Pola Tidur yang Buruk Bikin Usaha Penurunan Berat Badan Lebih Sulit, lho!

Yasinta Rahmawati | Rosiana Chozanah | Suara.com

Jum'at, 06 Mei 2022 | 20:30 WIB
Pola Tidur yang Buruk Bikin Usaha Penurunan Berat Badan Lebih Sulit, lho!
Ilustrasi pola tidur buruk (Pixabay.com)

Suara.com - Penelitian menunjukkan bahwa pola tidur yang buruk dapat merusak upaya penurunan berat badan. Sebaliknya, pola tidur yang lebih baik dan lebih lama dapat membantu menjaga berat badan dalam jangka panjang.

Hal ini dibuktikan dalam percobaan acak yang dilakukan oleh Universitas Kopenhagen dan dipresentasikan di Kongres Eropa tentang Obesitas.

Dalam studi ini, dilansir The Guardian, sebanyak 195 orang dewasa obesitas berusia antara 16 hingga 65 tahun mengikuti diet sangat rendah kalori (800 kkal/hari) selama 8 minggu dan telah kehilangan berat badan rata-rata 12%.

Lalu, peserta diawasi oleh peneliti selama satu tahun. Durasi tidur dan kualitas tidur diukur menggunakan indikator indeks kualitas tidur Pittsburgh (PSQI).

Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang tidur kurang dari enam jam semalam mengalami penambahan indeks massa tubuh (IMT) sebesar 1,3 poin setelah setahun, dibanding mereka yang tidur lebih dari enam jam.

Ilustrasi tidak bisa tidur. (Pexels/Cottonbro)
Ilustrasi tidak bisa tidur. (Pexels/Cottonbro)

Sementara IMT peserta dengan kualitas tidur yang buruk juga meningkat 1,2 poin setelah satu tahun dibandingkan mereka yang tidurnya berkualitas baik.

Studi ini bersifat observasional sehingga tidak dapat membukitkan bahwa kurang tidur menyebabkan perubahan berat badan, tetapi menunjukkan bahwa bisa saja menjadi faktor.

"Fakta bahwa kesehatan tidur sangat terkait dalam menjaga penurunan berat badan adalah penting karena banyak dari kita tidak mendapat tidur cukup seperti yang disarankan," kata penulis studi Signe Torekov dari Universitas Kopenhagen

Karenanya, penting untuk menjaga pola tidur dan kualitasnya agar memiliki kesehatan yang bagus, baik secara fisik maupun mental.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Bahaya Bermain Ponsel Sebelum Tidur, Menurunkan Fokus dan Konsentrasi

4 Bahaya Bermain Ponsel Sebelum Tidur, Menurunkan Fokus dan Konsentrasi

Your Say | Jum'at, 06 Mei 2022 | 17:20 WIB

Ketahui Kualitas Tidur dengan 7 Pertanyaan Ini, Sudah Merasakannya?

Ketahui Kualitas Tidur dengan 7 Pertanyaan Ini, Sudah Merasakannya?

Your Say | Jum'at, 06 Mei 2022 | 06:35 WIB

Video Viral Bocah Tak Bisa Tidur saat Mudik ke Kampung Langsung Kakek Beli AC, Publik: Cucu Emang Kasta Pertama

Video Viral Bocah Tak Bisa Tidur saat Mudik ke Kampung Langsung Kakek Beli AC, Publik: Cucu Emang Kasta Pertama

Sumbar | Kamis, 05 Mei 2022 | 20:09 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB