Mengenal Virus Nipah, Begini Cara Penularan dan Gejalanya!

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Rabu, 06 April 2022 | 20:35 WIB
Mengenal Virus Nipah, Begini Cara Penularan dan Gejalanya!
Virus Nipah (Shutterstock)

Suara.com - Virus nipah termasuk virus zoonosis yang sama seperti virus corona. Virus nipah ini bisa menular dari hewan ke manusia melalui kontaminasi.

Virus nipah juga bisa ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung. Selain manusia, virus nipah bisa berdampak buruk pada hewan ternak, seperti babi.

Sama halnya dengan virus corona, virus nipah berkembang biak pada kelelawar. Kelelawar buah dari famili Pteropodidae merupakan inang alami virus nipah.

Kasus pertama virus nipah dilaporkan pada tahun 1999 dari kalangan peternak babi di Malaysia. Kasus ini juga ditemukan di Bangladesh pada tahun 2001.

Sesuai laporan WHO dilansir dari Times of India, virus nipah belum terlihat di Malaysia sejak pertama kali terlihat. 

Angka kematian kasus infeksi virus nipah diperkirakan mencapai 40 hingga 75 persen. Di bagian timur India, di mana kasus virus nipah terdeteksi 2 kali, konsumsi buah-buahan yang terkontaminasi merupakan penyebab utama penyebaran penyakit tersebut.

Ilustrasi virus Nipah (Pixabay).
Ilustrasi virus Nipah (Pixabay).

Umumnya, kelelawar buah mengonsumsi buah-buahan dan meninggalkan urine atau air liurnya. Buah yang setengah dimakan kelelawar dikumpulkan oleh penduduk setempat.

Dalam banyak kasus, buah-buahan ini dimakan begitu saja tanpa memperhatikan kebersihannya. Ketika cairan tubuh kelelawar yang terkontaminasi bersentuhan dengan sistem manusia, itu menyebabkan infeksi.

Terkait tingkat keparahan infeksi dan penyebarannya melalui manusia, WHO mengatakan virus nipah menyebar langsung dari manusia ke manusia melalui kontak dekat dengan sekresi dan ekskresi manusia selama wabah di Bangladesh dan India.

Di Siliguri, India pada tahun 2001, penularan virus juga dilaporkan dalam pengaturan perawatan kesehatan, di mana 75 persen kasus terjadi di antara staf rumah sakit atau pengunjung.

Dari 2001 hingga 2008, sekitar setengah dari kasus yang dilaporkan di Bangladesh disebabkan oleh manusia.

Gejala Virus Nipah

Berikut ini, beberapa gejala umum infeksi virus nipah.

  1. Demam
  2. Sakit kepala
  3. Mialgia atau nyeri otot
  4. Muntah
  5. Sakit tenggorokan
  6. Pusing
  7. Kantuk
  8. Kesadaran yang berubah
  9. Ensefalitis akut
  10. Pneumonia, masalah pernapasan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Virus Corona Covid-19, Kelelawar Bisa Sebabkan Virus Zoonosis Lainnya!

Selain Virus Corona Covid-19, Kelelawar Bisa Sebabkan Virus Zoonosis Lainnya!

Health | Selasa, 05 April 2022 | 19:48 WIB

COVID-19 Belum Berakhir, Muncul Virus NeoCov, Ini Informasi Lengkapnya

COVID-19 Belum Berakhir, Muncul Virus NeoCov, Ini Informasi Lengkapnya

Jabar | Senin, 31 Januari 2022 | 16:26 WIB

Berpotensi Jadi Pandemi, Ahli Buat Vaksin Virus Nipah

Berpotensi Jadi Pandemi, Ahli Buat Vaksin Virus Nipah

Batam | Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB