Peneliti Temukan Bakteri Mematikan pada Landak, Ini Bahayanya!

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Jum'at, 22 April 2022 | 20:24 WIB
Peneliti Temukan Bakteri Mematikan pada Landak, Ini Bahayanya!
Ilustrasi landak. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah penelitian menemukan superbug atau bakteri mematikan pada landak. Para ilmuwan di Finlandia menemukan landak terinfeksi MRSA yang kebal antibiotik.

Bakteri yang sulit diobati umum terjadi di rumah sakit dan terlalu sulit untuk antibiotik normal bekerja, sehingga membuatnya mematikan bagi pasien yang lemah.

Para ilmuwan mengatakan menemukan bakteri ini di alam liar, yang berarti bakteri menyebar dengan cepat dan akan terus berevolusi.

Kepala kesehatan mengatakan resistensi antibiotik sekarang menjadi salah satu ancaman utama bagi kelangsungan hidup manusia dan dapat membuat infeksi umum atau operasi mengancam jiwa.

"Penularan dari manusia ke satwa liar perkotaan dapat menciptakan reservoir di lingkungan dari mana resistensi yang signifikan dapat menyebar," kata penulis studi, Venla Johansson dikutip dari The Sun.

Ilustrasi bakteri. (Pixabay)
Ilustrasi bakteri. (Pixabay)

Penelitian tersebut menemukan 10 persen landak di pusat penyelamatan di Helsinki membawa versi bakteri resisten yang sangat menular.

Bakteri ini termasuk MRSA, E.coli dan Klebsiella pneumoniae yang berisiko kebal daru obat-obatan garis terdepan, termasuk penisilin.

Penderita bisa mengalami infeksi saluran kemih yang membandel, demam, infeksi kulit dan gangguan pernapasan.

Studi itu juga menemukan beberapa bakteri dua kali lebih umum pada landak seperti pada manusia.

baca juga

Meskipun landak memang membawa bakteri ini, mencuci tangan setelah memegangnya sudah cukup untuk mencegah serangga tersebut.

Ms Johansson, seorang mahasiswa PhD, mengatakan hewan seperti landak biasanya terinfeksi bakteri mematikan ini dari sampah, limbah dan peternakan.

Kepala kesehatan global di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun mencantumkan resistensi antibiotik sebagai salah satu bahaya kesehatan utama dalam studi yang dipresentasikan pada Kongres Eropa Mikrobiologi Klinis & Penyakit Menular.

Sebuah studi oleh Universitas Oxford tahun ini juga memperkirakan 1,27 juta kematian di seluruh dunia disebabkan oleh infeksi yang tidak dapat diobati pada 2019.

"Resistensi antibiotik meningkat ke tingkat yang sangat tinggi di semua bagian dunia. Mekanisme resistensi baru muncul dan menyebar secara global, hingga mengancam kemampuan kita untuk mengobati penyakit menular umum lainnya," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ada 5 Jenis Bakteri yang Memengaruhi Perkembangan Kanker Prostat Akan Jadi Agresif atau Tidak

Ada 5 Jenis Bakteri yang Memengaruhi Perkembangan Kanker Prostat Akan Jadi Agresif atau Tidak

Health | Kamis, 21 April 2022 | 10:40 WIB

Miris, Kedua Mata Balita Ini Lebam Akibat Dianiaya Ibu Kandungnya Sendiri, Netizen: Memang Biadab

Miris, Kedua Mata Balita Ini Lebam Akibat Dianiaya Ibu Kandungnya Sendiri, Netizen: Memang Biadab

Kalbar | Senin, 18 April 2022 | 14:57 WIB

Mengandung Ratusan Ton Bakteri Antraks dan Penyakit Eksotis Lain, Pulau Ini Jadi Tempat Paling Mematikan di Dunia

Mengandung Ratusan Ton Bakteri Antraks dan Penyakit Eksotis Lain, Pulau Ini Jadi Tempat Paling Mematikan di Dunia

Health | Minggu, 17 April 2022 | 14:28 WIB

Terkini

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

11 Pengasuh Day Care Little Aresha Divonis Maksimal 3 Tahun, Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:20 WIB

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Mahasiswa Sebut Rezim Prabowo-Gibran sebagai Bencana Nasional

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:05 WIB

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Buka Suara Soal Pemeriksaan KPK, Wabup Bogor Jaro Ade: Kita Harus Taat Hukum

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 05:05 WIB

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Dihadiri Para Menteri dan Ketua MPR, EIGER Nature Resmi Diluncurkan di Kabupaten Bogor

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:10 WIB

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Dari Cisarua ke Dramaga, Dugaan Keracunan MBG di Bogor Belum Temukan Titik Terang

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:10 WIB

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Kronologi Kericuhan Malioboro Usai Demo Sumpah Pemuda, Massa Tak Dikenal Serang Gedung DPRD DIY

Jogja | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:18 WIB

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

20 Tahun Mengabdi, Irsan Jadi Calon Tunggal Ketua BPC Gapensi Kabupaten Bogor

Bogor | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Dari Serang, Jakarta hingga Sukabumi: Kronologi Polresta Serang Kota Gagalkan Peredaran 8,8 Kg Sabu

Banten | Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:00 WIB

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Persib Kalahkan Melbourne Victory 2-0, Igor Tolic: Grup Belum Usai

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:35 WIB

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Umuh Muchtar Buka Suara Usai Pelaku Pembacokan Bobotoh Ditangkap: Mohon Bobotoh Jangan Dendam

Jabar | Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:21 WIB

×