara: Seberapa Besar Risikonya bagi Kesehatan?

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 14:30 WIB

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Memilih Susu Anak Tak Cukup Lihat Kandungan DHA, Orang Tua Perlu Cermati Komposisi Utamanya

Health | Senin, 08 Juni 2026 | 11:00 WIB

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Pencernaan Sehat Jadi Kunci Anak Aktif, Lahap Makan, dan Tidur Nyenyak

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:12 WIB

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Stop Anggap Lemak Itu Jahat! Ini Alasan Mengapa Anak Justru Wajib Mengonsumsinya

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:23 WIB

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Etawanesia dan Etawalin: Rekomendasi Susu Kambing Etawa Unggulan, Paling Diminati 2 Tahun Terakhir

Health | Sabtu, 06 Juni 2026 | 10:05 WIB