Studi: Stres Buat Pasien Covid-19 Bisa Alami Peningkatan Gula Darah

Risna Halidi Suara.Com
Selasa, 01 Maret 2022 | 11:57 WIB
Studi: Stres Buat Pasien Covid-19 Bisa Alami Peningkatan Gula Darah
Ilustrasi diabetes (freepik)

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan banyak pasien Covid-19 yang saat diperika memiliki kadar gula dalam darah yang tinggi dan didiagnosis diabetes. Namun penelitian yang sama melihat fenomena tersebut hanya bersifat sementara.

Pasien Covid-19 yang memiliki kadar gula dalam darah tinggi, disebut terjadi akibat stres dan kadar gula dalam darah akan kembali normal saat infeksi Covid-19 yang diderita telah sembuh.

Studi sendiri dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Massachusetts (MGH) dan diterbitakan dalam Journal of Diabetes and Its Complications.

Tercatat, pasien tersebut umumnya berusia muda, berasal dari ras berwarna, dan tidak memiliki asuransi kesehatan bukan pasien yang baru didiagnosis diabetes karena faktor akses terbatas terkait layanan kesehatan.

Tingginya tingkat diagnosis diabetes mellitus yang baru kini telah dilaporkan dalam data penerimaan rumah sakit Covid-19 di seluruh dunia.

Namun, masih belum jelas apakah fenomena ini mewakili kasus baru diabetes yang terus bertambah atau kasus yang sebelumnya tidak terdiagnosis. Belum diketahui juga apa penyebab peningkatan gula darah dan apakah gula darah pasien membaik setelah infeksi Covid-19 sembuh.

"Kami percaya bahwa stres inflamasi yang disebabkan oleh Covid-19 mungkin menjadi kontributor utama untuk 'awal baru' atau diabetes yang baru didiagnosis," kata penulis utama penelitian Sara Cromer, MD, seorang peneliti di Departemen Kedokteran-Endokrinologi, Diabetes dan Metabolisme di MGH.

Alih-alih menyebabkan diabetes secara langsung, kata Sara, pasien Covid-19 dengan diabetes yang sudah ada tetapi baru terdiagnosis saat terinfeksi Covid-19/

"Studi kami menunjukkan orang-orang ini memiliki penanda inflamasi yang lebih tinggi dan lebih sering membutuhkan perawatan di ICU rumah sakit daripada pasien Covid-19 dengan diabetes yang sudah ada sebelumnya."

Baca Juga: Simak 5 Manfaat Lilin Aromaterapi, Salah Satunya Meredakan Stres

Untuk studi tersebut, tim MGH mengamati 594 individu yang menunjukkan tanda-tanda diabetes melitus ketika dirawat di MGH pada puncak pandemi di tahun 2020 lalu. Dari angka tersebut, 78 diantaranya belum diagnosis diabetes.

Para peneliti mengetahui bahwa banyak dari pasien yang baru didiagnosis ini, versus mereka yang memiliki diabetes yang sudah ada sebelumnya, memiliki kadar gula darah yang lebih rendah tetapi Covid-19 yang lebih parah.

Tindak lanjut dengan kohort ini setelah keluar dari rumah sakit mengungkapkan bahwa kira-kira setengah dari anggotanya kembali ke kadar gula darah normal dan hanya delapan persen yang membutuhkan insulin setelah satu tahun.

"Ini menunjukkan kepada kami bahwa diabetes yang baru didiagnosis mungkin merupakan kondisi sementara terkait dengan stres akut infeksi Covid-19," pungkas Sara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI