Catat! Kelompok Ini Tetap Wajib Tes Antigen dan PCR Sebelum Mudik Ramadhan

Bimo Aria Fundrika | Lilis Varwati | Suara.com

Kamis, 24 Maret 2022 | 11:10 WIB
Catat! Kelompok Ini Tetap Wajib Tes Antigen dan PCR Sebelum Mudik Ramadhan
Arsip Foto. Petugas kesehatan mendata warga yang hendak menjalani pemeriksaan antigen untuk mendeteksi penularan COVID-19 di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat. [ANTARA/HO-Humas Pemkot Bandung]

Suara.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan bahwa aturan terkait Covid-19 selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri akan dilonggarkan. Sehingga salat tarawih berjamaah di masjid dan mudik bisa dilakukan. 

"Terkait Ramadhan dan mudik, aturan akan dilonggarkan, jadi bisa lakukan ibadah salat tarawih di masjid dengan tetap melakukan protokol kesehatan," kata Budi dalam konverensi pers virtual, Rabu (23/3/2022). 

Sedangkan untuk masyarakat yang pergi mudik dianjurkan disuntik vaksin booster dahulu agar tidak perlu tes swab. Apabila baru vaksinasi satu dosis akan diminta hasil tes swab PCR, sementara pemerima dua dosis vaksin melampirkan hasil tes swab antigen. 

"Atau alternatifnya vaksin di tempat yang disediakan. Pemerintah mencoba beri ruang gerak lebih besar untuk umat Islam agar bisa merayakan lebaran Idul Fitri dan Ramadhan dengan lebih normal," ujar Budi.

Calon penumpang menunggu kedatangan bus AKAP di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Kamis (23/12/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]
Calon penumpang menunggu kedatangan bus AKAP di Terminal Terpadu Pulo Gebang, Jakarta, Kamis (23/12/2021). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Status jumlah dosis vaksinasi itu akan tercatat dalam aplikasi PeduliLindungi, lanjut Budi. Selama mudik, penumpang transportasi umum akan dicek status vaksinasinya dan hasil tes swab apabila diperlukan. 
 
Sedangkan untuk pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi akan diperiksa secara random saat pemeriksaan massal.

Budi menyampaikan bahwa stok vaksin Covid-19 di seluruh Indonesia masih ada 275 juta. Sekitar 89 juta dosis di antaranya untuk vaksin booster. Stok tersebut dinilai cukup untuk 4 bulan ke depan.

"Nanti Kemenhub buat sentra vaksinasi sebelum mudik. Kalau baru satu kali vaksin harus tes PCR, tapi tetap ada tempat-tempat fasilitas umum bisa suntik kedua di sini," ujarnya.

Diakui Budi bahwa kekhawatiran terkait lonjakan kasus positif Covid-19 pasca perayaan Idul Fitri tetap ada. 

"Tapi kenaikan tinggi itu karena ada varian baru. Juli (2021) tinggi itu karena varian baru, Nataru kemarin tidak terlalu naik, naiknya Februari (2022), ini terjadi di seluruh dunia," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: 1 Dari 3 Infeksi Baru di AS Akibat Varian Omicron BA.2

Update Covid-19 Global: 1 Dari 3 Infeksi Baru di AS Akibat Varian Omicron BA.2

Health | Kamis, 24 Maret 2022 | 10:30 WIB

Waduh! Jelang Ramadhan, Stok Minyak Goreng Curah di Pasar Rebo Purwakarta Kosong

Waduh! Jelang Ramadhan, Stok Minyak Goreng Curah di Pasar Rebo Purwakarta Kosong

Bekaci | Kamis, 24 Maret 2022 | 10:08 WIB

WHO Sebut Eropa Terlalu Brutal Longgarkan Pembatasan Covid-19

WHO Sebut Eropa Terlalu Brutal Longgarkan Pembatasan Covid-19

News | Kamis, 24 Maret 2022 | 10:07 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB