Penyakit Seksual Sifilis Tingkatkan Risiko Orang Alami Demensia, Ketahui Sebabnya

Minggu, 20 Maret 2022 | 14:58 WIB
Penyakit Seksual Sifilis Tingkatkan Risiko Orang Alami Demensia, Ketahui Sebabnya
sifilis [shutterstcok]

Suara.com - Beberapa infeksi penyakit bisa meningkatkan risiko Alzheimer yang merupakan jenis paling umum dari demensia. Salah satunya termasuk infeksi penyakit seksual seperti sifilis.

Dr Manoj Malu, Direktur Klinik Clarewell membahas lebih lanjut hubungan antara sifilis dengan peningkatan risiko demensia.

Dr Malu mengatakan bahwa sifilis adalah penyakit seksual yang bisa menyebabkan semua gejala. Banyak orang dengan penyakit seksual ini mungkin tidak menunjukkan gejala internal, tetapi kemudian akan mengalami gejala.

Sifilis dapat menyebabkan luka yang terlokalisir pada area di mana infeksi masuk ke dalam tubuh pada saat kontak seksual, misalnya pada bibir atau bagian dalam mulut setelah seks oral, pada alat kelamin atau di dalam dan sekitar bagian belakang.

Karena penyakit ini cenderung tidak menimbulkan rasa sakit, kondisi ini menjadi tidak menarik perhatian dan cenderung menghilang dalam beberapa minggu.

Ilustrasi Demensia (Pexels/Harun Tan)
Ilustrasi Demensia (Pexels/Harun Tan)

"Akibatnya, seseorang bisa mengalami beberapa pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau daerah selangkangan," kata Dr Malu dikutip dari Express.

Kondisi ini disebut sifilis primer, karena tahapan ini terjadi setelah seseorang terinfeksi. Idealnya, seseorang harus didiagnosis dan dirawat pada tahap ini karena infeksi belum menyebar ke seluruh tubuh.

"Dalam dua hingga enam bulan terkena sifilis, sifilis bisa menyebar melalui aliran darah dan muncul sebagai flu yang sulit digoyahkan," katanya.

Pada fase inilah disebut tahap sifilis sekunder. Orang dengan kondisi ini akan mengalami demam dan keringat malam berminggu-minggu dan berbulan-bulan, nafsu makan buruk, penurunan berat badan, sakit tenggorokan dan ruam kulit.

Baca Juga: Bukan Hanya Manusia, Hewan Juga Bisa Alami Demensia, Yuk Kenali Gejalanya!

Gejala yang tidak biasa tetapi serius dapat mempengaruhi mata (kemerahan, floaters dan penglihatan berkurang), telinga (gangguan pendengaran), otak (sakit kepala, kabut otak, penglihatan ganda yang menunjukkan meningitis serta stroke ringan dan stroke), saraf (neuropati) dan jantung. (palpitasi dan katup jantung aorta bocor).

Terkaiat hubungan sifilis dan risiko demensia yang lebih tinggi, Dr Malu mengatakan hal itu merupakan efek jangka panjang sifilis. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan kronis pada pembuluh darah besar seperti aorta, jantung, saraf, sumsum tulang belakang, otak, tulang dan sendi.

"Demensia dan masalah jantung kronis adalah komplikasi akhir sifilis yang serius," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI