Salah Menakar, Pria Ini Meninggal setelah Konsumsi Kafein Dalam Jumlah Tinggi

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah | Suara.com

Selasa, 08 Maret 2022 | 08:27 WIB
Salah Menakar, Pria Ini Meninggal setelah Konsumsi Kafein Dalam Jumlah Tinggi
ilustrasi kafein (Unsplash)

Suara.com - Kafein memang menyehatkan. Bahkan, beberapa studi membuktikan bahwa stimulan ini bisa mencegah penurunan kognitif.

Namun, mengonsumsi kafein dalam jumlah banyak juga dapat menyebabkan dampak fatal. Seperti yang dialami oleh seorang pria asal Inggris.

Berdasarkan laporan Live Science, Tom Mansfield (29) meninggal dunia akibat overdosis kafein setelah meminum minuman campuran yang setara dengan 200 cangkir kopi.

Pelatih kebugaran ini awalnya memesan 100 gram kantong bubuk kafein, untuk dicampurkan ke minuman suplemen.

Namun saat mengukur bubuk dalam timbangan, dia membuat kesalahan yang membuatnya meminum kafein dalam jumlah berlebih.

Ilustrasi gambar (freepik)
Ilustrasi kafein (freepik)

Dosis bubuk kafein yang direkomendasikan adalah antara 60 hingga 300 miligram. Tetapi timbangan yang digunakan Mansfield awalnya sudah memilik berat 2 gram.

Jadi, Mansfield tanpa sengaja telah mengonsumsi bubuk kafein dalam jumlah sangat tinggi yang setara dengan 200 cangkir kopi.

Segera setelahnya, Mansfield merasakan detak jantungna berdegup kencang hingga ia harus mencengkeram dadanya.

Lalu, ia mulai mengeluarkan busa di mulutnya dan sang istri langsung memanggil ambulans. Mansfield dibawa ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung, dan dinyatakan meninggal pada hari itu juga.

Dokter menemukan tingkat kafein di dalam darahnya mencapai 329 miligram per liter. Sementara kadar kafein setelah minum secangkir kopi adalah sekitar 2 hingga 4 miligram per liter.

Bubuk kafein sebenarnya dapat berbahaya karena kandungannya lebih kuat daripada minuman berkafein lain seperti kopi.

Pada 2015, Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) memperingatkan perusahaan yang menjual bubuk kafein bahwa produk mereka dapat menimbulkan risiko penyakit atau cedera parah.

"Perbedaan antara jumlah aman dan dosis toksik kafein dalam produk bubuk murni ini sangat kecil," tutur FDA.

Dalam kasus Mansfield, produsen kafein bubuk tidak memasukkan sendok takar.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Kopi, Ini 5 Makanan dan Minuman yang Mengandung Kafein

Selain Kopi, Ini 5 Makanan dan Minuman yang Mengandung Kafein

Your Say | Kamis, 03 Maret 2022 | 19:01 WIB

Tak Hanya Mengusir Kantuk, Ini 4 Manfaat Kafein untuk Kesehatan

Tak Hanya Mengusir Kantuk, Ini 4 Manfaat Kafein untuk Kesehatan

Your Say | Kamis, 03 Maret 2022 | 06:46 WIB

Sensitif Terhadap Efek Kafein, Minuman Teh Bisa Menjadi Pilihan Alternatif, Ini Penjelasan Pakar Gizi

Sensitif Terhadap Efek Kafein, Minuman Teh Bisa Menjadi Pilihan Alternatif, Ini Penjelasan Pakar Gizi

Jawa Tengah | Kamis, 24 Februari 2022 | 18:16 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB