facebook

Benarkah Puasa Ramadhan Bisa Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19?

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni
Benarkah Puasa Ramadhan Bisa Lindungi Diri dari Virus Corona Covid-19?
Ilustrasi Puasa Ramadhan (Freepik)

Seorang dokter menemukan puasa Ramadhan bisa meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga melindungi diri dari infeksi virus corona Covid-19.

Suara.com - Sebuah penelitian menunjukkan puasa selama Ramadhan dapat membantu sistem kekebalan tubuh seseorang melawan infeksi seperti virus corona Covid-19.

Para peneliti mengatakan puasa memungkinkan tubuh memproduksi sel darah putih baru, yang akan meremajakan sistem kekebalan tubuh.

Dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal 'Frontiers in Nutrition', para peneliti menemukan bahwa puasa dapat mengurangi efek berbahaya dari sitokin inflamasi.

Sitokin sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh, tetapi jenis peradangan ini menyerang tubuh dan diyakini sebagai pendorong utama kasus infeksi parah virus corona Covid-19.

Baca Juga: Capaian Vaksinasi Booster di Kepri Belum Sampai 50 Persen, Satgas Gesa Dalam Sepekan

Dr Mohammed Arif, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Aster di Mankhool, Dubai mengatakan puasa membantu meningkatkan metabolisme seseorang dan kemampuannya untuk mengatasi masalah kesehatan, seperti kolesterol tinggi dan diabetes.

Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)
Ilustrasi virus corona Covid-19, masker bedah (Pixabay/Coyot)

"Bahkan, puasa bisa meningkatkan efektivitas pengobatan kanker. Studi menunjukkan orang yang menjalani kemoterapi merespon puasa lebih baik," kata dr Arif dikutip dari VOI.

Tapi, Arif menekankan efek menguntungkannya sangat bergantung pada apa yang dimakan orang saat berbuka puasa. Makanan kaya nutrisi seperti kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran harus diutamakan selama berbuka puasa dan sahur.

"Saat berpuasa, kita perlu menjaga keseimbangan antara semua mikronutrien. Sebagai aturan umum, karbohidrat harus 55 persen, protein 25 persen, dan lemak 20 persen," kata Dr Iffat Sultana, spesialis penyakit dalam di NMC Royal Hospital. Taman Investasi Dubai.

Selama bulan puasa Ramadhan, ada beberapa asupan nutrisi dan vitamin yang perlu diperhatikan. Vitamin C adalah penambah kekebalan yang penting, seperti halnya vitamin B6.

Baca Juga: Puan Maharani: Permudah Masyarakat Mudik dengan Percepat Vaksinasi Covid-19

"Sebaliknya, makanan yang memiliki kadar gula atau garam tinggi dan digoreng sebaiknya dihindari," kata Dr. Azeem Mohamad, spesialis penyakit dalam di Rumah Sakit Internasional Bareen di Abu Dhabi.

Selain itu, makanan yang kaya vitamin E dan asam lemak omega-3 juga bisa menjadi bagian penting dari puasa Ramadhan.

"Ingat, memiliki pola makan yang sehat dan makanan yang kaya antioksidan akan memberikan kekuatan yang cukup bagi tubuh Anda untuk melawan infeksi apa pun," kata Dr. Arif.

Jangan lupa perhatian asupan air yang cukup, yang dua liter setelah berbuka puasa hingga sahur selama Ramadhan.

Komentar