Beragam Gejala Kanker Usus Besar, Baik Sistemik Maupun Lokal

Yasinta Rahmawati

Rabu, 11 Mei 2022 | 09:00 WIB
Beragam Gejala Kanker Usus Besar, Baik Sistemik Maupun Lokal
Ilustrasi gambar gejala kanker usus besar. (freepik)

Suara.com - Kanker adalah  jenis penyakit mematikan yang memerlukan perawatan dan pengobatan ekstra. Sel-sel kanker dapat tumbuh dan menyebar tak terkendali. Oleh karena itu, segera periksa ke dokter jika mengalami gejala kanker. Ada banyak jenis kanker, salah satunya kanker usus besar. Kira-kira apa saja gejala kanker usus besar? Berikut penjelasannya.

Diketahui, kanker usus besar atau kolorektal adalah akibat dari kerusakan DNA sel, yang mengakibatkan perubahan genetik yang disebut mutasi. Sebagian kecil mutasi yang dapat menyebabkan kanker kolorektal ini diwariskan atau genetik, artinya diturunkan dari keluarga. Namun, sebagian besar karena faktor lingkungan atau gaya hidup.

Melansir dari situs Very Well Health, Selasa (10/5/2022), berikut ulasan mengenai gejala kanker usus besar yang penting untuk diketahui.

Gejala Kanker Usus Besar

Pada tahap awal kanker usus besar, orang sering tidak memiliki gejala. Inilah sebabnya mengapa pemeriksaan rutin yang dimulai pada usia 45 atau lebih awal penting untuk dilakukan. Gejala-gejala yang disebutkan di bawah ini sama sekali tidak menunjuk langsung ke kanker usus besar. Bahkan, mereka bisa menunjukkan masalah lain di usus, seperti infeksi, bisul, atau peradangan. 

Penting juga untuk diketahui bahwa gejala kanker usus besar terbagi menjadi dua jenis, yakni gejala lokal (berdasarkan di mana tumor berada) dan gejala sistemik (melibatkan seluruh tubuh).

Kanker usus besar (kolorektal). (Shutterstock)
Kanker usus besar (kolorektal). (Shutterstock)

1. Gejala Lokal

  • Perubahan kebiasaan buang air besar: Tidak ada yang namanya buang air besar "normal" secara universal. Ukuran, warna, dan konsistensi tinja setiap orang biasanya berbeda-beda. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan setiap perubahan dalam pola buang air besar yang normal pada diri Anda .
  • Ketidaknyamanan perut: Sakit perut atau kram dapat terjadi pada mereka yang menderita kanker usus besar. 
  • Konstipasi dan diare intermiten (bergantian): Gejala diare dan konstipasi yang berselang-seling dapat terjadi bila ada obstruksi parsial di usus karena tumor. Konstipasi dapat terjadi karena kesulitan buang air besar melalui obstruksi.
  • Gas dan kembung: Gas yang berlebihan dan kembung bisa menjadi tanda kanker usus besar. Namun, pemicu diet (misalnya, minuman berkarbonasi, produk susu, dan makanan berserat tinggi) dan gangguan pencernaan (misalnya, penyakit radang usus ) adalah penyebab umum.
  • Mual dan muntah: Mual dan muntah merupakan gejala kanker usus besar, biasanya karena tumor menyebabkan obstruksi usus.

2. Gejala Sistemik

  • Penurunan berat badan: Jika Anda mengalami penuruan berat badan tanpa disengaja, itu bisa jadi tanda kanker usus besar yang tidak boleh diabaikan. Ini disebabkan tumor menggunakan darah dan nutrisi tubuh untuk berkembang dan tumbuh. Selain itu, beberapa tumor melepaskan bahan kimia yang meningkatkan metabolisme tubuh, yang selanjutnya dapat menyebabkan penurunan berat badan.
  • Kehilangan nafsu makan: Kehilangan nafsu makan yang tidak biasa adalah tanda lain yang harus diwaspadai. Hilangnya nafsu makan paling sering terjadi pada kanker stadium lanjut.
  • Kelelahan ekstrem: Kelelahan ekstrem adalah gejala yang tidak spesifik, tetapi sangat umum pada penderita kanker stadium lanjut. Kelelahan kanker berbeda dari kelelahan "biasa" karena biasanya tidak hilang dengan istirahat atau diimbangi dengan secangkir kopi yang enak.
  • Merasa lemas: Tidak jarang orang merasa ada sesuatu yang salah di tubuh mereka, bahkan jika mereka tidak memiliki gejala khusus untuk mendukung perasaan itu. Jika Anda khawatir ada sesuatu yang salah pada tubuh Anda, sebaiknua segera buat janji untuk konsultasi dengan dokter.

Selain gejala lokal dan sistemik, ada juga gejala kanker usus besar yang bisa dibilang langka. Adapun gejalanya yaitu demam, gelembung udara dalam urin, gangguan pernapasan, nyeri tulang, sakit kepala dan masalah neurologis.

baca juga

Kontributor : Ulil Azmi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pola Tidur yang Buruk Bikin Usaha Penurunan Berat Badan Lebih Sulit, lho!

Pola Tidur yang Buruk Bikin Usaha Penurunan Berat Badan Lebih Sulit, lho!

Health | Jum'at, 06 Mei 2022 | 20:30 WIB

Diet Ketat Kim Kardashian Demi Tampil Memukau di Met Gala 2022 Dikritik Ahli Gizi karena Berbahaya

Diet Ketat Kim Kardashian Demi Tampil Memukau di Met Gala 2022 Dikritik Ahli Gizi karena Berbahaya

Health | Rabu, 04 Mei 2022 | 09:35 WIB

Mengenal Tanda Kanker Usus, Penyakit yang Diderita Mantan Juru Bicara Satgas Covid-19 Achmad Yurianto

Mengenal Tanda Kanker Usus, Penyakit yang Diderita Mantan Juru Bicara Satgas Covid-19 Achmad Yurianto

Health | Senin, 25 April 2022 | 17:21 WIB

Terkini

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Dikembangkan di Indonesia, Teknologi AI Kini Bisa Bantu Dokter Deteksi Risiko Gagal Jantung Kambuh

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 22:40 WIB

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Ekosistem Produk Obat Derivat Plasma Mulai Dibangun, Indonesia Siapkan Jaringan Bank Plasma

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 19:06 WIB

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Orang Tua Kian Selektif, Flyon Kids Jadi Pilihan Penambah Nafsu Makan Anak

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Review Hepaherb, Suplemen Herbal untuk Mendukung Kesehatan Hati pada Penderita Hepatitis

Health | Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00 WIB

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Mikroplastik Ditemukan dalam Darah, Plasenta, hingga Otak: Apa yang Sudah Diketahui Ilmuwan?

Health | Senin, 13 Juli 2026 | 14:59 WIB

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Benjolan Hilang-Timbul pada Anak Jangan Dianggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Hernia

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 19:41 WIB

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Waspada! Anak Jarang Main di Luar Rumah Berisiko Premiopia hingga Mata Minus Sebelum 8 Tahun

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 16:50 WIB

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Rahasia Anak Percaya Diri, Beri Ruang untuk Bereksplorasi dan Menunjukkan Bakat

Health | Minggu, 12 Juli 2026 | 13:21 WIB

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Tekanan Kerja Meningkat, Perhatian terhadap Kesehatan Mental Karyawan Dinilai Makin Mendesak

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:14 WIB

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Mengenal Shin Splints, Momok bagi Pelari dan Cara Mengatasinya

Health | Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:01 WIB

×