Cegah Merokok Sejak Dini, Ini Peran Keluarga untuk Menurunkan Jumlah Perokok Anak

Vania Rossa | Suara.com

Rabu, 11 Mei 2022 | 12:58 WIB
Cegah Merokok Sejak Dini, Ini Peran Keluarga untuk Menurunkan Jumlah Perokok Anak
Ilustrasi rokok. (Shutterstock)

Suara.com - Pemerintah tengah berupaya untuk menurunkan angka prevalensi perokok anak melalui berbagai upaya. Hal ini ditempuh demi tercapainya generasi penerus bangsa yang sehat dan berkualitas. Target capaian turunnya prevalensi perokok anak membutuhkan peran dan dukungan semua pihak agar dapat terealisasi, tidak terkecuali pabrikan atau pengusaha rokok.

“Industri Hasil Tembakau (IHT) secara konsisten mengkampanyekan tentang bahaya merokok pada anak usia 18 tahun ke bawah. Tetapi, hal tersebut kurang mendapat dukungan dari masyarakat," kata Ketua Gabungan Produsen Rokok Putih Indonesia (GAPRINDO) Benny Wachjudi dalam siaran pers yang diterima Suara.com, Rabu (11/5/2022).

Sebenarnya, edukasi bahaya merokok kepada anak bahkan sudah dilakukan sejak tahun 1999. Namun, penjualan rokok kepada anak-anak masih saja terjadi.

Hal ini memperlihatkan bahwa upaya satu atau dua elemen saja tidak cukup untuk mencegah anak untuk tidak merokok. Inisiatif ini perlu mendapat dukungan Pemerintah sehingga lebih banyak pihak yang terinspirasi dan termotivasi untuk mendukung gerakan cegah perokok anak.

Menurut Benny, untuk menekan angka perokok usia dini, diperlukan intensifikasi langkah preventif dari keluarga, khususnya para orangtua.

Orangtua memiliki peran penting dalam langkah pencegahan anak untuk tidak merokok, seperti aktif menjalin komunikasi dengan anak, memberikan contoh yang baik, memperhatikan pergaulannya, serta memberikan edukasi tentang bahaya merokok.

Seperti yang diketahui, pada usia remaja anak-anak cenderung ingin mencoba segala sesuatu yang baru dikenalnya dari lingkungan pergaulannya.

Hubungan orangtua dan anak juga menjadi lebih intensif selama 2 tahun terakhir, karena pandemi yang membatasi mobilisasi dan aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat. Hubungan dan komunikasi dengan keluarga di rumah menjadi kegiatan inti keseharian orangtua dan anak.

Seiring berjalannya perkembangan usia, anak akan banyak sekali bersinggungan dengan faktor-faktor eksternal yang berisiko membuat mereka berada di dalam pergaulan kurang positif, salah mengambil keputusan, mencoba hal baru yang secara norma tidak dibenarkan, misalnya seperti membolos sekolah, berbohong, sampai mengonsumsi produk khusus konsumen dewasa, dan tentunya kecenderungan untuk mencoba rokok.

“Orangtua tidak hanya sekedar menegur sebagai tindakan awal dalam mencegah anak merokok, tetapi juga harus memiliki waktu bersama, berdiskusi, memberikan edukasi, dorongan dan motivasi untuk membangun kepercayaan diri agar anak tidak merokok,” kata Benny.

Sebelumnya Ketua Yayasan Lentera Anak Lisda Sundari sepakat jika peran orangtua cukup vital untuk menurunkan angka prevalensi perokok anak.
“Ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi semua orangtua. Tapi tugas ini harus dilaksanakan dengan berkomunikasi dan memberi contoh buruknya merokok secara terus menerus kepada anak,” kata Lisda.

Selain itu, Lisda berharap semua pihak juga terus bahu membahu mengurangi prevalensi perokok anak dengan meningkatkan pengawasan penjualan rokok.

GAPRINDO pun sejak tahun 2020 kembali gencar mengkampanyekan langkah preventif anak terhadap rokok. Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari kegiatan sebelumnya yang pernah dilakukan beberapa tahun yang lalu.
Kampanye pun tidak hanya dilakukan melalui seminar-seminar offline, memberikan edukasi kepada peritel modern maupun tradisional, tapi juga membuat kanal digital bernama cegahperokokanak.id.

Dalam laman tersebut berisi berbagai tip yang penting diketahui oleh keluarga untuk mencegah anak dari ketergantungan rokok. Mengedepankan peran orangtua dalam kampanye ini sesuai dengan norma Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang menyatakan bahwa dari 70 juta anak di Indonesia, 37 persen atau 25,9 juta anak di antaranya pernah dan masih merokok. Upaya pencegahan harus dimulai sejak dini, dari lingkungan dan orang terdekat anak itu sendiri.

Melansir cegahperokokanak.id, peran orangtua dalam preventif perokok anak bisa terbagi menjadi dua hal. Yang pertama, jika anak masih dalam tahap mencoba-coba, para orangtua hendaknya melakukan upaya untuk meningkatkan kepercayaan diri si anak agar mampu menyikapi dengan tepat tekanan dan ajakan teman sebayanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Wanita Berhijab Asyik Minum Alkohol dan Merokok di Klub Malam, Netizen: Please, Jangan Salahkan Hijabnya

Wanita Berhijab Asyik Minum Alkohol dan Merokok di Klub Malam, Netizen: Please, Jangan Salahkan Hijabnya

Sumsel | Rabu, 11 Mei 2022 | 12:01 WIB

Kerap Merokok di Pantai, Susi Pudjiastuti Bagi Tips Jitu Buang Puntung Rokok

Kerap Merokok di Pantai, Susi Pudjiastuti Bagi Tips Jitu Buang Puntung Rokok

News | Kamis, 05 Mei 2022 | 14:57 WIB

Merokok Ganja Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung, Peneliti dari Universitas Stanford Menjelaskan Penyebabnya

Merokok Ganja Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung, Peneliti dari Universitas Stanford Menjelaskan Penyebabnya

Health | Kamis, 05 Mei 2022 | 14:55 WIB

Terkini

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Jaga Hidrasi Saat Ramadan, Ini Pentingnya Menjaga Ion Tubuh di Tengah Mobilitas Tinggi

Health | Kamis, 19 Maret 2026 | 13:49 WIB

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Waspada Makan Berlebihan Saat Lebaran: 5 Tips Cerdas Nikmati Opor Tanpa Gangguan Pencernaan!

Health | Rabu, 18 Maret 2026 | 07:05 WIB

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Ancaman Senyap di Rumah: Mengapa Kualitas Udara Buruk Sebabkan Bronkopneumonia pada Anak?

Health | Selasa, 17 Maret 2026 | 15:31 WIB

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Tips Mudik Aman untuk Pasien Gangguan Irama Jantung

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 17:14 WIB

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Jangan Abaikan Kesehatan Saat Mudik, Ini Tips Agar Perjalanan Tetap Nyaman

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 16:49 WIB

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Pelangi di Mars Tayang Jelang Lebaran, Film Anak yang Ajarkan Berani Bermimpi

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 15:52 WIB

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Cedera Lutut hingga Bahu Paling Banyak Dialami Atlet dan Penggemar Olahraga

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 11:54 WIB

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan

Health | Senin, 16 Maret 2026 | 09:18 WIB

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Deteksi Dini dan Kebijakan Ramah Lingkungan: Solusi Terpadu untuk Menangani Penyakit Ginjal

Health | Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38 WIB

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Membangun Benteng Kesehatan Keluarga: Pentingnya Vaksinasi dari Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 13 Maret 2026 | 14:04 WIB