Suara.com - Viral sebuah video yang memperlihatkan tenaga medis melakukan tes swab Covid-19 pada ikan hidup di pasar basah Shanghai menjadi viral di media sosial China.
Hal itu membuat banyak warganet mempertanyakan apakah pemerintah negara tersebut telah bertindak terlalu jauh dalam upayanya memberantas kasus virus corona Covid-19.
Dalam video, seorang tenaga medis memasukkan alat tes ke dalam mulut ikan hidup untuk mengetes apakah ikan tersebut terinfeksi virus corona atau tidak.
"Tolong jangan lepaskan," tutur tenaga medis yang mengenakan APD lengkap kepada penjual ikan yang memegangi ikan.
"Jangan khawatir, ikannya tidak akan menggigitmu," balas sang penjual ikan, dilansir Insider.

Video tersebut diambil oleh Stasiun Penyiaran Changsha dan telah ditonton lebih dari 2,3 juta kali di platform media sosial Haokan.
Sejak saat itu, video beredar ke beberapa platform media sosial China yang lainnya, salah satunya Weibo.
Warganet pun terheran-heran dengan apa yang dilakukan tenaga kesehatan.
"Dan apa yang akan dilakukan jika hasil tesnya positif? Apakah harus dikarantina?," komentar seorang warganet di Haokan.
Sementara warganet yang lain merasa tindakan tes Covid-19 pada ikan adalah lucu dan pemborosan sumber daya.

Sebenarnya, melakukan tes Covid-19 pada ikan hidup tidak sepenuhnya mengejutkan di China, mengingat bagaimana pemerintah telah berusaha mengaitkan pandemi dengan segala hal, dari paket hingga makanan beku.
November lalu, kota pelabuhan Dalian berhenti memperjualbelikan makanan beku di tengah wabah Covid-19.
Awal bulan ini, pekerja di China Post (kantor pos milik negara) menguji semua surat dari luar negeri sebelum mengirimkannya ke alamat tujuan.
Kasus Covid-19 di Shanghai memang sedang menanjak. Pada Kamis pekan lalu, dalam satu hari dilaporkan tercatat ada 4.144 kasus tanpa gejala dan 358 kasus bergejala. Kenaikan ini membuat pemerintah memberlakukan penguncian ketat yang disebut strategi 'nol Covid'.