Bocah 2 Tahun Ini Lahir dengan Diphallia, Dokter Terpaksa Mengangkat Penis yang Paling Besar

Yasinta Rahmawati | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Kamis, 21 April 2022 | 15:41 WIB
Bocah 2 Tahun Ini Lahir dengan Diphallia, Dokter Terpaksa Mengangkat Penis yang Paling Besar
Ilustrasi anak laki-laki. [shutterstock]

Suara.com - Seorang anak laki-laki terlahir dengan dua penis yang harus diangkat salah satunya. Tapi, dokter memiliki untuk mengambil ukuran penisnya lebih besar.

Anak laki-laki dari Brasil itu merupakan satu dari sejuta bayi laki-laki yang terlahir dengan dua penis.

Dokter di São Paulo mengatakan sampai sekarang, hanya ada 100 pria dengan dua penis yang disebut diphallia, yang telah dilaporkan dalam literatur medis.

Salah satunya, mereka melaporkan kasus seorang anak laki-laki yang memiliki dua penis berdampingan di Journal of Pediatric Urology.

Anak laki-laki yang dirahasiakan identitasnya itu masih berusia 2 tahun saat menjalani operasi pengangkatan salah satu penisnya.

Mulanya dilansir dari The Sun, tim dokter telah merencanakan untuk menyingkirkan ukuran penis anak itu yang lebih kecil, setelah melihat ukuran penis kiri lebih besar.

Meskipun kedua penis anak itu terlihat berbeda, bentuk penisnya tetap serupa dan berfungsi sama.

Ilustrasi anak laki-laki (freepik)
Ilustrasi anak laki-laki (freepik)

Sang ibu mengatakan kedua penis anaknya ini sama-sama mampu ereksi. Tapi, hasil pemeriksaan menunjukkan setiap penis hanya memiliki 1 dari 2 corpora cavernosa, yakni kolom jaringan spons yang terisi darah dan menyebabkan penis mengeras.

Namun, petugas medis menemukan bahwa anak laki-laki itu hanya bisa buang air kecil dari penis yang lebih kecil. Karena, uretra penis yang lebih besar terlalu sempit untuk dilewati urine.

Karena itu, keputusan untuk pengangkatan penis tidak lagi berdasarkan ukuran, tetapi fungsinya yang paling maksimal. Dengan begitu, dokter memilih mengangkat penis yang lebih besar.

Ahli bedah mengangkat penis kiri seluruhnya dan merekam prosesnya dalam sebuah video yang diterbitkan dalam jurnal online.

Saat ini, belum diketahui lagi seberapa baik anak laki-laki itu bisa mencapai ereksi di masa depan. Terlebih, ia hanya memiliki satu ruang ereksi di sisa penisnya.

Kasua serupa juga pernah terjadi di Uzbekistan, yang mana seorang anak laki-laki usia 7 tahun memiliki dua penis yang berfungsi maksimal. Karena, kedua penis memiliki uretra dan jaringan ereksi.

Tapi, laporan kasus yang diterbitkan dalam Urology Case Reports tidak secara eksplisit mengatakan kedua penis bisa ereksi atau tidak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Penis Disetrum Listrik, Terapi Ini Disebut Mampu Atasi Masalah Ejakulasi Dini

Penis Disetrum Listrik, Terapi Ini Disebut Mampu Atasi Masalah Ejakulasi Dini

Health | Senin, 18 April 2022 | 20:30 WIB

Jangan Ditiru! Demi Masturbasi, Lelaki Masukan Kabel Earphone ke Lubang Penis

Jangan Ditiru! Demi Masturbasi, Lelaki Masukan Kabel Earphone ke Lubang Penis

Health | Sabtu, 16 April 2022 | 05:15 WIB

Susah Tahan Lama di Ranjang? Terapkan 5 Cara Ini saat Berhubungan Seks!

Susah Tahan Lama di Ranjang? Terapkan 5 Cara Ini saat Berhubungan Seks!

Health | Jum'at, 15 April 2022 | 19:30 WIB

Terkini

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Saat Screen Time Tak Bisa Dihindari, Ini Rekomendasi Tontonan Anak yang Aman dan Edukatif

Health | Selasa, 14 April 2026 | 08:37 WIB

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Air Jernih Belum Tentu Aman: Inilah 'Musuh Tak Terlihat' yang Memicu Stunting pada Anak

Health | Senin, 13 April 2026 | 06:15 WIB

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Bisa Remisi, Ini Cara Mengendalikan Diabetes Tanpa Bergantung Obat

Health | Minggu, 12 April 2026 | 22:48 WIB

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Sering Self-Diagnose? Hentikan Kebiasaan Berbahaya Ini dengan Panduan Cerdas Pilih Produk Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 20:29 WIB

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Jangan Asal Pilih Material Bangunan! Ini Dampak Buruk Paparan Timbal Bagi Otak dan Kesehatan

Health | Jum'at, 10 April 2026 | 14:00 WIB

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

96% Warga Indonesia Tak ke Dokter Gigi, Edukasi Digital Jadi Kunci Ubah Kebiasaan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 19:16 WIB

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Aktivitas Bermain Menunjang Perkembangan Holistik dan Kreativitas Anak

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:15 WIB

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Dipicu Kebutuhan Tampil Percaya Diri, Kesadaran Menjaga Kesehatan Gigi dan Mulut Naik Saat Ramadan

Health | Kamis, 09 April 2026 | 15:13 WIB

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Berat Badan Anak Susah Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan yang Sering Tak Disadari

Health | Rabu, 08 April 2026 | 19:55 WIB

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Tes Genetik Makin Terjangkau, Indonesia Targetkan 200 Ribu Sequencing DNA untuk Deteksi Penyakit

Health | Rabu, 08 April 2026 | 14:11 WIB