Agar Tetap Bugar, Ini Tips Puasa Ramadhan Bagi Lansia Dari Dokter Senior

Selasa, 29 Maret 2022 | 22:10 WIB
Agar Tetap Bugar, Ini Tips Puasa Ramadhan Bagi Lansia Dari Dokter Senior
Ilustrasi puasa Ramadan. (Shutterstock)

Suara.com - Dokter senior sekaligus pakar kesehatan ternama memberikan tips puasa Ramadhan bagi kelompok lansia. Apa yang perlu diperhatikan?

Bulan suci Ramadhan tinggal menghitung hari. Seluruh umat muslim di seluruh dunia nantinya akan menjalani puasa selama sebulan penuh.

Seluruh umat muslim yang telah akil baligh dan dalam keadaan sehat diwajibkan untuk berpuasa. Termasuk juga orang yang telah lanjut usia atau lansia.

Di Indonesia, rata-rata puasa Ramadhan berlangsung hampir 14 jam. Selama itu tubuh tidak akan mendapat asupan makan juga minuman.

ilustrasi pasangan lansia berjalan di pegunungan. (Dok. Envato)
ilustrasi pasangan lansia berjalan di pegunungan. (Dok. Envato)

Oleh sebab itu, bagi lansia maupun orang dengan kondisi kesehatan tertentu dibolehkan tidak berpuasa Ramadhan. Dan nantinya bisa digantikan fengan piasa dilain waktu atau membayar fidyah.

Apabila tetap ingin berpuasa, dokter spesialis penyakit dalam prof. Zubairi Djurban, Sp.PD., membagikan tips berpuasa bagi lansia.

"Tips lansia menjalani puasa, hindari makanan tinggi gula dan garam," tulis prof Zubairi melalui akun Twitter pribadinya, Selasa (29/3/2022).

Ia menjelaskan bahwa terlalu banyak konsumsi gula dan garam bisa membuat lansia jadi mudah lelah selama berpuasa. Sebagai gantinya, pilih camilan manis yang lebih sehat.

"Makan camilan bergizi seperti kurma, yoghurt tanpa pemanis, dan kacang badam (almond)," lanjutnya.

Baca Juga: 6 Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung agar Ibadah Lancar di Bulan Ramadhan

Tips selanjutnya, kurangi asupan kafein yang bisa menyebabkan buang air kecil jadi lebih sering. Hal tersebut berisiko membuat tubuh mudah dehidrasi.

Prof. Zubairi juga menyarankan agar lansia tetap berolahraga meskipun sedang berpuasa.

"Tetap olahraga. Tidak bergerak malah bikin lesu," ujarnya.

Untuk porsi makan, prof. Zubairi mengingatkan jangan langsung menyantap makanan dalam porsi besar. Sebaiknya, makan dua hingga tiga kali dalam porsi kecil.

Selain itu, kualitas tidur juga akan sangat mempengaruhi kesehatan tubuh selama puasa.

"Tidur cukup. Kurang tidur memengaruhi sensitivitas tubuh terhadap insulin, menyebabkan kadar gula darah sulit dikendalikan. Terakhir, jangan manja," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI