Belajar Online Penuh Tantangan, Ini Saran Psikolog Bagi Orangtua Untuk Dampingi Anak

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 06 April 2022 | 15:10 WIB
Belajar Online Penuh Tantangan, Ini Saran Psikolog Bagi Orangtua Untuk Dampingi Anak
Ilustrasi belajar online (shutterstock)

Suara.com - Belajar jarak jauh selama dua tahun belakangan hingga saat ini masih kerap menuai pro kontrak. Tapi, tak bisa dipungkiri bahwa belajar daring adalah solusi terbaik di tengah pandemi, meski banyak tantangan tersendiri baik untuk anak maupun orang tua yang mendampingi.

Setidaknya, terdapat tiga tantangan yang dirasakan oleh anak. Pertama, emosi dan motivasi yang menurun. Mungkin pada awalnya, anak merasa senang karena tidak perlu bangun sepagi biasanya dan bebas dari kemacetan yang sebelumnya harus dilalui setiap pagi.

Namun lama-kelamaan, anak mulai merasa jenuh duduk di depan layar selama berjam-jam tanpa interaksi langsung dengan teman dan guru. Terlebih, tantangan kedua yaitu terbatasnya durasi konsentrasi yang dimiliki anak.

Belajar online (pixabay)
Belajar online (pixabay)

Dalam keterangan yang diterima Suara.com, dari Zenius, Rabu, (6/4/2022), menurut Psikolog Anak dan Keluarga Samanta Elsener, M.Psi anak SD kelas 1 hingga kelas 2 biasanya memiliki rentang konsentrasi selama 40 menit saja. Sedangkan, anak kelas 3 ke atas, memiliki rentang waktu konsentrasi 60 menit ke atas, bila dalam lingkungan belajar tatap muka.

Sementara itu, learning loss atau hilangnya pengetahuan dan kemampuan siswa (The Glossary of Education Reform, 2013, seperti yang dikutip pada blog Zenius, 2021), menjadi tantangan ketiga. Pada dasarnya, learning loss dapat terjadi karena berbagai faktor. Misalnya, karena kendala teknis seperti koneksi Internet yang buruk maupun kurangnya pendampingan orang tua.

“Bagi anak yang baru kelas 1 SD di awal pandemi, mungkin tidak menemui masalah ketika belajar baca tulis secara daring di rumah. Ketika mulai naik kelas, materi pelajaran semakin sulit, sehingga rentan membuat anak merasa kesulitan. Anak pun jadi malas belajar karena rasa kompetensi dari anak menurun drastis,” ujar Samanta.

Lantas, bagaimana solusi yang bisa diupayakan orang tua untuk berbagai tantangan tersebut?

Berikan Pengawasan dan Bimbingan Secara Bergantian

Semenjak belajar daring, orang tua juga mengambil peran dalam mengawasi dan mendampingi anak belajar. Menurut Samanta, penting bagi orang tua untuk mewujudkan pembelajaran yang bukan hanya seru, namun juga kontekstual.

Sementara itu, agar lebih mudah, Artika yang memiliki dua anak melakukan pengawasan terhadap anak-anaknya dalam satu ruangan yang sama. Ia bisa melakukan pekerjaan lain sembari mengawasi anak-anaknya. “Tapi memang harus berjarak ya, jadi adiknya dengan saya di pojok sebelah sini, kakaknya di pojok sebelah sana,” jelas Artika.

Memberikan Kesabaran Lebih

Dalam kondisi belajar daring, anak rentan merasa jenuh sehingga orang tua perlu memberikan dukungan ekstra. Namun, orang tua juga harus tetap bersikap tegas dan membiasakan anak untuk disiplin.

Penting untuk menunjukkan bahwa orang tua mampu memahami perasaan anak. Gunakan kalimat yang sifatnya membangun, serta hindari kritikan yang dapat melukai perasaan anak. “Orang tua harus bisa menahan diri, memarahi anak dapat membuat motivasinya menurun drastis,” pesan Samanta.

Adakan Istirahat dan Aktivitas Menarik

Untuk menghadapi rasa jenuh dan frustasi anak yang harus duduk berjam-jam di depan layar, ada baiknya sesekali orang tua mengajak anak untuk melakukan aktivitas yang menarik ketika sedang istirahat atau hari libur. Tentunya, sesuaikan aktivitas tersebut dengan minat anak agar anak lebih bersemangat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penumpang Kereta Tanpa Tes COVID-19 Bisa Terima Kembali Uang 100 Persen

Penumpang Kereta Tanpa Tes COVID-19 Bisa Terima Kembali Uang 100 Persen

Bisnis | Rabu, 06 April 2022 | 11:54 WIB

Psikolog Ungkap Pentingnya Self Love, Salah Satu Obat Kesehatan Mental Asal Gak Kebablasan

Psikolog Ungkap Pentingnya Self Love, Salah Satu Obat Kesehatan Mental Asal Gak Kebablasan

Health | Selasa, 05 April 2022 | 13:31 WIB

Dibilang Megalomania, Jubir Luhut Semprot Amien Rais: Beliau yang Harus Tes Kejiwaan

Dibilang Megalomania, Jubir Luhut Semprot Amien Rais: Beliau yang Harus Tes Kejiwaan

News | Senin, 04 April 2022 | 12:23 WIB

Terkini

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Hati-Hati Efek 'Balas Dendam' Makan Enak: Ini 3 Penyakit yang Paling Banyak Diklaim Pasca Lebaran

Health | Jum'at, 03 April 2026 | 09:53 WIB

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB