Drama Menyusui di Minggu Pertama: ASI Seret Hingga Puting Lecet

Vania Rossa

Sabtu, 26 Maret 2022 | 05:39 WIB
Drama Menyusui di Minggu Pertama: ASI Seret Hingga Puting Lecet
Ilustrasi ibu menyusui. (Pixabay.com)

Suara.com - Meski menyusui termasuk proses yang alami setelah ibu melahirkan, faktanya ada banyak tantangan yang harus dihadapi para ibu menyusui, terutama di minggu pertama pascamelahirkan. Itu sebabnya, sejak masa kehamilan, para calon ibu harus sudah memiliki pengetahuan tentang menyusui sehingga tidak kaget ataupun tidak panik saat mengalami tantangan di awal masa menyusui ini.

Menurut konselor laktasi dr. Ayudya Soemawinata, BMedSc (Hons), agar proses menyusui berjalan lancar, ibu perlu membekali diri dengan ilmu dan kesiapan mental.

"Ibu juga perlu didukung oleh seluruh support system dalam keluarga, mulai dari suami, baby sitter, orang tua atau mertua," katanya, mengutip siaran pers Good Doctor Indonesia.

Ia menjelaskan bahwa hampir seluruh wanita memiliki kelenjar susu dan bisa memproduksi ASI, kecuali jika ia memiliki kondisi medis tertentu, yang sebenarnya jarang terjadi.

Dan sebenarnya, payudara sudah siap untuk memproduksi ASI sejak minggu ke-16 masa kehamilan. Namun, ASI diproduksi secara bertahap, sehingga wajar apabila di hari-hari pertama pascamelahirkan ASI yang keluar hanya sedikit.

"Hal ini juga berhubungan dengan kapasitas lambung bayi yang baru 10 ml. Jika selama 2—3 hari pertama setelah bayi lahir, ibu tidak dapat menyusui, ibu tidak perlu khawatir karena bayi masih memiliki cadangan makanan di dalam tubuhnya," kata dr. Ayudya.

Setelah bayi terbiasa menyusu, produksi ASI akan semakin lancar. ASI akan terus diproduksi sesuai dengan kebutuhan bayi.

"Tubuh akan mengikuti ritme bayi minum susu. Jadi, jika bayi terbiasa minum setiap dua jam, tubuh akan mengikuti ritme itu untuk memproduksi ASI saat payudara benar-benar kosong," katanya.

Dr. Ayudya juga mengingatkan pentingnya pengetahuan soal menyusui bagi para ibu baru, terutama soal perlekatan dan posisi menyusui.

baca juga

Menurutnya, perlekatan yang salah dapat menyebabkan ibu merasa nyeri saat menyusui. Seharusnya, saat menyusui, sebagian areola atau seluruh aerola harus masuk ke dalam mulut bayi ketika mulut bayi sudah terbuka lebar.

Apabila hanya puting yang masuk ke mulut bayi, ibu akan merasa sakit dan ASI yang keluar sedikit. Akibatnya, bayi menyusu jadi lebih lama, bayi menjadi kesal, dan bahkan mungkin jadi malas menyusu.

Hal ini akan menyebabkan ASI yang keluar hanya sedikit, hingga akhirnya produksinya berkurang. Dan tak hanya itu, ibu juga bisa mengalami puting lecet dan jadi merasa kesakitan setiap kali bayi menyusu.

Meski ada banyak drama di awal masa menyusui, tetaplah ingat bahwa ASI merupakan kebutuhan bayi di awal kehidupannya. Jadi, jangan menyerah untuk menyusui, ya, Bu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Benarkah Semakin Besar Ukuran Payudara Maka Produksi ASI Akan Semakin Banyak?

Benarkah Semakin Besar Ukuran Payudara Maka Produksi ASI Akan Semakin Banyak?

Health | Jum'at, 25 Maret 2022 | 06:55 WIB

Ibu Menyusui Perlu Tahu, Ini Tanda Bayi Mendapat Cukup ASI

Ibu Menyusui Perlu Tahu, Ini Tanda Bayi Mendapat Cukup ASI

Health | Jum'at, 25 Maret 2022 | 06:18 WIB

Ibu Ini Kaya Raya Berkat Menjual Perhiasan dari ASI, Pendapatannya Capai Rp28 Miliar

Ibu Ini Kaya Raya Berkat Menjual Perhiasan dari ASI, Pendapatannya Capai Rp28 Miliar

Lifestyle | Kamis, 24 Maret 2022 | 16:40 WIB

Terkini

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Ironi Buah Nusantara: Dulu Pangan Sehari-hari, Kini Jadi "Kemewahan" Kecil?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 07:25 WIB

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Serunya BABYMONSTER dan MONSTIEZ Jalani Misi Planet Reno

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 07:00 WIB

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

4 Shio yang Makin Hoki Setelah 20 September 2026, Hidup Lancar dan Sesuai Rencana

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 06:47 WIB

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Review Plastic Beauty: Sisi Gelap Operasi Plastik yang Dikemas Brutal dan Realistis

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 06:40 WIB

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Semarak Pembukaan Asian Games 2026

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 06:00 WIB

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

×