Stok ASI Nagita Slavina Melimpah Penuhi Freezer Bikin Ibu-ibu Insecure, Ini 10 Cara Tepat Tingkatkan Suplai ASI

Bimo Aria Fundrika, Dinda Rachmawati

Rabu, 02 Maret 2022 | 10:20 WIB
Stok ASI Nagita Slavina Melimpah Penuhi Freezer Bikin Ibu-ibu Insecure,  Ini 10 Cara Tepat Tingkatkan Suplai ASI
Stok ASI Nagita Slavina melimpah. [Instagram/raffinagita1717]

Anda bisa mencoba teknik cluster pumping, yakni memompa selama lima menit berulang untuk memberikan rangsangan berulang pada payudara. Cluster pumping adalah metode yang menirukan frekuensi bayi saat mengalami fase growth spurt. 

Di mana saat bayi mengalami fase growth spurt, bayi akan lebih sering minta disusui, dengan jeda waktu yang dekat dari waktu menyusui sebelumnya, dan dengan hisapan yang lebih kuat.

Saat payudara Anda penuh, tubuh seakan mendapat sinyal untuk berhenti memproduksi ASI. Sementara payudara kosong memicu produksi ASI, jadi semakin banyak Anda mengosongkan payudara, semakin banyak ASI yang akan Anda hasilkan.

Cluster pumping mungkin tidak praktis untuk lingkungan kerja, tetapi Anda dapat mencobanya di malam hari saat di rumah atau selama akhir pekan. Cobalah beberapa sesi cluster pumping sampai Anda melihat peningkatan yang nyata dalam pasokan ASI Anda. Dan ingatlah untuk tetap terhidrasi saat Anda menyusui atau memompa.

Cara lain untuk memompa lebih sering adalah dengan menambahkan sesi ekstra di siang hari, terutama jika Anda sedang bekerja. Misalnya, jika Anda hanya memompa dua kali sehari, pompalah jadi tiga kali sehari.

Jika Anda ingin menambah suplai ASI tetapi bayi Anda bersama Anda sepanjang hari, gunakan pompa di luar sesi menyusui pada hari itu.

Pasokan ASI diatur oleh hormon dan ritme sirkadian Anda, sehingga banyak peremouan memiliki volume ASI paling banyak di pagi hari. Anda juga dapat memompa di pagi hari sebelum bayi Anda bangun, atau memompa segera setelah menyusui.

Jika pagi hari tidak berhasil untuk Anda, Anda juga dapat mencoba memompa di malam hari setelah bayi tidur. Seiring waktu, tubuh akan mengatur untuk memasok lebih banyak ASI selama sesi pemompaan ekstra. Untuk hasil terbaik, lakukan sesi pemompaan tambahan Anda pada waktu yang sama setiap hari.

2. Pompa setelah menyusui

baca juga

Terkadang payudara Anda mungkin masih terasa penuh setelah bayi berhenti menyusu. Anda dapat langsung memompa atau memerahnya dengan tangan di satu atau kedua payudara setelah setiap sesi menyusui, untuk memastikan payudara Anda benar-benar kosong. Itu menandakan tubuh mulai memproduksi lebih banyak susu.

Seiring waktu, memompa setelah menyusui dapat menyebabkan peningkatan jumlah ASI yang Anda hasilkan sepanjang hari.

3. Gunakan Pompa Ganda (Double Pump)

Untuk mendapatkan ASI yang maksimal saat memompa, Anda bisa memompa kedua payudara sekaligus, dengan menggunakan alat double pump. Untuk mempermudah gunakan bra khusus memompa. Bra ini dibuat khusus untuk menahan pelindung payudara pada alat pompa di tempatnya sehingga Anda masih bisa tetap berkegiatan.

Anda dapat menggabungkan pemompaan ganda dengan cluster pumping jika Anda sedang mengejar stok ASI di dalam freezer agar tetap tersedia.

4. Gunakan peralatan yang tepat

Untuk mendapatkan hasil maksimal dari pemompaan, pompa Anda harus dalam kondisi baik dan berfungsi dengan baik. Segala sesuatu mulai dari ukuran pelindung payudara hingga kecepatan hisap akan memengaruhi seberapa banyak ASI yang bisa Anda dapatkan.  

Beberapa tips memilih alat pompa adalah, tetap haga kebersihan mesin Anda, ganti suku cadang sesuai kebutuhan, kenali cara kerja pompa Anda, lihat situs web produsen dan hubungi konsultan laktasi jika Anda membutuhkan bantuan.

Jika Anda benar-benar ingin fokus meningkatkan suplai, Anda juga bisa menyewa pompa ASI standar rumah sakit selama seminggu atau sebulan. Ini adalah pompa kualitas tertinggi yang tersedia, dan dapat membantu Anda mengekstrak lebih banyak ASI saat memompa.

5. Cobalah kue dan suplemen laktasi

Resep kue laktasi terkadang menggunakan gandum atau ragi untuk meningkatkan suplai ASI. Anda juga dapat menemukan suplemen herbal seperti fenugreek, milk thistle, dan adas yang dikenal sebagai galactagogues atau zat yang dikatakan dapat meningkatkan ASI.

