Bukan 2 Kali, Sikat Gigi Rutin Sekali Sehari Malah Lebih Baik

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Selasa, 19 April 2022 | 19:21 WIB
Bukan 2 Kali, Sikat Gigi Rutin Sekali Sehari Malah Lebih Baik
Ilustrasi sikat gigi. (Shutterstock)

Suara.com - Umumnya, orang sikat gigi sebanyak dua kali sehari atau lebih karena berbagai alasan. Sikat gigi teratur dua kali sehari ini bertujuan menjaga kesehatan dan kebersihan mulut serta gigi.

Tapi faktanya, sikat gigi rutin dua kali sehari juga bukan pilihan terbaik. Banyak ahli berpendapat sikat gigi sekali sehari dengan cara yang benar saja sudah cukup.

Berikut ini dilansir dari Bright Side, beberapa dampak buruk sikat gigi berlebihan dan lebih baik sekali sehari.

1. Gigi menjadi kurang sensitif

Sebagian besar ahli percaya sikat gigi sekali sehari sudah cukup untuk mencegah bakteri dan gigi berlubang merusak gigi Anda.

Kuncinya bukanlah menyikat gigi setiap habis makan, tetapi melakukannya dengan benar dan sikat gigi sekali sehari itu lebih baik. Karena, sikat gigi berlebihan bisa mengikis email gigi dan meningkatkan sensitivitas.

Ilustrasi sikat gigi (pixabay.com)
Ilustrasi sikat gigi (pixabay.com)

2. Lebih baik untuk kesehatan gusi

Jika Anda tidak menyikat gigi, hal terburuk yang bisa terjadi adalah penyakit gusi. Karena, bakteri akan memakan sisa makanan yang tersangkut di antara gigi Anda.

Tapi, banyak dokter gigi percaya bahwa menyikat gigi secara menyeluruh sekali sehari akan membantu menghancurkan bakteri berbahaya sebelum benar-benar merusak gusi Anda.

Plak yang menyebabkan penyakit gusi membutuhkan waktu setidaknya 24 jam untuk berkembang dan menyikat gigi sekali sehari mungkin cukup untuk mencegahnya.

Sebaliknya, menyikat terlalu sering dapat merusak gusi Anda secara serius dan bahkan membuatnya menyusut. Pada gilirannya, hal ini akan membuat gigi lebih rentan terhadap infeksi.

3. Gigi menjadi kuning

Anda mungkin berpikir bahwa menggunakan sikat berbulu keras akan membantu Anda menyikat gigi lebih efektif dan bersih.

Tapi, sikat gigi terlalu keras atau menggunakan bulu yang keras bisa merusak lapisan luar gigi dan membuatnya lebih rentan menguning. Lebih baik pilih sikat gigi berbulu lembut, jangan terlalu keras menyikatnya dan jangan terlalu sering sikat gigi.

4. Gigi berlubang

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Duh, Studi Sebut Vaping Sama Buruknya Seperti Merokok untuk Kesehatan Gusi

Duh, Studi Sebut Vaping Sama Buruknya Seperti Merokok untuk Kesehatan Gusi

Health | Kamis, 14 April 2022 | 18:05 WIB

Ini Tips Menjaga Gigi dan Mulut saat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan

Ini Tips Menjaga Gigi dan Mulut saat Menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Ramadhan

Jawa Tengah | Kamis, 14 April 2022 | 08:05 WIB

Doa Sikat Gigi Setelah Buka Puasa dan Sahur

Doa Sikat Gigi Setelah Buka Puasa dan Sahur

News | Rabu, 13 April 2022 | 17:44 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB