Sesak Napas setelah Berjalan Kaki, Normal atau Tidak?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Senin, 14 Maret 2022 | 11:03 WIB
Sesak Napas setelah Berjalan Kaki, Normal atau Tidak?
Ilustrasi sesak napas. [Shutterstock]

Suara.com - Anda mungkin pernah merasa sesak napas setelah berjalan beberapa langkah. Banyak orang menghubungkan kondisi ini dengan jantung atau paru-paru.

Beberapa orang mungkin juga mengalami sesak napas setelah melakukan aktivitas fisik keras. Anda mungkin mengira hal ini disebabkan oleh jantung yang memompa terlalu keras.

Faktanya, hal ini tidak benar. Sesak napas bisa disebabkan oleh beberapa hal. Tapi, Anda harus memperhatikan aktivitas yang telah memicu sesak napas untuk mencari tahu penyebabnya.

Sesak napas terjadi ketika tubuh tidak mendapatkan cukup udara untuk dihirup. Dalam hal ini, orang tersebut cenderung bernapas lebih keras dan lebih cepat tetapi tidak mampu menyediakan udara yang cukup di dalam.

Istilah medis untuk sesak napas adalah dispnea. Situasi ini dapat digambarkan dengan baik ketika seorang non-pelari berlari selama beberapa waktu dan kemudian terengah-engah.

Sesak napas. [Freepik]
Sesak napas. [Freepik]

Tapi, sesak napas menjadi masalah tak biasa bila Anda mengalaminya setelah melakukan pekerjaan fisik ringan, seperti berjalan menaiki tangga atau berjalan normal di permukaan yang rata.

Ada sejumlah alasan medis dan non-medis di balik sesak napas. Seseorang dapat mengalami sesak napas saat berada di ketinggian, saat kualitas udara berada pada tingkat yang berbahaya atau saat suhu terlalu tinggi hingga setelah olahraga berat.

Ada beberapa kondisi medis yang memicu sesak napas pada seseorang. Masalah seperti alergi, asma, masalah jantung, penyakit paru-paru, pneumonia, obesitas, TBC juga menyebabkan dispnea.

Baru-baru ini, virus corona Covid-19 juga dikatakan mempengaruhi kemampuan bernapas pasien. Banyak orang yang memiliki gejala khas virus corona, seperti sakit tenggorokan dan pilek.

Ada sejumlah kondisi medis yang bisa mempengaruhi kapasitas pernapasan seseorang, seperti masalah paru-paru, jantung, ginjal atau otot.

Jika tak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa menyebabkan penyakit utama pada paru-paru, ginjal, jantung, atau sistem otot apa pun.

"Terutama di paru-paru dapat menyebabkan perubahan yang tidak dapat diubah jika diabaikan atau tidak didiagnosis selama perjalanan awal penyakit," kata Dr Kashmira Jhala, konsultan pulmonologis, Apollo Hospitals, Ahmedabad dikutip dari Times of India.

Jika sesak napas terjadi akibat tidak bisa tidur malam hari atau suhu tinggi, Anda tidak perlu mengkhawatirkan kondisi ini.

“Tes fungsi paru perlu dilakukan untuk mengetahui kapasitas paru dan masalah yang mendasarinya. Ini seperti tes skrining untuk sesak napas," jelasnya.

Jika normal dan fungsi tubuh lainnya juga normal, maka orang tersebut dapat terus diobservasi dan dipantau selama tes fungsi paru secara berkala.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspadai Sesak Napas Usai Infeksi Virus Corona Covid-19, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Paru!

Waspadai Sesak Napas Usai Infeksi Virus Corona Covid-19, Bisa Jadi Tanda Kerusakan Paru!

Health | Minggu, 13 Maret 2022 | 17:46 WIB

Sesak Napas Jangan Diabaikan, Ketahui Penyebabnya dan Kapan Waktu untuk Memeriksakannya ke Dokter

Sesak Napas Jangan Diabaikan, Ketahui Penyebabnya dan Kapan Waktu untuk Memeriksakannya ke Dokter

Health | Jum'at, 11 Maret 2022 | 18:42 WIB

Latihan Pernapasan Bantu Percepat Pemulihan Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya!

Latihan Pernapasan Bantu Percepat Pemulihan Virus Corona Covid-19, Ini Sebabnya!

Health | Senin, 07 Maret 2022 | 15:26 WIB

Terkini

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Diet Vegan Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca Hingga 55 Persen, Apa Buktinya?

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 21:35 WIB

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Lebih dari Sekadar Nutrisi, Protein Jadi Kunci Hidup Aktif dan Sehat

Health | Selasa, 05 Mei 2026 | 08:24 WIB

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Kisah Dera Bantu Suami Melawan Penyakit GERD Melalui Pendekatan Holistik

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 22:10 WIB

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Dari Antre Panjang ke Serba Cepat, Smart Hospital Ubah Cara Rumah Sakit Layani Pasien

Health | Senin, 04 Mei 2026 | 15:07 WIB

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB