Suara.com - Valdimir Putin diduga sedang menderita kanker tiroid dan Parkinson, karena kondisi kesehatannya yang terlihat menurun ketika memerintahkan invasi Ukraina.
Sebab, Vladimir Putin terlihat lemah ketika tampil di depan publik, sehingga membuat publik bertanya-tanya ia sedang berjuang melawan penyakit serius atau beberapa masalah kesehatan sekaligus.
Pada November 2021 lalu dilansir dari Mirror UK, seorang analis politik Rusia mengungkapkan bahwa sang presiden itu terkena kanker dan Penyakit Parkinson. Sementara, sumber terpisah mengklaim ia telah menjalani operasi untuk kanker perut.
Dugaan kalau Putin menderita Parkinson diperkuat pada pertengahan Maret 2022, ketika Putin tertatih-tatih di luar panggung menyusul menyusul demonstrasi pro-perang di Moskow.
Parkinson adalah penyakit pada sistem saraf yang mengganggu kemampuan tubuh mengontrol gerakan dan keseimbangan. Penyakit ini bisa menimbulkan banyak gejala, seperti tremor, otot kaku hingga gangguan koordinasi.
![Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan dengan anggota pemerintah melalui panggilan telekonferensi di Moskow, Rusia, Selasa 11 Agustus 2020. [Foto/AFP]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/08/12/94585-vladimir-putin.jpg)
Karena Parkinson menyerang fungsi otak, kebanyakan penderita penyakit ini berusia 50 tahun ke atas dan lebih sering menyerang pria.
Penyebab dan Gejala Penyakit Parkinson
Penyakit Parkinson ini disebabkan oleh kerusakan atau kematian sel-sel saraf di otak. Penyebab kerusakan atau kematian sel tersebut belum jelas, tetapi riwayat penyakit keluarga dan paparan senyawa kimia bisa meningkatkan risikonya.
Pada tahap awal, penyakit Parkinson bisa menyebabkan ekspresi wajah yang datar, lengan tidak berayun saat berjalan, suara mengecil hingga gangguan gerak tubuh.
Sedangkan dilansir dari Alodokter, gejala penyakit Parkinson lainnya meliputi:
- Tremor
- Kaku saat bergerak
- Gerakan yang melambat
Umumnya, orang dengan penyakit Parkinson akan diberi obat-obatan, terapi atau operasi untuk mengatasi kondisinya.
Sayangnya, belum ada cara pasti yang bisa mencegah penyakit Parkinson. Meskipun begitu, rutin olahraga, konsumsi makanan sehat dan senam otak bisa mencegah kondisi ini semakin buruk.