10 Gerakan Pijat Bayi yang Benar, Dijamin Bikin Si Kecil Rileks dan Nyaman

Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 31 Maret 2022 | 15:13 WIB
10 Gerakan Pijat Bayi yang Benar, Dijamin Bikin Si Kecil Rileks dan Nyaman
Ilustrasi pijat bayi (Elements Envato)

Suara.com - Pijat dapat menjadi momentum bonding yang hangat antara orangtua dengan bayi. Dikatakan oleh Dokter dan Penekun Akunpunktur Pediatrik - dr. Yudhi Gejali, memijat sembali mengoleskan minyak seperti aroma lavender dapat membuat si kecil lebih rileks.

"Bayi akan merasa rileks dan tertidur dengan mudah sehabis ia melepaskan stres dengan menangis dan ditenangkan oleh ibu dengan mengoleskan minyak dengan aroma lavender, terlebih jika dioleskan di beberapa titik seperti pada lengan, punggung, dan dada untuk mengurangi kerewelannya."

"Bisa juga disertai dengan tekanan lembut pada bagian telinga, di antara alis, telapak kaki, serta perut untuk mengatasi kolik," kata Yudhi saat berbicara dalam acara My Baby Minyak Telon Plus Lavender, Kamis (31/3/2022).

Lebih lanjut, Yudhi membagikan sepuluh gerakan pijat bayi yang disebut bermanfaat membuat bayi lebih tenang. Apa saja gerakannya? Simak lebih lanjut berikut ini!

Ilustrasi pijat bayi. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi pijat bayi. (Sumber: Shutterstock)

Pertama, usap dada anak dari bagian tengah ke arah luar sambil melakukan kontak mata dengan mereka.

Kedua, usap perut mengelilingi pusar bayi searah jarum jam. Jika sedang diare, usap berlawan arah dengan jarum jam.

Ketiga, usap lengan dan tungkai searah dari atas ke bawah.

Keempat, pijat lembut titik kidney 1 di kaki bayi. Titik kidney 1 berada di pusat bawah kaki anak.

Kelima, pijat lembut di titik yintang searah ke arah puncak kepala. Pastikan tidak sampai terkena mata. Titik yintang sendiri berada di antara alis.

Keenam, usap lembut kedua alis dari pangkal ke arah luar. Orangtua kembali harus memastikan jangan sampai terkena area mata anak.

Ketujuh, pijat lembut atau ketuk ringan titik An Mian yang berada di belakang kedua telinga. Ini akan memicu refleks bayi untuk menguap dan mengantuk untuk kemudian tertidur.

Kedelapan, pijat lembut kedua pundak bayi.

Kesembilan, usap punggung sepanjang tulang belakang searah dari atas ke bawah.

Kesepuluh, usap dengan handuk lembut kering apabila masih terdapat sisa minyak berlebih di kulit bayi. Pastikan juga jangan buat bayi kedinginan.

Menganai kapan waktu pijat terbaik bagi bayi, Yudhi mengatakan setelah mandi dan sebelum tidur bisa menjadi pilihan waktu yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Awas Penipuan Modus Praktik Pijat bisa Buat Hamil, Ratusan Ibu-ibu Sudah Jadi Korbannya

Awas Penipuan Modus Praktik Pijat bisa Buat Hamil, Ratusan Ibu-ibu Sudah Jadi Korbannya

Lampung | Kamis, 31 Maret 2022 | 10:46 WIB

Geger Aksi Tipu-tipu Tukang Pijat Ngaku Bisa Bikin Cepat Hamil, Ratusan Emak-emak Di Banyuasin Kecele

Geger Aksi Tipu-tipu Tukang Pijat Ngaku Bisa Bikin Cepat Hamil, Ratusan Emak-emak Di Banyuasin Kecele

News | Kamis, 31 Maret 2022 | 09:24 WIB

Polisi Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Pijat Kehamilan di Banyuasin, Ratusan Ibu-ibu Jadi Korban

Polisi Bongkar Kasus Penipuan Berkedok Pijat Kehamilan di Banyuasin, Ratusan Ibu-ibu Jadi Korban

News | Kamis, 31 Maret 2022 | 00:05 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB