Wanita Ini Khawatir ASI Berubah Kebiruan, Ini Penyebab ASI Bisa Berubah Warna!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 16 Maret 2022 | 14:08 WIB
Wanita Ini Khawatir ASI Berubah Kebiruan, Ini Penyebab ASI Bisa Berubah Warna!
Ilustrasi ibu menyusui. (Pixabay.com)

Suara.com - Seorang ibu memperlihatkan ASI-nya yang berubah warna menjadi birus dalam sebuah video. Tetapi, seorang ahli mengatakan perubahan warna ASI itu hal yang normal.

Menuru ahli, ASI memang bisa berubah warna menjadi merah muda, hijau atau krem yang sering kali membuat seorang ibu merasa khawatir.

Mulanya, Carina Natalie Worley, seorang ibu 3 anak ini mengaku kagum dengan tubuh manusia, terutama wanita yang bisa menghasilkan ASI. Kemudian, ia memperlihatkan warna ASI-nya yang membiru.

Ia mengatakan ASI-nya membiru karena anaknya sedang sakit, sehingga tubuhnya memproduksi antibodi untuk membantu melawan penyakit pada anaknya.

ASI mengandung antibodi dari ibu yang bisa diterusan ke bayi untuk memberikan kekebalan terhadap berbagai penyakit.

Tapi, seorang ahli mengatakan ASI yang berubah warna menjadi biru lebih mungkin terjadi karena kandungan lemaknya.

Ilustrasi Ibu Menyusui (Pixabay.com)
Ilustrasi Ibu Menyusui (Pixabay.com)

Piroska Cavell , yang bekerja sebagai bidan agen di NHS trust di seluruh Inggris, mengatakan ASI memang selalu berubah seiring pertumbuhan anak. Dalam periode inilah, ASI bisa berwarna putih pucat hingga kebiruan.

"ASI adalah makanan yang diterima bayi sejak awal dan berfungsi memuaskan dahaganya sehingga bisa berwarna kebiruan lebih pucat," kata Cavell dikutip dari The Sun.

Selanjutnya, ASI juga bisa berwarna putih, krem hingga cokelat pucat ketika mengandung semua lemak dan nutrisi yang bisa membuat bayi kenyang.

Tapi, Anda perlu ingat bahwa ASI termasuk rendah lemak, sehingga jangan khawatir untuk memberi bayi ASI dalam jumlah cukup.

Menurut Donna Murray, perawat terdaftar dengan gelar Bachelor of Science in Nursing dari Rutgers University sendiri, ASI yang berwarna kebiruan juga disebabkan oleh cara penyimpanannya setelah dipompa.

"Saat Anda memompa dan menyimpan ASI, itu bisa sedikit berubah. Di lemari es, ASI dapat terpisah menjadi beberapa lapisan," kata Donna.

Beberapa lapisan ini mungkin terbagi antara lapisan krem yang tebal, putih atau kuning di bagian atas, dan lapisan bening atau berwarna biru yang lebih tipis di bagian bawah.

Namun, Anda tidak perlu khawatir karena itu normal dan bukan hal yang buruk. Sebab, lemak naik ke atas ketika Anda duduk.

Piroska, yang menjalankan klinik kesehatan, Clinic Sese , di Whitstable, Kent, menjelaskan bahwa ASI bisa berubah karena menyesuaikan kebutuhan bayi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkah Bayi Diberi Minum Air Putih? Ini Jawaban Dokter Anak!

Bolehkah Bayi Diberi Minum Air Putih? Ini Jawaban Dokter Anak!

Health | Senin, 14 Maret 2022 | 14:20 WIB

Kapan Memberikan Susu Formula pada Bayi? Perhatikan Dulu Kondisi Berikut

Kapan Memberikan Susu Formula pada Bayi? Perhatikan Dulu Kondisi Berikut

Health | Minggu, 13 Maret 2022 | 07:09 WIB

IDAI Minta Orangtua Lengkapi Vaksin COVID-19 Anak, Tak Cukup Satu Dosis Saja

IDAI Minta Orangtua Lengkapi Vaksin COVID-19 Anak, Tak Cukup Satu Dosis Saja

News | Jum'at, 11 Maret 2022 | 09:21 WIB

Terkini

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB