Hati-hati, Rasa Sakit pada Lidah Bisa Jadi Gejala Kanker Paru-paru

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 12 April 2022 | 10:27 WIB
Hati-hati, Rasa Sakit pada Lidah Bisa Jadi Gejala Kanker Paru-paru
Ilustrasi lidah sebagai indra pengecapan. [Istimewa]

Suara.com - Kanker paru-paru salah satu jenis kanker yang bisa menyebabkan gejala cukup luas, termasuk pada kuku dan lidah.

Banyak orang mungkin mengira kanker paru-paru akan memicu gejala yang berhubungan dengan sistem pernapasan.

Tapi, beberapa badan kesehatan telah menemukan kesulitan menelan, lesi dan rasa sakit di lidah termasuk gejala kanker paru-paru.

Kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel di dalam paru-paru berubah menjadi jahat dan berkembang biak secara berbahaya, sangat mempengaruhi saluran udara tubuh.

Mulut sebagai titik pembuka ke saluran pernapasan seirng kali bisa menunjukkan tanda-tanda peringatan ketika ada masalah dalam tubuh.

Gejala khas kanker paru-paru yang terkait dengan mulut termasuk mulut kering. Tetapi studi kasus sebelumnya telah mengungkap komplikasi lain, yang meliputi rasa sakit, lesi, dan kesulitan menelan.

Dalam laporan kasus tahun 2017 yang diterbitkan dalam jurnal Medicine, para peneliti menulis kanker paru-paru primer biasanya muncul dengan gejala iritasi selaput lendir saluran napas, seperti batuk dan dahak bernoda darah.

Sedangkan, arsinoma lidah primer biasanya muncul dengan lesi lidah, nyeri, dan disfagia.

Ilustrasi paru-paru, kanker paru-paru (shutterstock)
Ilustrasi paru-paru, kanker paru-paru (shutterstock)

Dalam laporan tersebut, para peneliti mempresentasikan penderitaan pasien yang mengeluh batuk dan air liur sebelum menyadari rasa sakit dan suara serak di bagian bawah lidahnya.

Disfagia yang merupaka kesulitan menelan, termasuk di antara manifestasi kanker paru-paru yang lebih menyakitkan.

Para peneliti percaya itu mungkin terjadi karena kanker menekan kerongkongan dan faring.

Kemudian, kondisi ini didiagnosis sebagai tumor metastatik dari kanker paru-paru yang telah menyebar ke rongga mulut.

Namun, perlu dicatat bahwa metastasis kanker paru-paru lebih jarang terjadi. Sedangkan, metastasis ke otak, hati atau tulang lebih sering terjadi.

Penyakit ini terkenal sulit diobati setelah bermetastasis, jadi para ahli merekomendasikan agar setiap perubahan tubuh diselidiki lebih awal.

Kanker paru-paru non-sel kecil biasanya dapat diobati dengan operasi, kemoterapi, terapi radiasi, terapi bertarget atau kombinasi dari perawatan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Lelaki Bau Mulut Berisiko Lebih Sulit Ereksi Saat Berhubungan Seks

Duh, Lelaki Bau Mulut Berisiko Lebih Sulit Ereksi Saat Berhubungan Seks

Health | Sabtu, 09 April 2022 | 20:47 WIB

5 Rekomendasi Obat Wasir Alami, Salah Satunya Lidah Buaya

5 Rekomendasi Obat Wasir Alami, Salah Satunya Lidah Buaya

Health | Jum'at, 08 April 2022 | 17:42 WIB

Bau Mulut Orang Puasa Lebih Wangi? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Bau Mulut Orang Puasa Lebih Wangi? Simak Penjelasannya Berikut Ini

Lifestyle | Kamis, 07 April 2022 | 15:05 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB