Wacana 'IDI Tandingan' Kembali Menguat, dr. Adib Khumaidi: IDI Bukan Sekadar Perkumpulan Dokter

Vania Rossa | Lilis Varwati | Suara.com

Rabu, 27 April 2022 | 23:33 WIB
Wacana 'IDI Tandingan' Kembali Menguat, dr. Adib Khumaidi: IDI Bukan Sekadar Perkumpulan Dokter
Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Dr Adib Khumaidi [Foto: Hops.id]

Suara.com - Wacana mengenai organisasi profesi kedokteran baru sebagai 'IDI tandingan' masih menguat. Terbaru bahkan telah dideklarasikan organisasi Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI) yang dianggap sebagai 'IDI tandingan'.

PDSI akan diketuai oleh Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyanto, mantan staf khusus Dokter Terawan Agus Putranto saat masih menjabat Menteri Kesehatan.

Ia menyatakan pendirian PDSI sudah mengantongi SK Kemenkumham dengan nomor AHU-003638.AH.01.07.2022 tentang Pengesahan Pendirian Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia.

Terkait isu 'IDI tandingan' tersebut, Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr. Adib Khumaidi, Sp.OT., menegaskan bahwa organisasi profesi kedokteran bukan sekadar perkumpulan para dokter.

Dilihat dari sejarahnya, PB IDI dibuat karena adanya kebutuhan kesehatan bagi masyarakat, bukan karena kepentingan pribadi dokter.

"Sebetulnya IDI terlahir memang untuk rakyat Indonesia, bukan sekumpulan para dokter yang berkumpul saja. Ini yang perlu dipahami," kata dr. Adib dalam sesi wawancara bersama suara.com di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Sehingga, walaupun muncul wacana mengenai 'IDI tandingan' dianggap tidak akan menganggu program kerja dari PB IDI. Jargon IDI Reborn yang digaungkan pengurus PB IDI periode 2022-2025 juga menjadi penguat bahwa kehadirannya sebagai kepentingan untuk masyarakat, kata dokter Adib.

"Jadi proses berdirinya Ikatan Dokter Indonesia bukan sesuatu yang biasa. Ada suatu proses yang juga ikut di dalam kemerdekaan Negara Indonesia. Dari mulai Perhimpunan Dokter Belanda, Perhimpunan Dokter Pribumi kemudian bergabung menjadi Ikatan Dokter Indonesia pada September 1950 yang kemudian dikukuhkan Oktober 1950. Di setiap tahapan itu ada orang-orang yang sangat berjasa dalam perkembangan kedokteran dan kesehatan masyarakat," paparnya.

Oleh sebab itu, untuk mengembalikan kepercayaan publik, lanjut dokter Adib, setiap anggota PB IDI perlu mengingat kembali tujuan organisasi tersebut untuk kepentingan masyarakat.

Ia mengingatkan agar gangguan apa pun di PB IDI, baik secara internal maupun eksternal, tidak mencederai secara organisasi.

"Saya mengenalkan bahwa kalau kita bicara ada tikus yang di lumbung, bukan berarti lumbung yang dibakar, tapi tikusnya kita cari, ini yang harus kita perbaiki. Ke depan kita ingin menempatkan transparansi akan kita lakukan hotline 24 jam akan dibuka agar masyarakat bisa berikan masukan terkait pelayanan dokter," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Daripada Kisruh Soal PDSI, IAKMI Ingatkan IDI untuk Selesaikan Masalah Kesehatan Masyarakat

Daripada Kisruh Soal PDSI, IAKMI Ingatkan IDI untuk Selesaikan Masalah Kesehatan Masyarakat

Health | Rabu, 27 April 2022 | 21:57 WIB

PDSI Resmi Diakui Pemerintah, Apa Bedanya dengan IDI yang Juga Menaungi Dokter?

PDSI Resmi Diakui Pemerintah, Apa Bedanya dengan IDI yang Juga Menaungi Dokter?

Health | Rabu, 27 April 2022 | 17:24 WIB

7 Fakta PDSI, Organisasi Profesi Kedokteran yang Baru Deklarasikan Diri

7 Fakta PDSI, Organisasi Profesi Kedokteran yang Baru Deklarasikan Diri

News | Rabu, 27 April 2022 | 16:39 WIB

Terkini

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB