Banyak Binaragawan Gunakan Steroid untuk Membentuk Massa Otot, Ahli Peringatkan Bahayanya!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Senin, 11 April 2022 | 13:32 WIB
Banyak Binaragawan Gunakan Steroid untuk Membentuk Massa Otot, Ahli Peringatkan Bahayanya!
Ilustrasi binaragawati. (Shutterstock)

Suara.com - Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah atlet binaraga internasional meninggal dunia di usia 40-an atau lebih muda. Beberapa di antaranya dalam keadaan misterius.

Kasus terakhir adalah seorang binaragawan wanita Ashley Gearhart (37) meninggal dalam kondisi tidur. Inilah yang membuat binaragawan terkenal Arnold Schwarzenegger menyebut olahraga ini paling berbahaya di dunia.

Para ahli mengatakan faktor-faktor yang masuk dalam bagian olahraga ini, seperti penambahan dan penurunan berat badan, latihan, dan diet, dapat membebani jantung.

Namun, hal yang paling berbahaya adalah penggunaan obat peningkat kinerja atau doping. Obat yang paling sering digunakan adalah steroid anabolik untuk meningkatkan massa otot, kinerja, serta daya tahan tubuh.

Obat ini sebenarnya sudah banyak digunakan dalam semua tingkatan binaraga, menurut ahli kepada Insider.

Ilustrasi obat-obatan (foto: antara)
Ilustrasi steroid (foto: antara)

"Untuk menjadi binaragawan profesional, Anda harus mengonsumsi steroid. Itu sudah pasti," jelas dokter yang berspesialisasi obat steroid, Tom O'Connor.

Trebolone, yang O'Connor sebut sebagai steroid monster, pada awalnya dikembangkan untuk membantu ternak mempunyai massa tubuh sebelum disembelih.

Obat yang dikembangkan pada 1980-an itu dengan cepat menarik perhatian para binaragawan, meski tidak pernah disetujui untuk digunakan pada manusia.

Meski dilarang, obat tersebut tetap diperjualbelikan di pasar gelap. Terkadang dalam bentuk implan ternak yang dipasarkan secara online untuk digunakan secara ilegal.

Dampak penggunaan steroid

Ada dua fungsi utama dari obat peningkat kinerja dalam binaraga, yakni:

  • membangun massa otot tanpa lemak
  • mengurangi berat badan, baik dari lemak tubuh dan air, untuk meningkatkan fungsi otot

Obat yang digunakan umumnya kombinasi steroid dan versi sintetis dari hormon manusia, termasuk testosteron.

Steroid dapat membebani sistem kardiovaskular dengan menumpuk massa, memaksa jantung bekerja lebih keras untuk menopang tubuh yang lebih besar.

Risikonya bertambah dengan fakta bahwa obat pembentuk otot juga dapat memperbesar otot jantung itu sendiri, yang semakin menekan organ.

"Penelitian medis telah membuktikan bahwa steroid dapat mempercepat penyakit jantung secara signifikan. Tekanan darah naik," jelas O'Connor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Atlet Binaraga Kabupaten Bekasi Borong Empat Medali

Atlet Binaraga Kabupaten Bekasi Borong Empat Medali

Bekaci | Selasa, 21 Desember 2021 | 16:10 WIB

PANAS Cabor Binaraga Raih Perak, Kontingen Banten Protes

PANAS Cabor Binaraga Raih Perak, Kontingen Banten Protes

Banten | Selasa, 05 Oktober 2021 | 08:28 WIB

PON Papua: Target Medali Emas Meleset, Ini Penjelasan Pelatih Binaraga Jateng

PON Papua: Target Medali Emas Meleset, Ini Penjelasan Pelatih Binaraga Jateng

Jawa Tengah | Selasa, 05 Oktober 2021 | 06:27 WIB

Terkini

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Gudang Berdebu hingga Area Perkebunan, Ini Lingkungan yang Bisa Jadi Sarang Penularan Hantavirus

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 13:52 WIB

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Waspada Hantavirus, Ketahui Cara Membersihkan Kotoran Tikus yang Benar

Health | Kamis, 14 Mei 2026 | 12:59 WIB

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Rahim Ayu Aulia Diangkat Gegara Tumor Ganas, Benarkah Riwayat Aborsi Jadi Pemicunya?

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:25 WIB

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Gatal-Gatal Tak Kunjung Sembuh? Bisa Jadi Tanda Gangguan Liver yang Sering Diabaikan

Health | Rabu, 13 Mei 2026 | 17:00 WIB

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Turun 10 Kg dalam 8 Minggu, Ini Perjalanan Vicky Shu Jaga Berat Badan dengan Pendampingan Medis

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 22:34 WIB

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Panas Ekstrem Ancam Ibu Hamil, Risiko Prematur hingga Bayi Lahir Mati Meningkat

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 17:02 WIB

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Konsumsi Gula Orang Indonesia Tembus 75 Gram Sehari: Ancaman Serius Bagi Kesehatan Gigi

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 16:59 WIB

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Kasus Hantavirus Ada di Provinsi Indonesia Mana Saja? Korban Meninggal Capai 3 Orang

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:56 WIB

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Hantavirus Ada Sejak Kapan? Menilik Sejarah dan Munculnya Kasus di Indonesia

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 15:05 WIB

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Gejala Awal Mirip Flu, Apa Perbedaan Hantavirus dan Corona?

Health | Selasa, 12 Mei 2026 | 14:46 WIB