Sering Dianggap Ringan, Eks Direktur WHO: Risiko Kematian Omicron Ancam Semua Kelompok Umur

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 23 Februari 2022 | 17:45 WIB
Sering Dianggap Ringan, Eks Direktur WHO: Risiko Kematian Omicron Ancam Semua Kelompok Umur
Petugas mengusung peti berisi jenazah yang meninggal dunia karena COVID-19 untuk dimakamkan di TPU Srengseng Sawah, Jakarta, Jumat (15/1/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Gejala omicron seringkali dianggap ringan dan jarang menyebabkan keparahan. Tapi, selama gelombang Omicron di Indonesia, kasus kematian akibat Covid-19 masih terus terjadi. 

Bahkan, dalam beberapa hari terakhir jumlahnya terus meningkat. Menanggapi hal tersebut, Direktur Pasca-Sarjana Universitas YARSI Prof Tjandra Yoga Aditama mengungkapkan risiko kematian selama gelombang omicron bisa dialami oleh berbagai kelompok umur. 

"Kementerian Kesehatan RI pada 22 Februari 2022 menyampaikan total kasus kematian Covid-19 sejak wabah Omicron merebak mencapai 2.484 jiwa," kata Tjandra Yoga Aditama melalui pernyataan tertulis yang diterima di Jakarta, seperti dikutip dari ANTARA. 

Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)
Ilustrasi Virus Corona. (Pixabay)

Dari total kasus tersebut, sebanyak 46 persen masyarakat yang meninggal akibat Covid-19 dilaporkan memiliki komorbid. 54 persen sisanya tidak memiliki komorbid.

"Artinya penyakit memberat sampai menuju kematian memang tidak sepenuhnya karena adanya komorbid," katanya.

Tjandra mengatakan laporan Kemenkes juga menyebutkan bahwa 53 persen pasien meninggal dunia adalah kelompok lanjut usia (lansia).

Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara periode 2018-2022 itu mengatakan sebanyak 47 persen pasien yang meninggal bukan berasal dari kelompok umur lansia. "Jadi ancaman penyakit berat sampai meninggal memang dapat terjadi di berbagai kelompok umur," katanya.

Tjandra juga tidak memungkiri kasus kematian akibat Covid-19 juga dapat dipicu gabungan antara lansia dengan komorbid atau penyakit penyerta maupun faktor lain seperti belum divaksinasi lengkap.

Ia mengatakan kasus kematian akibat Covid-19 di Indonesia meningkat hingga 50 kali lipat lebih sejak periode 6 Januari hingga 22 Februari 2022.

Data Kemenkes melaporkan kasus kematian harian per 6 Januari mencapai empat jiwa, tapi sejak 11 Februari angkanya melonjak hingga 100 jiwa.

Tidak sampai sepekan, angka kematian kembali bertambah dua kali lipat menjadi 206 jiwa per 17 Februari dan 216 meninggal per 18 Februari.

"Memang tanggal 19, 20 dan 21 Februari angkanya turun di bawah 200 orang, tetapi 22 Februari kemarin kita tentu berduka cita mendalam dengan wafatnya 257 warga kita, jumlah tertinggi di masa Omicron," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hal yang Harus Dihindari Pasien Positif Covid-19 Varian Omicron saat Lakukan Isolasi Mandiri

Hal yang Harus Dihindari Pasien Positif Covid-19 Varian Omicron saat Lakukan Isolasi Mandiri

Health | Rabu, 23 Februari 2022 | 15:20 WIB

98 Persen Kasus Covid-19 di Dunia Varian Omicron, Yuk, Ingat Lagi Bagaimana Varian Penemuannya!

98 Persen Kasus Covid-19 di Dunia Varian Omicron, Yuk, Ingat Lagi Bagaimana Varian Penemuannya!

Health | Rabu, 23 Februari 2022 | 15:18 WIB

Ridwan Kamil Klaim Puncak Omicron di Jabar Sudah Berlalu dan Kini Kasus COVID-19 Mengalami Penurunan, Ini Faktanya

Ridwan Kamil Klaim Puncak Omicron di Jabar Sudah Berlalu dan Kini Kasus COVID-19 Mengalami Penurunan, Ini Faktanya

Jabar | Rabu, 23 Februari 2022 | 14:05 WIB

Terkini

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB