Sejumlah Tanda 'Halus' Kanker Ovarium yang Tidak Berkaitan dengan Menstruasi, Salah Satunya Perut Kembung

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 01 Maret 2022 | 20:22 WIB
Sejumlah Tanda 'Halus' Kanker Ovarium yang Tidak Berkaitan dengan Menstruasi, Salah Satunya Perut Kembung
Ilustrasi kanker ovarium (Shutterstock)

Suara.com - Kanker ovarium sering dijuluki sebagai 'pembunuh diam-diam' karena kurangnya gejala yang jelas dan terkadang tidak diketahui hingga sudah menjadi stadium lanjut.

Apabila seorang wanita didiagnosis kanker ovarium stadium 1, ia memiliki peluang 90% untuk bertahan hidup hingga lima tahun atau lebih.

Meskipun tanda-tanda kanker ovarium tampak samar, ada beberapa gejala yang cukup terlihat dan sangat penting untuk diketahui, lapor The Sun.

Konsultan ahli bedah onkologi ginekologi di The Royal Marsden, Inggris, John Butler, menjelaskan empat gejala paling umum dari kanker ovarium, yakni:

  • Perut bengkak atau kembung
  • Nyeri panggul atau perut
  • Nafsu makan berkurang atau merasa kenyang lebih cepat
  • Kebutuhan untuk buang air kecil lebih sering
  • Pendarahan vagina tidak normal
  • Kehilangan berat badan tanpa berusaha

Butler mengatakan gejala tersebut memang umum dan biasanya tidak selalu menandakan adanya masalah.

Namun, jika bertahan selama beberapa minggu atau kondisinya meningkat, maka penting untuk memeriksakan diri.

Ilustrasi kanker ovarium [Foto: Antara]
Ilustrasi kanker ovarium [Foto: Antara]

PMS atau kanker ovarium?

Sulit untuk membedakan antara keduanya karena gejalanya sangat mirip.

"PMS ditandai dengan gejala fisik dan psikologis yang terjadi sebelum menstruasi, kemudian sembuh. Gejala kanker ovarium tidak berhubungan dengan siklus menstruasi dan biasanya semakin memburuk seiring berjalannya waktu," imbuhnya.

Apabila gejalanya muncul dan hilang bersamaan dengan periode menstruasi, kemungkinan itu bukan tanda kanker ovarium.

Kapan harus ke dokter?

Sangat penting untuk menyadari dan memahami tubuh kita sendiri sehingga kita dapat melihat setiap perubahan yang terjadi.

Butler mengatakan jika mengalami gejala parah, maka segera periksakan diri.

“Untuk gejala yang lebih halus, ada baiknya memeriksakan diri jika belum sembuh dalam enam minggu," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hits Kesehatan: Viral Penyebab Ketiak Bengkak, Kanker Ovarium Sebabkan Perubahan Menstruasi?

Hits Kesehatan: Viral Penyebab Ketiak Bengkak, Kanker Ovarium Sebabkan Perubahan Menstruasi?

Health | Senin, 07 Februari 2022 | 08:52 WIB

Awalnya Dikira Stres oleh Dokter, Ternyata Perubahan Menstruasi Wanita Ini Disebabkan Kanker Ovarium

Awalnya Dikira Stres oleh Dokter, Ternyata Perubahan Menstruasi Wanita Ini Disebabkan Kanker Ovarium

Health | Senin, 07 Februari 2022 | 08:30 WIB

Perempuan Usia di Atas 60 Tahun dan Belum Pernah Punya Anak, Berisiko Lebih Tinggi Idap Kanker Ovarium

Perempuan Usia di Atas 60 Tahun dan Belum Pernah Punya Anak, Berisiko Lebih Tinggi Idap Kanker Ovarium

Health | Sabtu, 15 Januari 2022 | 15:10 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB