facebook

Kembali Ngetren, Dokter Kulit Sarankan Hal Ini Setelah Lakukan Sulam Bibir agar Tidak Infeksi

Cesar Uji Tawakal | Rosiana Chozanah
Kembali Ngetren, Dokter Kulit Sarankan Hal Ini Setelah Lakukan Sulam Bibir agar Tidak Infeksi
Ilustrasi hasil sulam bibir. (Shutterstock)

Sulam bibir juga dapat mendatangkan risiko infeksi.

Suara.com - Sulam bibir merupakan salah satu cara untuk memerahkan bibir dan  saat sedang digandrungi banyak wanita dalam beberapa waktu ini. Bahkan, video-video di TikTok menjadi viral dengan jutaan penonton.

Prosedur ini berbeda dengan tato, karena sulam bibir tidak permanen seperti tato. Ini dilakukan dengan menyuntikkan pewarna ke epidermis (lapisan atas kulit).

Sebelum memulai, bibir pasien akan memberi anestesi selama 15 sampai 20 menit. Lalu, bibir akan dioles krim mati rasa selama prosedur sulam bibir dilakukan, biasanya sekitar dua jam.

Hasilnya membutuhkan waktu sekitar empat hingga enam minggu agar bibir terlihat lebih merah muda terang, dan enam hingga 8 minggu untuk bibir berpigmen lebih gelap.

Baca Juga: Gara-Gara Pernah Suntik Filler Bibir, Wanita Ini Dikritik Tak Cocok Bekerja sebagai Tentara

Dalam beberapa minggu itu, kulit akan mengelupas, berkeropeng, dan membengkak karena regenerasi kulit.

Sulam bibir (TikTok)
Sulam bibir (TikTok)

Namun, dokter kulit di Modern Dermatology, Seattle, Heather Roger, mengatakan bahwa prosedur ini bukan tanpa risiko.

"Setiap kali penghalang kulit pecah, ada risiko infeksi," jelas Roger, dilansir Insider.

Roger menyarankan untuk melakukan sulam bibir di ahli kecantikan dengan alat bersih dan steril. Setelah prosedur, ia menyarankan untuk menggunakan produk hipoalergenik seperti Vaseline untuk membantu proses penyembuhan dan menghindari iritasi.

"Vaseline tidak akan membuat Anda kehilangan lebih banyak air dan produk yang mengandung gliserin akan membantu mengembalikan air ke dalam kulit," sambungnya.

Baca Juga: 8 Pesona Tessa Kaunang, Janda Milenial yang Baru Saja Sulam Bibir

Ia melanjutkan, "Itu akan membuatmu sembuh lebih cepat, jadi kemungkinan terjadi infeksi lebih rendah."

Komentar