Sebuah meta-analisis besar dari ratusan penelitian menemukan data yang tidak konsisten tentang apakah suplemen benar-benar meningkatkan ASI atau tidak. Dokter dan ibu tidak dapat mengetahui dengan pasti bagaimana herbal dan suplemen dapat membantu.

Namum, jika ingin tetap mencoba, bicaralah dengan dokter Anda sebelum mencoba suplemen apa pun saat menyusui.

6. Jaga Pola Makan Sehat

Ingatlah untuk mengonsumsi kalori yang cukup dan tetap terhidrasi dengan minum air putih dan cairan bening lainnya sepanjang hari. Makan makanan bergizi dan selalu terhidrasi dengan baik dapat membantu Anda mempertahankan pasokan ASI yang sehat.

Ibu menyusui mungkin membutuhkan hingga 13 gelas atau 104 ons air sehari. Usahakan untuk minum setidaknya satu cangkir air setiap kali Anda memompa atau menyusui, dan kemudian minum sisa cangkir lainnya sepanjang hari.

Anda juga harus menyiapkan tambahan 450 hingga 500 kalori per hari, di samping asupan kalori yang direkomendasikan. Sama seperti saat Anda hamil, jenis kalori yang Anda tambahkan juga penting. Pilih makanan yang sarat dengan vitamin dan nutrisi penting lainnya.

7. Jangan membandingkan

Dalam menyusui, kepercayaan diri adalah kuncinya. Jangan merasa rendah jika teman atau rekan kerja tampaknya mendapatkan lebih banyak ASI daripada Anda saat memompa.

Ingatlah, setiap ibu menyusui memiliki jumlah sel penyimpanan ASI yang berbeda. Seorang peremouan dengan lebih banyak sel penyimpanan akan dapat mengeluarkan lebih banyak dan lebih cepat ASI dari yang lain karena sudah tersedia. 

Sebaliknya, seorang peremouan dengan sel penyimpanan yang lebih sedikit akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk memompa jumlah ASI yang sama.

Namun, semakin banyak Anda memompa, semakin baik Anda mengetahui berapa banyak ASI yang dapat Anda harapkan dari diri Anda sendiri dalam jangka waktu tertentu.

Juga, seorang peremouan yang secara teratur memompa dan meninggalkan botol untuk bayinya — selama bekerja, misalnya — biasanya akan menghasilkan lebih banyak ASI saat memompa daripada peremouan yang lebih sering menyusui secara langsung atau yang hanya memompa sesekali.

Ini karena tubuh Anda sangat pandai mengantisipasi dengan tepat berapa banyak ASI yang dibutuhkan bayi dan produksi ASI akan disesuaikan agar sesuai dengan kebutuhan bayi Anda sendiri.

8. Santai

Cobalah untuk rileks saat memompa. Jika Anda memompa di tempat kerja, jangan sambil menanggapi email atau menerima panggilan saat memompa. Sebaliknya, gunakan waktu memompa Anda untuk istirahat mental. Cobalah untuk tidak fokus pada berapa banyak ASI yang Anda produksi, yang justru dapat menyebabkan stres ekstra.

Cobalah mendengarkan sesuatu yang menenangkan sambil memompa, atau mencari cara lain untuk bersantai.

9. Lihat foto bayi 

Tubuh Anda sangat selaras dengan lingkungan dan rangsangan menyusui. Bagi banyak ibu menyusui, ASI mungkin terasa lebih mudah didapat saat mereka ada di rumah, menggendong bayi sendiri, dan merespons isyarat laparnya. 

Namun bagaimana jika Anda sedang tak ada di dekat bayi Anda? Bawalah foto bayi Anda atau tonton video mereka saat Anda memompa. Apa pun yang mengingatkan Anda pada bayi Anda dapat memicu hormon, yang dapat membantu produksi ASI.

10. Bicaralah dengan Konsultan Laktasi atau Dokter

Jangan ragu untuk menghubungi dokter anak atau konsultan laktasi bersertifikat jika ingin dibantu untuk meningkatkan suplai ASI. Sangat penting untuk memiliki komunitas yang mendukung saat menyusui.

Seorang dokter dan konsultan laktasi dapat memberi tahu apa saja yang dapat dilakukan untuk meningkatkan suplai. Mereka juga akan memeriksa alat pompa yang Anda gunakan, untuk memastikan Anda menggunakannya dengan benar dan pas.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Punya Banyak Stok ASI, Nagita Slavina Diomongin Ibu-Ibu di Facebook: Gak Masuk Akal

Punya Banyak Stok ASI, Nagita Slavina Diomongin Ibu-Ibu di Facebook: Gak Masuk Akal

Entertainment | Senin, 28 Februari 2022 | 11:58 WIB

Dirayu Vicky Prasetyo, Nagita Slavina Salting: Jangan Gitu, Gue Udah Punya Suami

Dirayu Vicky Prasetyo, Nagita Slavina Salting: Jangan Gitu, Gue Udah Punya Suami

Entertainment | Senin, 28 Februari 2022 | 11:15 WIB

Warganet Provokasi Raffi Ahmad Beli Mobil F1 Milik Sean Gelael, Buat Belanja Sayur ke Pasar

Warganet Provokasi Raffi Ahmad Beli Mobil F1 Milik Sean Gelael, Buat Belanja Sayur ke Pasar

Bekaci | Senin, 28 Februari 2022 | 10:55 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×