facebook

Update Covid-19 Global: Afrika Selatan Terancam Alami Gelombang Baru Akibat Subvarian Omicron

Vania Rossa | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Afrika Selatan Terancam Alami Gelombang Baru Akibat Subvarian Omicron
Ilustrasi Covid-19. (Andrea Piacquadio/Pexels)

Selama sekitar tiga minggu, Afrika Selatan telah melihat peningkatan jumlah kasus baru dan rawat inap yang agak lebih tinggi

Suara.com - Update Covid-19 global per Senin (16/5/2022) mencatat kasus positif bertambah 312.420 dan kematian 538 jiwa, menurut data pada situs worldometers.

Dalam sepekan terakhir, kasus positif di dunia turun dua persen. Dari 3,72 juta pada dua pekan lalu menjadi 3,64 juta dalam tujuh hari terakhir.

Angka kematian mingguan juga turun hingga 22 persen, dari 13.441 jiwa pada dua pekan lalu menjadi 10.534 jiwa dalam seminggu terakhir.

Total data Covid-19 secara global per Senin, 16 Mei 2022, pukul 07.30 WIB tercatat jumlah kasus positif mencapai 512,19 juta dengan kematian lebih dari 6,22 juta jiwa.

Baca Juga: Update Covid-19 di Kepri: Semua Kabupaten Zona Kuning, Satu Kasus Baru Muncul di Tanjungpinang

Virus corona varian omicron masih mendominasi infeksi di dunia. Afrika Selatan bahkan kembali terancam mengalami lonjakan kasus Covid-19 akibat dua sub-varian Omicron, menurut para ahli kesehatan.

Selama sekitar tiga minggu, negara itu telah melihat peningkatan jumlah kasus baru dan rawat inap yang agak lebih tinggi, tetapi tidak ada peningkatan kasus dan kematian yang parah, kata peneliti di Analisis Vaksin dan Penyakit Menular di Rumah Sakit Chris Hani Baragwanath di Soweto, Profesor Marta Nunes.

“Kami masih sangat awal dalam periode peningkatan ini, jadi saya tidak ingin menyebutnya gelombang. Kami melihat sedikit, peningkatan kecil dalam rawat inap dan sangat sedikit kematian," kata Nunes, dikutip dari Channel News Asia.

Kasus baru Afrika Selatan telah meningkat dari rata-rata 300 per hari pada awal April, menjadi sekitar 8.000 per hari selama pekan kedua bulan Mei. Nunes mengatakan, jumlah kasus baru sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi karena gejalanya ringan dan banyak yang sakit tapi tidak dites.

Gelombang baru Afrika Selatan berasal dari dua variasi omicron, BA.4 dan BA.5, tampak sangat mirip dengan strain asli Omicron yang pertama kali diidentifikasi di Afrika Selatan dan Botswana akhir tahun lalu dan menyebar ke seluruh dunia.

Baca Juga: Update Covid-19 Global: Kematian Akibat Demam di Korea Utara Bertambah 21 Jiwa

“Mayoritas kasus baru berasal dari dua jenis ini. Mereka masih Omicron, tetapi secara genomik agak berbeda," kata Nunes.

Komentar