facebook

Meski Enak, Batasi Makanan Manis Demi Mengurangi Risiko Peradangan Kronis pada Tubuh

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Meski Enak, Batasi Makanan Manis Demi Mengurangi Risiko Peradangan Kronis pada Tubuh
Ilustrasi makanan manis (Shutterstock)

Bagaimana cara makanan manis memicu peradangan?

Suara.com - Tubuh menggunakan respons peradangan untuk melawan penyakit. Namun, peradangan kronis yang terjadi dalam jangka panjang dapat berbahaya.

Sebab, kondisi peradangan kronis dapat menyebabkan:

  • Kerusakan sel DNA, yang dapat menyebabkan kanker.
  • Peningkatan resistensi insulin, menyebabkan diabetes.
  • Penumpukan plak di pembuluh darah dan memicu pembekuan darah, mengakibatkan penyakit jantung.

Faktor risiko peradangan kronis tergantung pada makanan yang dikonsumsi, seperti gula, daging olahan, dan makanan yang digoreng.

Jadi, membatasi asupan makanan-makanan tersebut dapat mengurangi risiko penyakit kronis.

Baca Juga: 4 Manfaat Buah Sirsak untuk Kesehatan, Bantu Melawan Peradangan hingga Mengurangi Stres

Mengonsumsi makanan manis (pexels/tim-samuel)
Mengonsumsi makanan manis (pexels/tim-samuel)

Makanan manis menyebabkan peradangan

Makanan yang tinggi gula dapat memicu peradangan dalam dua cara, menurut Insider:

1. Merangsang produksi asam lemak di hati.

"Ketika tubuh mencerna asam lemak ini, senyawa yang dihasilkan dapat memicu proses inflamasi," kata ahli gizi dan CEO Sweet Potato Delights, Velonda Anderson.

2. Produksi hormon insulin berlebih, yang pada akhirnya dapat meningkatkan lemak di tubuh.

Baca Juga: Bocah 6 Tahun Idap Sindrom Peradangan Multisistem setelah Terkena Covid-19, Kini Bertahan Hidup dari Mesin

"Sel lemak dapat menghasilkan bahan kimia dalam tubuh yang menyebabkan peradangan," sambung ahli gizi klinis di University of Washington Medical Center, Diane Javelli.

Ia menyarankan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi gula seperti kue, permen, dan soda, untuk menjaga persentase lemak tubuh dalam kadar sehat dan mengurangi peradangan kronis.

Komentar