Fisura Ani adalah Jenis Penyakit Apa? Ketahui Pengertian, Gejala dan Penyebabnya

Chyntia Sami Bhayangkara | Suara.com

Rabu, 23 Maret 2022 | 20:02 WIB
Fisura Ani adalah Jenis Penyakit Apa? Ketahui Pengertian, Gejala dan Penyebabnya
Ilustrasi Fisura Ani adalah Jenis Penyakit Apa? (Freepik)

Suara.com - Pernahkah Anda merasakan sakit di area anus saat buang air besar? Jika pernah, waspadai bisa jadi Anda sedang terkena fisura ani. Lalu, fisura ani adalah jenis penyakit apa? Simak pengertian, gejala dan penyebabnya berikut ini. 

Fisura ani baru-baru ini masuk dalam trending Google karena banyak dicari oleh netizen. Belum banyak yang mengetahui istilah penyakit yang menyerang alat pembuangan kotoran atau anus.

Fisura ani dapat menyerang siapa pun baik orang dewasa maupun anak-anak. Meski begitu, penyakit ini tergolong langka di Indonesia. Berdasarkan data medis, tercatat 150 ribu orang Indonesia yang terkena gangguan penyakit ini. 

Lantas apa itu fisura ani, gejala dan bagaimana gejalanya? 

Fisura Ani adalah 

Fisura anus atau fistula anal dalam istilah bahasa Inggris disebut dengan anal fistula. Fisura ani adalah sebuah terowongan kecil berfungsi menghubungkan kelenjar yang terinfeksi di dalam anus ke lubang pada kulit dibagian sekitar anus.

Jika terjadi robekan atau luka kecil yang terdapat dibagian jaringan mukosa pada anus akan menyebabkan rasa sakit. Mukosa sendiri adalah jaringan tipis yang melapisi anus. 

Kondisi ini akan terjadi saat fases yang dikeluarkan cukup besar dan bertekstur keras. Firus ani akan menyebabkan rasa sakit dibagian anus saat dan setelah buang air besar.

Pada kasus yang lebih parah akan menyebabkan pendarahan. Selama buang air besar, otot-otot di ujung anus akan terasa mengeras dan tegang. 

Jika kondisi ini berlangsung selama kurang dari 6 minggu pada orang yang belum pernah mengalaminya, maka dapat digolongkan kondisi akut. Namun jika penderita mengalami kondisi ini lebih dari 6 minggu maka dikategorikan sebagai kondisi  kronis. 

Pada orang dengan kondisi akut, luka atau robekan akan tetlihat seperti baru. Sedangkan pada kondisi akut, memungkin penderita akan mengalami robekan disertai dua benjolan terpisah pada kulit, yaitu benjolan sentinel pile (bagian dalam) dan benjolan hypertrophied papilla (eksternal). 

Meskipun terasa sakit, luka atau robekan disekitar anus tidak akan menyebabkan kondisi yang serius. Pada sebagian besar kasus, luka akan sembuh dalam waktu 4-6 minggu.

Akan tetapi buang air besar dapat menyebabkan luka tidak kunjung kering. Sehingga menghambat proses penyembuhan luka pada anus. 

Gejala Fisura Ani 

Gejala fiaura ani pada setiap orang relatif berbeda-beda. Akan tetapi terdapat gejala umum yang sering muncul pada penderita. Berikut ini gejala fisura ani: 

• Saat buang air besar anus berdarah atau keluar bercak darah 

• Darah merah segar yang disebakan fisura keluar terpisah dengan feses. 

• Nyeri ringan hingga parah selama proses buang air besar 

• Nyeri pada anus dan sekitar panggul setelah buang air besar yang dapat berlangsung hingga beberapa jam 

• Terasa gatal dan iritasi di sekitar anus 

• Terlihat retak kulit di sekitar anus 

• Terdapat benjolan kecil atau skin tag pada kulit di sekitar fisura ani 

Penyebab Fisura Ani 

Fisura ani dapat terjadi karena trauma pada anus dan juga saluran anus akibat mengejan terlalu keras saat buang air besar. Kondisi akan semakin parah apabila tinja atau fases yang dikeluarkan berukuran cukup besar dan keras.

Selain disebabkan hal di atas, berikut ini penyebab lain fisura ani: 

1. Konstipasi Kronis 

Konstipasi kronis atau kesulitan buang air besar membuat Anda akan mengejan lebih keras dan dapat menyebabkan luka atau robekan disekitar anus. 

2. Diare Berkepanjangan 

Mengalami diare yang bekerpanjangan juga akan menyebabkan fisura ani. Karena tubuh akan lebih sering mengejan sehingga potensi anus terluka akan sangat besar. 

3. Seks Anal 

Seks anal atau berhubungan badan dengan memasukkan penis ke dalam anus sangat beresiko menyebabkan fisura ani. 

4. Melahirkan 

Pada saat melahirkan seorang ibu akan mengejan sekuat tenaga untuk mengeluarkan bayinya dari rahim. Oleh karena itu, anus akan berpotensi trauma hingga robek. 

5. Memasukkan Benda Asing ke Anus 

Penyebab fisura ani yang terakhir yaitu memasukkan benda asing ke dalan anus. Karena pada dasarnya anus merupakan bagian sensitif pada tubuh, sehingga rentan terhadap luka atau robekan jika dimasukkan benda asing. 

Itulah tadi ulasan mengenai fisura ani adalah jenis penyekit apa? Pengertian, gejala dan penyebabnya. Jika Anda mengelami gejala yang disebutkan di atas dan tidak kunjung sembuh dalan 1 minggu, disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Semoga menambah pengetahuan! 

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penanganan Penyakit Jantung Bawaan yang Tepat Dapat Tingkatkan Usia Harapan Hidup Pasien

Penanganan Penyakit Jantung Bawaan yang Tepat Dapat Tingkatkan Usia Harapan Hidup Pasien

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 15:05 WIB

Mulai Ujung Kepala hingga Kaki, Ini Beberapa Gejala Kanker yang Harus Diwaspadai!

Mulai Ujung Kepala hingga Kaki, Ini Beberapa Gejala Kanker yang Harus Diwaspadai!

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 15:22 WIB

Mengenali Gejala Asam Lambung Naik dan Cara Mengatasinya

Mengenali Gejala Asam Lambung Naik dan Cara Mengatasinya

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 12:52 WIB

5 Penyebab Asam Lambung Naik, Simak Selengkapnya di Sini!

5 Penyebab Asam Lambung Naik, Simak Selengkapnya di Sini!

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 12:23 WIB

Cegah Kanker Hati Sebabkan Kematian, Jangan Lupakan Deteksi Dini Saat Pemeriksaan Kesehatan Ya!

Cegah Kanker Hati Sebabkan Kematian, Jangan Lupakan Deteksi Dini Saat Pemeriksaan Kesehatan Ya!

Health | Rabu, 23 Maret 2022 | 03:15 WIB

Mengenal Dua Jenis Kanker Hati, Apakah Tingkat Keganasannya Berbeda?

Mengenal Dua Jenis Kanker Hati, Apakah Tingkat Keganasannya Berbeda?

Health | Selasa, 22 Maret 2022 | 21:56 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB