facebook

Update Covid-19 Global: Tak Punya Vaksin dan Obat, Korea Utara Gunakan Antibiotik dan Herbal Untuk Tangani Infeksi

Vania Rossa | Lilis Varwati
Update Covid-19 Global: Tak Punya Vaksin dan Obat, Korea Utara Gunakan Antibiotik dan Herbal Untuk Tangani Infeksi
Ilustrasi Covid-19 di Korea Utara. (Cottonbro dari Pexels)

Selama dua tahun pandemi terjadi, Korea Utara menutup diri terhadap bantuan medis dari luar negeri, termasuk pemberian vaksin.

Suara.com - Infeksi Covid-19 masih mengenai 703.752 orang di dunia dalam 24 jam terakhir, pada Selasa (17/5) pagi. Di waktu yang sama, update Covid-19 global menunjukkan virus corona SARS Cov-2 itu juga menyebabkan kematian terhadap 925 jiwa.

Data pada situs worldometers tercatat, hingga 17 Mei 2022 pukul 07.00 WIB, jumlah kasus Covid-19 global telah mencapai 522,75 juta dengan kematian lebih dari 6,28 juta jiwa.

Wabah Covid-19 yang baru dilaporkan oleh Korea Utara pada pekan lalu telah mencuri perhatian dunia. Selama dua tahun pandemi terjadi, negara itu selalu menyatakan bebas dari infeksi virus corona. Korea Utara bahkan menutup diri terhadap bantuan medis dari luar negeri, termasuk pemberian vaksin.

Akibat dari itu, Korea Utara kini menggunakan antibiotik dan pengobatan rumahan sebagai penanganan Covid-19. Korea Utara menjadi satu dari hanya dua negara di dunia yang belum memulai kampanye vaksinasi hingga pekan lalu.

Baca Juga: Korut Dilanda Wabah Covid-19, Kim Jong Un Kerahkan Bala Tentara Sebarkan Obat-obatan

Dalam sebuah wawancara di televisi pemerintah, Wakil Menteri Kesehatan Kim Hyong Hun mengatakan bahwa negaranya telah beralih dari karantina ke sistem perawatan untuk menangani ratusan ribu kasus dugaan "demam covid" yang dilaporkan setiap hari.

Penyiar menunjukkan rekaman tim hazmat, dan pekerja bermasker yang membuka jendela, membersihkan meja dan mesin, serta menyemprotkan desinfektan.

Untuk mengobati Covid-19 dan gejala yang timbul, pemerintah Korea Utara mengimbau pasien untuk menggunakan obat penghilang rasa sakit dan penurun demam seperti ibuprofen, amoksisilin, dan antibiotik lainnya.

Melalui media pemerintah juga disebarkan bahwa penduduk disarankan berkumur dengan air garam atau minum teh lonicera japonica atau teh daun willow sebanyak tiga kali sehari.

"Perawatan tradisional adalah yang terbaik!" kata seorang wanita mengatakan kepada penyiar ketika suaminya menggambarkan bahwa anak-anak mereka berkumur dengan air asin setiap pagi dan malam.

Baca Juga: Update Covid-19 Indonesia: Positif Tambah 257 Kasus, 293 Pasien Sembuh, 5 Jiwa Meninggal

Seorang warga tua Pyongyang mengatakan dia terbantu dengan pengobatan teh jahe dan ventilasi kamarnya.

Komentar