Dampak Invasi Rusia ke Ukraina Terhadap Warga Sipil: dari Luka Psikologis hingga Sakit Kronis

Cesar Uji Tawakal, Rosiana Chozanah

Rabu, 09 Maret 2022 | 09:06 WIB
Dampak Invasi Rusia ke Ukraina Terhadap Warga Sipil: dari Luka Psikologis hingga Sakit Kronis
Seorang wanita Ukraina menangis saat akan menaiki kereta yang membawa pengungsi ke Polandia, di stasiun kereta Lviv, Ukraina barat, Sabtu (5/3/2022). [Daniel LEAL / AFP]

Suara.com - Invasi Rusia ke Ukraina memiliki dampak besar pada kesehatan psikologis orang-orang yang menjadi korban, terutama anak-anak yang tidak tau menau tentang perang.

Warga sipil melihat ledakan dan kematian secara langsung, Mereka mulai mengalami gangguan langsung terhadap sumber daya seperti listrik, makanan dan air.

Ada banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pengalaman sulit seperti itu dapat menyebabkan efek samping parah, termasuk gangguan stres pasca-trauma (PTSD), depresi, dan kecemasan.

Menurut psikiater Arash Javanbakht dari Wayne State University, gejala PTSD bisa berupa flashback yang menakutkan dan realistis dari adegan perang, ingatan traumatis, panik, kesulitan tidur hingga mimpi buruk.

"Prevalensi kondisi ini lebih tinggi pada bencana yang disebabkan manusia daripada, misalnya, bencana alam," jelas Javanbakht, dilansir The Conversation.

Evakuasi warga sipil Ukraina [Foto: ANTARA/Reuters]
Evakuasi warga sipil Ukraina [Foto: ANTARA/Reuters]

PTSD memengaruhi sepertiga hingga setengah pengungsi dewasa.

Sebagai contoh, satu penelitian Javanbakht pada 2019 menunjukkan lebih dari 40% pengungsi dewasa di Suriah yang bermukim di Amerika Serikat mengalami kecemasan tinggi, dan hampir setengahnya mengalami depresi.

Studi lain pada tahun yang sama juga menemukan bahwa adanya prevalensi PTSD yang tinggi (27%) dan depresi (21%) di antara 1,5 juta pengungsi internal Ukraina karena invasi terakhir ke Rusia dan pemberontok di Ukraina timur pada 2014.

Anak-anak yang paling rentan dengan kondisi seperti ini.

baca juga

Penelitian Javanbakht terhadap pengungsi Suriah dan Irak yang dimukimkan di Michingan juga menemukan bahwa sekitar setengah dari anak-anak mengalami kecemasan tinggi.

"Hingga 70% anak-anak pengungsi yang disurvei tim kami mengalami kecemasan perpisahan setelah tiba di AS. Anak-anak ini sering kali sangat takut sehingga mereka tidak dapat meninggalkan orang tua, bahkan ketika mereka tidak dalam bahaya langsung," imbuhnya.

Trauma juga dapat 'ditularkan' dari orang tua ke anak-anak mereka saat ini dan masa depan melalui pewarisan genom atau paparan kecemasan terus menerus dari orang tua akibat perang.

Cara itu dapat menyebabkan penderitaan diturunkan dari generasi ke generasi.

Trauma masa kanak-kanak juga meningkatkan risiko banyaknya masalah kesehatan mental dan fisik di masa dewasa, seperti depresi, PTSD, sakit kronis, penyakit jantung, hingga diabetes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lionel Messi Bantu Jurnalis Argentina Lolos dari Masalah saat Meliput Konflik Rusia-Ukraina

Lionel Messi Bantu Jurnalis Argentina Lolos dari Masalah saat Meliput Konflik Rusia-Ukraina

Bola | Rabu, 09 Maret 2022 | 08:40 WIB

Ferrari Berikan Donasi Kepada Warga Ukraina Terdampak Operasi Militer, Tangguhkan Ekspor ke Rusia

Ferrari Berikan Donasi Kepada Warga Ukraina Terdampak Operasi Militer, Tangguhkan Ekspor ke Rusia

Otomotif | Rabu, 09 Maret 2022 | 08:24 WIB

Kabar Baik, Pemprov Kaltim Sebut Tak Ada Warga Benua Etam yang Ada di Ukraina: Alhamdulillah

Kabar Baik, Pemprov Kaltim Sebut Tak Ada Warga Benua Etam yang Ada di Ukraina: Alhamdulillah

Kaltim | Rabu, 09 Maret 2022 | 08:00 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Panas Ekstrem Kian Meluas, 22 Persen Penduduk Dunia Kini Alami Heat Stress

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 18:05 WIB

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Indonesia Catat Sejarah Baru dengan Operasi Saluran Cerna Robotik Pertama

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 15:18 WIB

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Ruang Ekspresi dan Bonding Keluarga Jadi Kunci Anak Tumbuh Percaya Diri dan Bahagia

Health | Kamis, 02 Juli 2026 | 14:46 WIB

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Tak Cukup IQ, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kecerdasan Emosi dan Sosial untuk Masa Depan Anak

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 18:09 WIB

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Pertama di Indonesia, Transplantasi Ginjal dengan Teknologi Robotik Berhasil Dilakukan di RS Ini

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 13:42 WIB

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Dokter Ungkap Bahaya 'Lelaki Tidak Bercerita', Bisa Picu Obesitas hingga Diabetes

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 11:13 WIB

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Masih Dianggap Sepele, 9 Penyakit Tropis Ini Diam-Diam Bisa Bikin Kantong Jebol

Health | Rabu, 01 Juli 2026 | 07:35 WIB

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 21:10 WIB

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat

Health | Selasa, 30 Juni 2026 | 15:54 WIB

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak

Health | Senin, 29 Juni 2026 | 22:06 WIB

×