Bolehkah Telur Gabus Jadi Camilan untuk Bayi? Nutrisionis Bilang Boleh, Tapi Ada Syaratnya!

Senin, 25 April 2022 | 20:18 WIB
Bolehkah Telur Gabus Jadi Camilan untuk Bayi? Nutrisionis Bilang Boleh, Tapi Ada Syaratnya!
Camilan telur gabus. (dok. Kata Oma)

Suara.com - Camilan telur gabus digemari lintas generasi baik orang tua, dewasa, remaja hingga anak-anak. Namun yang jadi pertanyaan, bolehkah bayi atau balita mengonsumsi telur gabus?

Nutrisionis Widya Fadila, M.KM mengatakan meski bayi di atas 6 bulan sudah mulai mengonsumsi Makanan Pendamping ASI atau MPASI, namun pemberian camilan harus bertahap, khususnya terkait dengan tekstur.

Ini karena pada bayi di bawah satu tahun saluran pencernaannya belum sempurna, dan belum tumbuh gigi untuk mengunyah camilan seperti telur gabus.

"Telur gabus bisa diberikan untuk anak-anak, tapi usia 6 bulan di bawah satu tahun tidak diperbolehkan makanan dengan tekstur keras. Tapi di usia satu tahun ke atas itu cemilan yang bisa diemut seperti telur gabus itu boleh," ujar Widya dalam kampanye #BenarBenarAsliAlami, Kata Oma beberapa waktu lalu di Jakarta.

Camilan telur gabus. (dok. Kata Oma)
Camilan telur gabus. (dok. Kata Oma)

Meski begitu Widya mengingatkan untuk tidak sembarangan memberikan camilan, khususnya dalam pemilihan rasa.

Ia mencontohkan ada telur gabus yang memiliki rasa pedas, balado hingga telur asin, itu tidak disarankan. Sebaiknya pilih yang rasa telur gabus gula merah asli hingga rasa keju asli.

Widya memberikan perumpamaan dalam satu kemasan telur gabus Kata Oma, juga tidak disarankan anak menghabiskannya sendiri, dan ada baiknya dimakan bersama sang ibu.

"Cukup satu sampai dua keping telur gabus, karena umumnya anak satu tahun, kerap ingin mengunyah atau menggigit sesuatu karena gigi gatal, sehingga ini bisa digunakan untuk diemut," jelas Widya.

Jenis pilihan rasa camilan ini terpotret melalui rasa telur gabus Kata Oma, yang banyak diminati anak-anak adalah rasa gula aren dan rasa keju.

Baca Juga: 4 Camilan Murah dan Mudah Ditemukan yang Enggak Bikin Gendut, Wajib Dicoba

"Saya senang ngeliat ibunya juga bisa berikan dengan confidence (percaya diri), nyaman dan tenang karena kan banyak yang takut cemilan batuk gatal atau nggak. Buat kami di Kata Oma kealamian dan keorisinilan sangat penting untuk konsumen, apalagi anak banyak yang suka," ungkap Founder Kata Oma Telur Gabus Furiyanti.

Terakhir, Widya mengingatkan camilan tetap dibutuhkan untuk imunitas tubuh, menjaga kenyang lebih lama, dan mengisi jeda sebelum makan besar.

Adapun camilan menempati porsi 20 persen dari kebutuhan kalori harian, sisanya 70 hingga 80 persen didapatkan makanan pokok dengan komposisi gizi seimbang, karbohidrat, protein, serat, vitamin dan mineral.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Jodoh Motor, Kuda Besi Mana yang Paling Pas Buat Gaya Hidup Lo?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI